Penampakan Pesawat Jet Hipersonik yang Bisa Terbang dari Jakarta ke New York Hanya dalam Waktu 4 Jam

Pesawat jet hipersonik

Belum lama ini publik Indonesia terkaget-kaget bin terheran-heran dengan pernyataan artis Barbie Kumalasari yang katanya terbang ke Amerika cuma dalam waktu 8 jam saja. Padahal normalnya, jarak antara Indonesia dan Amerika dapat ditempuh paling nggak belasan hingga duapuluhan jam, tergantung lama transitnya juga. Karena pengakuannya yang hampir mustahil itu, Barbie jadi dikritik banyak orang, termasuk selebriti lain.

Advertisement

Tapi nampaknya, sebentar lagi kita beneran bisa sampai Amerika cuma dalam waktu yang sangat singkat lo! Bahkan lebih singkat dari perjalanan Barbie ke negeri Paman Sam itu, yaitu 4 jam aja. Mari ucapkan terima kasih kepada ilmuwan Inggris yang sedang menggarap pesawat jet hipersonik berkecepatan super ini. Wah, memang gimana sih penampakannya?

Sekelompok ilmuwan di Inggris tengah menggarap konsep mesin jet hipersonik yang nantinya bisa membawa kita terbang ke New York hanya dalam waktu 4 jam saja. Mirip perjalanan dari Jakarta-Bandung pakai mobil!

Purwarupa pesawat jet hipersonik via www.vice.com

Sebuah angin segar berhembus dari dunia penerbangan. Waktu tempuh antar negara yang awalnya belasan jam kini akan bisa dipangkas habis-habisan. Ini karena ilmuwan Inggris berhasil mengembangkan mesin pesawat berkecepatan super bernama SABRE (The Synergetic Air-Breathing Rocket Engine), seperti dikutip CNN. Pesawat itu digadang-gadang mampu terbang dari Jakarta-New York atau London-Sydney hanya dalam waktu 4 jam. Gimana tidak, kecepatannya aja katanya Mach 5.4 (setara 6.400 kilometer per jam).

Meski masih dalam tahap pengembangan tapi para ilmuwan sangat optimis mesin ini bisa membawa banyak perubahan besar di dunia penerbangan, termasuk bagaimana manusia bepergian ke luar angkasa

Bisa jadi pesawat luar angkasa juga via edition.cnn.com

Saat ini mesin SABRE masih pada tahap pengembangan. Hitung-hitungan fisikanya sudah beres, tinggal menguji cobanya yang akan dilakukan secara bertahap. Untuk uji coba penerbangan di udara akan dijadwalkan 5 atau 6 tahun mendatang. Sedangkan rencana melakukan penerbangan komersial akan dilakukan tahun 2030.

Selain itu, karena mesin SABRE ini istimewa, keberadaannya digadang-gadang juga akan mendukung pengembangan pesawat luar angkasa. Shaun Driscoll dari Reaction Engines mengatakan kalau mesin SABRE ini merupakan hibrida antara mesin roket dan mesin aero, seperti dikutip Vice. Jadi ia bisa lepas landas secara horizontal, mencapai kecepatan super, dan beralih ke sistem roket untuk menuju luar angkasa dengan kecepatan 30.000 km/jam.

Saat ini, perusahaan yang mengembangkan SABRE telah menerima gelontoran dana sebesar 130 juta dolar dalam 4 tahun terakhir. Mereka juga sedang menyelesaikan pembangunan fasilitas uji coba di Buckinghamshire, Inggris, yang rencananya akan jadi demo pertama pesawat bermesin SABRE.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE