Peran Platform Telemedisin dalam Menjawab Kebutuhan Layanan Kesehatan di Indonesia, Khususnya di Masa Pandemi

Halodoc

Nggak dimungkiri, layanan kesehatan di Indonesia masih belum merata dan itu sudah jadi persoalan sejak lama. Kondisi tersebut makin kentara di masa pandemi Covid-19, ketika media ramai mewartakan suatu daerah kekurangan tenaga medis dan fasilitas pendukung. Padahal seperti kita tahu, di tengah situasi saat ini semua orang membutuhkan layanan kesehatan. Entah itu terkait dengan Covid-19 atau bukan.

Advertisement

Sebelumnya, data WHO pada tahun 2015 telah menunjukkan bahwa Indonesia hanya punya 12 tempat tidur di setiap rumah sakit untuk 10.000 penduduk. Sementara data World Bank antara tahun 2010 hingga 2017, menunjukkan rasio dokter Indonesia merupakan yang terendah kedua di Asia Tenggara, dengan hanya empat dokter untuk melayani 10.000 penduduk. Kondisi yang nggak ideal ini makin jadi persoalan karena penyebaran dokter spesialis masih terkonsentrasi di pulau Jawa dan Bali, sehingga dibutuhkannya sebuah solusi agar akses layanan kesehatan bisa merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menjawab hal tersebut, platform telemedisin bisa jadi salah satu solusinya.

Platform telemedisin jadi salah satu solusi dalam upaya mitigasi pandemi

Co-Founder dan CEO Halodoc Jonathan Sudharta (dok. Halodoc) via www.halodoc.com

Persoalan belum meratanya akses layanan kesehatan di Indonesia makin pelik saat menghadapi pandemi Covid-19 yang di Indonesia merebak sejak Maret 2020. Para tenaga medis maupun fasilitas kesehatan di Indonesia merasakan tekanan yang luar biasa, ketika jumlah okupansi tempat tidur rumah sakit berbagai daerah terus meningkat. Sebagai contoh, berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 12 September 2020 ruang isolasi RS rujukan Covid-19 di Jakarta kapasitasnya sudah mencapai 77% dan keterisian ICU berada di angka sekitar 78%.

Kondisi tersebut membuat kehadiran telemedisin diharapkan bisa jadi solusi membantu pemerintah dalam mitigasi pandemi melalui layanan konsultasi jarak jauh. Hal ini didukung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang telah mengizinkan dokter untuk memberikan konsultasi dan resep melalui telekonsultasi. Halodoc jadi salah satu platform yang berperan. Co-Founder dan CEO Halodoc, Jonathan Sudharta, mengatakan bahwa mereka bahkan telah beradaptasi sejak awal pandemi, dengan meluncurkan inovasi layanan dalam upaya mitigasi pandemi berikut inisiatif-inisiatif yang dibutuhkan.

Advertisement

“Halodoc telah beradaptasi sejak awal pandemi, kurang dari dua minggu setelah kasus positif COVID-19 pertama kali diumumkan di Indonesia, kami meluncurkan layanan Chatbot untuk asesmen risiko dini terpapar COVID-19. Bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami juga menjadi fasilitator rapid test secara drive thru pertama di tanah air. Hingga Juli 2020, Halodoc telah membantu memfasilitasi lebih dari 200.000 tes COVID-19 dan hingga kini masih memiliki fasilitas drive thru PCR tes di Jakarta dan Surabaya yang merupakan dua wilayah dengan tingkat kasus positif baru yang masih tinggi,” ujar Jonathan dalam keterangan tertulis yang Hipwee terima, Selasa (22/9/2020).

Telemedisin merupakan elemen penting bagi ketersediaan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat daerah terpencil

(dok. Halodoc) via www.halodoc.com

Peran platform telemedisin seperti Halodoc di tengah pandemi ini juga dianalisa oleh Oxford Business Group (OBG), yang dalam laporan berjudul Covid-19 Response Report (CRR) meneliti bagaimana layanan digital dan telemedisin bisa jadi jawaban untuk kebutuhan kesehatan masyarakat. OBG bahkan memprediksi bahwa akan ada pertumbuhan jangka panjang di sektor telemedisin akibat pandemi yang melanda seluruh dunia.

Advertisement

Dalam laporannya, CRR menunjukkan terdapat optimisme terhadap pemulihan ekonomi meski Indonesia masih dalam upaya menanggulangi pandemi. Indonesia disebut dapat menerima tekanan lebih baik dibanding negara-negara ASEAN-5 dengan proyeksi Laju Pertumbuhan Majemuk Tahunan (CAGR) pada 2021 berada di lebih dari 2%. Sementara dari sisi ekonomi digital, Indonesia juga disebut sebagai negara dengan potensi yang tinggi dibandingkan negara negara Asia Tenggara lainnya, terlihat dari jumlah total penerimaan pendanaan dan Gross Merchandise Volume (GMV). Khusus di sektor kesehatan, perubahan perilaku konsumen saat pandemi juga menyebabkan lebih banyak pihak yang beradaptasi dan mencoba layanan telemedisin. Hal ini tentu saja semakin mendorong pengembangan sektor teknologi digital di tanah air.

Selain itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto, dalam laporan CRR menyampaikan bahwa telemedisin merupakan elemen penting bagi ketersediaan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat daerah terpencil. Ia mengatakan, saat ini Indonesia telah membuat protokol yang diperlukan dalam mendukung keamanan dan kerahasiaan data pasien, tetapi, tetap memberikan ruang bagi inovasi di bidang kesehatan melalui regulatory sandbox.

Halodoc catat kenaikan signifikan untuk berbagai layanan kesehatan selama pandemi

(dok. Halodoc) via www.halodoc.com

Halodoc sendiri mencatat kenaikan yang signifikan untuk berbagai layanan kesehatan selama masa pandemi. Pada dua minggu pertama sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan, layanan Toko Kesehatan yang memungkinkan masyarakat membeli produk kesehatan meningkat hingga lebih dari 600%. Sementara untuk layanan konsultasi dokter, terdapat peningkatan sebesar 28x. Jonathan menyampaikan, dengan dukungan pemerintah dan stakeholder misi Halodoc memberikan layanan kesehatan yang merata melalui konsep hospital without walls bisa tercapai.

“Masa sulit yang saat ini kita alami mengajarkan bahwa tidak ada yang lebih kuat dari sinergi dan kolaborasi dalam aksi, yang kami harap akan terus terjalin bahkan menjadi lebih kuat di masa mendatang, sehingga menghasilkan lebih banyak kontribusi positif guna mewujudkan Indonesia sehat,” pungkasnya.

Dengan pertumbuhan yang signifikan dan juga performa yang stabil, Halodoc dinobatkan sebagai salah satu startup, dan satu-satunya startup dari Asia Tenggara yang masuk dalam daftar Digital Health 150 yang dirilis oleh perusahaan market intelligence global, CB Insights, yang isinya adalah 150 perusahaan kesehatan digital paling menjanjikan di seluruh dunia.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE