Personal Tapi Terkoneksi ke Dunia Luar, Snapchat Sebenarnya Platform yang Cocok Buat Kaum Ambivert~

Snapchat

Namanya manusia pasti pernah berada dalam posisi dilematis. Seperti mau makan tapi mager, nggak makan tapi laper. Bingung, kan? Posisi dilematis serupa kadang bisa jadi “bencana” kecil di era serba digital ini. Contohnya, khawatir ketinggalan info terkini kalau nggak punya akun media sosial, tapi kalau main medsos, jiwa-jiwa nyaris introvert bergejolak menolak perhatian dunia nan maya.

Advertisement

Nah, kalau kamu adalah orang yang kita bicarakan di atas, yang mau punya medsos tapi dilema, sebenarnya ada kok platform yang bisa menjawab “bencana” kecilmu itu. Platform ini bisa tetap menjaga eksistensi digitalmu selain juga menjaga kenyamananmu yang nggak suka-suka banget sama publikasi. Yup, namanya Snapchat.

Meski fiturnya banyak ditiru, Snapchat masih relevan digunakan khususnya untuk kamu yang dilema~

Snapchat juga punya banyak penggemar (Foto: dok. Snapchat) via www.snapchat.com

Udah pada kenal kan, sama aplikasi pesan foto asal California ini? Aplikasi yang fokus utamanya adalah kamera tersebut dibikin biar komunikasi antar individu nggak lagi membosankan. Lewat Snapchat, pengguna bisa bertukar pesan dengan mengambil foto, merekam video, menambahkan teks hingga musik sebelum mengirimkan ke daftar penerima yang sudah ditentukan sebelumnya. Jadi nggak sembarang orang bisa lihat konten visual yang kamu hasilkan. Selain itu pesan yang ditampilkan Snapchat juga bertahan hanya beberapa detik saja sejak dibuka si penerima. Hal penting banget untuk kamu yang parnoan sama “jejak digital” nih.

Nah, sekarang pasti mulai terdengar mirip dengan fitur Instagram Story dan Close Friend milik Instagram yang populer hari ini ya? Faktanya, fitur semacam itu lebih dulu dimiliki Snapchat, yang sejak awal kemunculan pada 2013 emang mengusung kamera sebagai bagian utama user interface yang sederhana. Meski banyak perdebatan yang bilang satu aplikasi mencontek aplikasi lain, Snapchat di tengah himpitan platform media sosial lain memiliki beberapa keunggulan, salah satunya cocok untuk kamu yang ambivert: kadang introvert, kadang pengen sedikit menonjol di keramaian dunia maya. Snapchat juga nggak punya fitur semacam like yang seringkali jadi pemicu toxic bermedia sosial.

Advertisement

Bisa tetap eksis di platform digital, tapi tetap bisa batasi interaksi

Serunya bertukar Snapchat dengan teman-temanmu (Foto: dok. Snapchat) via www.snapchat.com

Beda dengan media sosial lain yang membebaskan siapa saja mengakses dan berinteraksi di konten visual yang dibuat pengguna, Snapchat membatasi akses dan interaksi hanya kepada mereka yang sudah ditentukan pengguna. Hal ini menjawab kebutuhanmu yang pengen tetap eksis di platform digital, tapi tetap bisa mengontrol dengan siapa interaksi dilakukan. Snapchat ini punya user interface utama yang sederhana, yang kalau kamu buka aplikasinya langsung muncul menu kamera sebagai keunggulan aplikasi ini. Dan untuk mendukung kebutuhan informasimu, Snapchat juga punya fitur Discover yang memuat pelbagai berita dari media ternama.

Fitur Lens dari Snapchat (Foto: dok. Snapchat) via www.snapchat.com

Fokus sebagai wadah ekspresi keseharian penggunanya, secara global Snapchat sudah punya 218 miliar pengguna aktif. Dari sebanyak itu pengguna, masing-masing mereka menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mengakses Snapchat. Hal ini bikin aplikasi yang awalnya tugas kuliah mahasiswa Universitas Stanford ini jadi kamera yang paling banyak digunakan di dunia. Meski interaksi aplikasi ini eksklusif, kamu pasti enggak asing kan dengan berbagai foto yang diambil menggunakan Snapchat lalu diunggah di platform lain?

Advertisement

Hal tersebut karena Snapchat ini punya beragam lens (sebutan fitur yang umum disebut filter di aplikasi kamera) yang atraktif sebagai cara baru menyampaikan pesan. Kamu juga bisa eksplor lens bikinan orang lain seperti yang belakangan gandrung di kalangan pengguna IG Story. Selain itu yang bikin aplikasi ini menarik, kamu bisa melakukan video call group tapi dengan riasan lens. Sebagai bagian inovasi juga, Snapchat turut mengembangkan Snap Games, yakni semacam permainan antar pengguna agar ekosistem aplikasi ini lebih interaktif.

Jadi selain bisa membantu kamu yang pengen bermedia sosial dengan lebih sehat, Snapchat ternyata nggak buat narsis-narsisan doang karena fitur yang dihadirkan memang buat menunjang kenyamanan berkomunikasi antar pengguna.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE