Peringati Hari Anak Nasional, Halodoc Gandeng Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Edukasi Pentingnya Kesehatan Mental Anak

Halodoc edukasi pentingnya kesehatan mental anak

Setiap dari kita pasti pernah mengalami jadi anak-anak. Hal itu bukan sekadar fase wajib belaka, melainkan jadi semacam pondasi bagaimana nantinya seorang manusia menjalani hidup. Dapat dikatakan masa kanak-kanak merupakan satu periode penting dalam perjalanan hidup manusia. Oleh karena itu, mempersiapkan anak-anak dengan pendidikan dan pengetahuan, serta menjamin kualitas hidupnya dari segi kesehatan jadi satu hal penting yang harus dilakukan. Sebab pencapaian hidup seorang dewasa salah satunya bergantung pada masa kanak-kanak.

Namun upaya mempersiapkan anak-anak tersebut bisa dibilang bukan perkara gampang. Banyak tantangan yang harus dihadapi para orang tua modern saat ini. Salah satunya masalah gangguan kesehatan pada sang anak. Khususnya untuk masalah gangguan kesehatan mental, masih banyak masyarakat yang kurang memahaminya. Padahal gangguan kesehatan mental ini ibarat musuh tak terlihat yang bisa membawa dampak buruk jangka panjang bagi anak-anak.

Persoalan ini lah yang jadi kepedulian utama Halodoc dalam memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2020. Bersama Ikatan Psikologi Klinis Indonesia (IPK), platform kesehatan berbasis aplikasi ini menghadirkan layanan dan edukasi yang bertujuan mengajak para orang tua lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental anak.

ADVERTISEMENTS

Halodoc ajak orang tua memahami pentingnya menjaga kesehatan mental pada anak

Peringati Hari Anak Nasional, Halodoc Gandeng Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Edukasi Pentingnya Kesehatan Mental Anak

VP Marketing Halodoc, Felicia Kawilarang (Tangkapan layar Zoom)

Berbagai riset dan statistik hingga hari ini masih mengindikasikan maraknya kasus gangguan mental pada anak. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada 2018 misalnya, menemukan prevalensi gangguan mental pada anak remaja di atas usia 15 tahun meningkat jadi 9,8% dari yang sebelumnya 6% di tahun 2013. Sementara WHO mencatat sekitar 15% anak remaja di negara berkembang pernah berpikiran untuk mengambil jalan pintas menghadapi masalah gangguan mental, yang mana merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia bagi kelompok anak usia 15-19 tahun.

Melihat fakta tersebut, perlindungan terhadap anak yang mana merupakan generasi penerus sebuah bangsa mesti dilakukan. Hal itu lah yang melandasi Halodoc melakukan inisatif edukasi bersama IPK Indonesia. VP Marketing Halodoc, Felicia Kawilarang, mengatakan lewat inisiatif ini ia ingin mengajak lebih banyak orang tua untuk memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan mental anak, karena keluarga merupakan komunitas pertama dan terdekat sang anak.

Kami percaya bahwa melindungi hak anak, termasuk dalam menjaga kesehatan mental mereka merupakan kunci keberhasilan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Lewat inisatif ini Halodoc ingin mengajak lebih banyak orang tua untuk semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental pada anak sebagaimana mereka menjaga kesehatan fisik buah hati,” terang Felicia dalam konferensi pers ‘Gangguan Mental pada Anak, Musuh yang Tak Terlihat’ via Zoom Webinar, Kamis (23/7/2020).

ADVERTISEMENTS

Tanda gangguan kesehatan mental pada anak cenderung sulit diketahui. Psikolog imbau orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak

Peringati Hari Anak Nasional, Halodoc Gandeng Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Edukasi Pentingnya Kesehatan Mental Anak

Psikolog Anak IPK Indonesia, Annelia Sari Sani, S.Psi (Tangkapan layar Zoom)

Merujuk hasil riset WHO yang mengatakan separuh masalah kesehatan mental yang dialami orang dewasa rata-rata sudah berakar sejak sebelum usia 14 tahun, Psikolog Anak IPK Indonesia, Annelia Sari Sani, S.Psi, menjelaskan bagaimana peranan kesehatan mental pada anak bisa menunjang kehidupannya saat dewasa. Ia mengatakan, gangguan perilaku serius hingga terhambatnya produktivitas merupakan salah dua dampak buruk jangka panjang dari gangguan kesehatan mental pada anak.

“Gangguan mental pada usia anak hingga remaja dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka. Ia akan lebih rentan terhadap gangguan perilaku yang lebih serius, dan bahkan bisa menghambat usia produktif,” kata Anne.

Ia juga menjelaskan ada dua faktor penyebab gangguan kesehatan mental pada anak, yakni faktor biologis, yang mana langkah terbaik untuk mengatasinya dengan deteksi dan intervensi dini, serta faktor ekonomi, lingkungan sosial, atau kejadian besar seperti pandemi saat ini. Meski begitu, Anne menekankan gangguan kesehatan mental pada anak akan cenderung sulit dilihat. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak.

“Tanda-tanda gangguan kesehatan mental, terlebih pada anak, cenderung sulit untuk dilihat. Sehingga, penting bagi orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan memberikan penanganan sejak dini, guna meminimalisasi risiko jangka panjang saat anak tumbuh dewasa,” jelasnya.

ADVERTISEMENTS

Halodoc lakukan kerjasama sinergis dengan IPK Indonesia dalam menghadirkan layanan konsultasi kesehatan mental

Peringati Hari Anak Nasional, Halodoc Gandeng Ikatan Psikologi Klinis Indonesia Edukasi Pentingnya Kesehatan Mental Anak

Wakil Ketua IPK Indonesia, Drs. Robert Oloan Rajagukguk, S.Psi, MA., Ph.D (Tangkapan layar Zoom)

Berkonsultasi kepada tenaga profesional merupakan satu langkah yang bisa diupayakan orang tua, selain hadir sebagai support system bagi anak yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan mental. Hadirnya kerjasama sinergis Halodoc dan IPK Indonesia dengan teknologi telemedicine setidaknya bisa jadi solusi mengingat fasilitas layanan kesehatan mental di Indonesia masih terbatas.

Lewat tahap pertama kerjasama sinergis bersama IPK Indonesia, sebanyak 200 psikolog klinis IPK Indonesia akan memberikan layanan konsultasi kejiwaan bagi pengguna Halodoc, termasuk untuk anak-anak melalui pendampingan dari orang tua. Wakil Ketua IPK Indonesia, Drs. Robert Oloan Rajagukguk, S.Psi, MA., Ph.D, mengapresiasi inisiatif kerjasama sinergis di tengah kewajiban physical distancing ini.

“Layanan telemedicine seperti Halodoc ini dapat menjadi alternatif yang tepat untuk memberikan solusi kejiwaan di tengah peraturan untuk melakukan physical distancing,” ucap Robert.

Sejak pandemi merebak di Indonesia, Felicia mengatakan jumlah konsultasi dengan dokter jiwa di Halodoc mengalami kelonjakan selain konsultasi terkait COVID-19. Peningkatan pertumbuhan konsultasi sebagai salah satu layanan yang paling banyak diakses pengguna di bulan April bahkan mencapai hampir 80%.

“Sejak pandemi ada peningkatan (pengguna) hampir 10 kali lipat untuk konsultasi dengan dokter khususnya terkait gejala COVID-19. Sebagai mitra strategis yang dipercayai IPK Indonesia, Halodoc berharap bisa senantiasa berupaya menjalankan misi kami untuk menyederhanakan akses kesehatan bagi seluruh kalangan, khususnya di tengah situasi sulit seperti pandemi COVID-19 saat ini,” tutup Felicia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE