Tak bisa dipungkiri bahwa mengenakan cincin nikah dipandang sebagai penanda utama status hubungan seseorang. Salah satu contoh adalah gemparnya jagad hiburan kala Scarlett Johansson terlihat jalan tanpa cincin nikahnya. Dari situ ketahuan bahwa rumah tangga Scarlett Johansson memang tengah bermasalah. Tak lama, muncul berita bahwa hubungannya dengan sang suami kandas di tengah jalan.

Pun demikian saat ada pria kepergok jalan tanpa mengenakan cincin nikah mereka. Spekulasi negatif pun mulai bermunculan. Mulai dari hubungannya retak atau si pria punya niatan untuk selingkuh dengan wanita simpanan. Pandangan-pandangan negatif tersebut juga akhir-akhir ini dilayangkan kepada Presiden Trump hingga Pangeran William — dua sosok pria yang memang tak pernah mengenakan cincin pernikahan mereka. Berbeda dengan kepercayaan umum, ternyata banyak lho yang memilih tidak menggunakan cincin setelah mengikat tali pernikahan. Ini nih penjalasan tentang pilihan tidak memakai cincin kawin yang tidak melulu karena ingin selingkuh.

Cincin berkembang jadi elemen utama dalam pernikahan di dunia, termasuk Indonesia. Padahal sebenarnya acara tukar cincin itu bukan tradisi asli maupun anjuran agama kita

Lambang untuk mengikat hubungan

Lambang untuk mengikat hubungan via cincinmu.top

Advertisement

Sejarah tertua yang tercatat mengenai hubungan cincin dan pernikahan adalah di zaman Mesir kuno. Orang Mesir masa itu percaya bahwa bentuk lingkaran melambangkan kekekalan atau keabadian. Maka dari itu ketika mengucap ikrar pernikahan yang diharapkan akan berlangsung selamanya, orang-orang Mesir bertukar alang-alang berbentuk lingkaran untuk disematkan ke jari mempelai. Kenapa dipakai di jari manis kiri yang sekarang juga dikenal sebagai wedding finger? Ternyata di jari tersebut ada pembuluh darah vena yang katanya langsung menuju jantung dan kemudian didramatisasi sepanjang sejarah hingga menjadi ‘vein of love’, pembuluh darah cinta.

Tradisi yang pertama kali ditemukan di Mesir kuno tersebut diadopsi oleh kebudayaan lain seperti Romawi, sampai akhirnya mencapai popularitasnya saat ini. Meski sarat berbagai nilai kebudayaan yang melebur jadi satu, tapi sebenarnya cincin kawin justru minim nilai religius alias tidak diatur dalam ajaran agama.

Dalam hukum islam yang jelas diatur justru larangan bagi pria untuk memakai emas, makanya banyak pasangan muslim yang harus memodifikasi cincin kawin demi menaati aturan itu

Cincin perak jadi pilihan

Cincin perak jadi pilihan via www.aliexpress.com

Dalam konteks ajaran agama pada umumnya, pertukaran cincin tidak masuk dalam prosesi sakral atau syarat utama ikrar pernikahan. Paling hanya sebagai salah satu pilihan mahar atau jadi simbol pertunangan. Meski tidak diwajibkan oleh ajaran agama masing-masing, masyarakat seluruh dunia tampaknya telah menerima tukar cincin sebagai bagian wajib dari acara pernikahan. Hukum islam bahkan sebenarnya melarang pria memakai emas. Maka dari itu banyak pasangan muslim yang akhirnya memilih cincin berbahan perak. Atau mungkin memilih jalan kompromi dengan pasangan perempuan memakai emas, sementara yang pria memakai perak.

Advertisement

Jika melihat perjalanan sejarah dan duduk perkaranya dalam agama, cincin pernikahan seharusnya tak perlu dipikirkan berlebihan apalagi sampai gagal nikah karena persoalan cincin semata. Ironis memang sebenarnya jika lambang yang awalnya begitu sederhana, sekarang tak bisa dilepaskan dari harga dan prestise. Paling tidak ada satu mata berlian, lah

Pangeran William yang anggota kerajaan Inggris saja santai saat ditanya mengapa tidak memakai cincin pernikahan: ‘saya tidak suka memakai perhiasan 

Tuh kan nggak ada cincinnya

Toh semua orang tahu kalau Pangeran William sudah menikah via www.eonline.com

Berbeda dengan cincin pertunangan Putri Diana atau Kate Middleton yang selalu jadi headline media, cincin anggota pria kerajaan Inggris tak pernah dieskpos hingga saat ini. Karena memang pria kalangan atas Inggris jarang sekali memakai cincin kawin. Ketika pers bertanya-tanya kenapa Pangeran William tidak memakai cincin kawin, ia dengan santai menjawab bahwa itu masalah preferensi pribadi. Beberapa tahun lalu, Pangeran William sebenarnya telah mengutarakan preferensinya tidak memakai cincin karena memang ia bukan tipe pria yang suka perhiasan.

Di Inggris dan belahan Eropa lain, secara umum kebiasaan pria memakai cincin menjadi sangat populer setelah meletusnya Perang Dunia II yang memisahkan banyak pasangan. Pria yang harus ikut membela negara mengenakan cincin untuk mengingat kekasih atau istri yang ditinggalkan di rumah.

Dihadapkan dengan pertanyaan yang sama, Presiden Trump menolak berkomentar. Yang jelas sejak pernikahan pertama hingga ketiga sekarang, ia tidak pernah terlihat mengenakan cincin

Sejak pernikahan pertama dengan Ivana, Trump sudah nggak hobi pakai cincin pernikahan

Dari pernikahan pertama tidak terlihat memakai cincin via www.nytimes.com

Disamping Pangeran William, Presiden Amerika Serikat baru Donald Trump juga terekspos untuk alasan yang sama. Jika Pangeran William terikat tradisi dan kebiasaan orang-orang di sekitarnya, belum jelas sih kenapa Trump tidak pernah mengenakan cincin sepanjang tiga pernikahannya. Pangeran William dan Donald Trump adalah public figure yang hidupnya selalu diikuti media sehingga semua orang tahu siapa pasangan mereka. Tak perlu cincin untuk membuktikan status hubungan. Meski ya kalau public figure suka lepas pasang cincin, media sibuk cari gosip seperti ini.

Nah mungkin keinginan menunjukkan komitmen ke khalayak luas-lah yang jadi faktor pendorong kebanyakan orang memakai cincin pernikahan. Berbeda dengan artis atau public figure lain yang selalu terekspos status hubungannya di media, pasti sulit mengetahui apakah seseorang sudah menikah atau belum hanya dengan sekali lihat. Maka dari itu, tradisi dari Mesir kuno ini bisa berkembang jadi budaya dunia karena tiap pasangan ingin komitmennya diakui oleh masyarakat sekitar.

Lebih baik kita semua dalami arti sebenarnya dari lambang pengikat ini, bukan hanya berapa harga atau mata berliannya. Jangan sampai bangkrut atau gagal nikah karena tidak mendapatkan cincin yang diinginkan. Dan jangan serta merta menilai orang yang tidak mau memakai cincin kawin, karena ya sebenarnya sah-sah saja asalkan pasangannya juga setuju.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya