Perundungan masih kerap terjadi di Indonesia, parahnya hal ini ternyata tak hanya menyasar ke anak-anak hinga remaja saja lo. Bahkan seseorang yang sudah tua pun bisa menjadi korban dari perlakuan buruk ini. Belakangan diketahui sebuah video berisi seorang kakek yang ditali menggunakan sarung di badannya dan didorong oleh seorang pemuda tengah viral. Kakek ini akhirnya dikenali sebagai seorang bernama Hamdan. Lokasi kejadian diketahui di daerah Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Aksi ini langsung mendapat berbagai komentar dari warganet. Polisi pun sudah bergerak untuk mencari pelaku perundungan kakek-kakek tersebut.

Video tengah viral berisi seorang kakek yang diikat menggunakan sarung hingga didorong oleh beberapa pemuda. Nggak sanggup lihatnya!

Advertisement

Video berdurasi 17 detik itu berisi seorang kakek yang ditarik dan didorong menggunakan sarung. Dengan latar yang gelap, sepertinya kejadian terjadi saat malam hari. Kakek bernama Hamdan tersebut tampak tak berdaya dan hanya bisa pasrah saja walaupun pada akhirnya tampak melakukan perlawanan yang tak seberapa.

Mirisnya ada beberapa pemuda lain yang juga berada di lokasi kejadian lo, tapi parahnya mereka malah merekam sambil tertawa-tawa. Kemungkinan beberapa pemuda ini merupakan sekelompok yang berteman.

Usut punya usut, ternyata kakek Hamdan merupakan seorang perantau. Korban juga seorang tunawisma yang memang sering tidur di pos ronda

Kakek tuna wisma via www.instagram.com

Advertisement

Dilansir dari Kompas, menurut penjelasan Kapolsek Pardasuka AKP Martono, korban yang berada di video ini merupakan seorang laki-laki berumur 60 tahun bernama Hamdan. Ia adalah seorang tuna wisma yang tak memiliki tempat tinggal. Akhirnya, tanpa memiliki anak maupun istri ia merantau dan sering tidur di pos ronda. Di tempat itu pula Hamdan mendapatkan perundungan dari para pemuda di video tersebut.

Identitas pemuda-pemuda tersebut sudah dikantongi oleh polisi, tapi kasusnya masih dalam proses penyidikan

Sudah di asrama via www.instagram.com

AKP Martono juga mengatakan bahwa kepolisian sudah mengantongi identitas para pemuda pelaku perundungan ini. Tapi karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan, polisi belum memeriksa dan menyidik tersangka. Ia menegaskan bahwa pemuda yang menjadi pelaku berjumlah empat orang.

Sedangkan kakek Hamdan dibawa ke asrama polsek Pardasuka sebelum dipertemukan dengan keponakan yang berada di Pekon Pardasuka.

Karang Taruna Citra Abhinaya pun terlibat dalam mencarikan keluarga kakek Hamdan. Mereka juga memberikan bantuan berupa pakaian, makanan, dan minuman kepadanya.

Dari kasus ini kita bisa belajar bahwa perundungan tak hanya terjadi pada kalangan usia tertentu. Hal ini juga bisa terjadi pada orang tua

Dilakukan mereka yang merasa dominan via www.irishexaminer.com

Jika orang tua seharusnya dihormati, justru kakek Hamdan tak terhindar dari menjadi korban perundungan. Hal ini membuktikan bahwa perundungan bisa terjadi pada siapa saja mungkin karena si perundung merasa lebih dominan daripada korbannya tak peduli berapa usianya. Meskipun demikian perundungan ini belum diketahui pasti motifnya. Entah hal ini dilakukan saat sadar atau tidak atau bahkan hanya iseng belaka.

Perundungan semacam ini seharusnya tak terjadi pada siapapun. Apalagi jika melihat bagaimana efek yang akan diterima kepada korban dalam jangka pendek maupun jangka panjang nantinya. Bagaimana menurutmu? Dan apa pula hukuman yang pantas diperoleh para pembully kakek Hamdan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya