Mengintip Ponsel Canggih Bikinan Jepang yang Kameranya Nggak Bisa Ambil Foto Tak Senonoh

Ponsel Jepang Tone e20

Perkembangan teknologi telah mengantar kita kepada zaman digital yang memudahkan sekaligus menakutkan. Percakapan di dunia maya dengan mudah bisa disadap, dan informasi yang dijaga sedemikian rupa bisa bocor ke mana-mana. Meski pengembang teknologi terus meningkatkan keamanan aplikasi besutannya, kejahatan terus menemukan celahnya.

Advertisement

Kekhawatiran yang dibawa dunia digital ini semakin bertambah ketika semua orang, termasuk anak-anak, punya  ponsel yang bisa digunakan mengakses apa saja asal terkoneksi internet. Pola bertukar pesan yang dulu hanya berbasis teks atau suara, kini bisa pula dilakukan dengan menyisip foto atau video yang seringkali bikin was-was orang tua, takut anaknya mengirim atau menerima foto nggak senonoh. Hal ini sebenarnya sudah disiasati pengembang aplikasi dengan menyematkan fitur deteksi konten visual yang dianggap kurang pantas. Tapi sayangnya masih belum efektif. Untuk itu perusahaan Jepang Tone Mobile punya inisiatif bikin ponsel dengan fitur proteksi bawaan yang unik. Ponsel ini nggak bisa mengambil foto yang tidak senonoh!

Kamera ponsel Tone e20 bikinan Jepang ini akan otomatis terkunci kalau penggunanya mengambil foto nggak senonoh. Wah, ponsel aja bisa sopan gini, masa manusia kalah sih~

Ponsel langsung terkunci via ggwp.id

Kalau cuma aplikasi yang punya fitur blokir konten, orang-orang masih bisa menggunakan aplikasi lain yang bebas untuk mengaksesnya. Mungkin itu yang ada di pikiran para jenius di balik ponsel Tone e20. Pasalnya ponsel ini dibekali fitur proteksi unik yang pertama kali ada di bagian kamera, agar pengguna nggak bisa ambil foto nggak senonoh. Cara kerja fitur yang bernama ‘Smartphone Protection’ ini cukup sederhana. Dengan bantuan teknologi artificial intelligence (AI) kamera ponsel ini bisa mendeteksi objek nggak senonoh, lalu akan otomatis mengunci kamera sehingga tombol rana nggak bisa dipencet. Setelah itu akan muncul notifikasi yang berbunyi “foto tidak bisa diambil karena mengandung konten tak pantas.” Meski nggak dijelaskan parameter “nggak senonoh” versi Tone Mobile, mereka bilang kalau foto tanpa busana dipastikan nggak bisa diambil ketika fitur Smart Protection aktif.

Selain bisa otomatis mengunci kamera, aplikasi bawaan ponsel ini juga bisa disambungkan ke perangkat lain, misalnya milik orang tua atau wali. Jadi kalau si pengguna ponsel Tone e20 coba-coba ambil foto nggak senonoh, maka perangkat yang sudah tersambung akan menerima notifikasi lengkap dengan keterangan waktu, lokasi dan gambar buram yang coba diambil. Melansir Sora News 24, perusahaan Tone Mobile bilang akan menghapus foto buram berikut informasi tersebut setelah notifikasi terkirim ke perangkat yang disambungkan. Jadi nggak akan disimpan di server yang berpotensi bocor.

Advertisement

Misi ponsel canggih harga murah ini jadi jawaban para orangtua yang khawatir anaknya jadi korban pelecehan. Perusahaan Tone Mobile ingin melindungi anak-anak dari segala paksaan untuk mengirim foto nggak senonoh

Misi ponsel Tone e20 adalah melindungi anak-anak dalam menggunakan ponsel via www.pexels.com

CEO Tone Mobile, Atsuki Ishida seperti dikutip The Asahi Shimbun bilang, misi ponsel Tone e20 adalah memastikan anak-anak aman dalam menggunakan ponsel. Selain fitur proteksinya yang unik dan berguna, ponsel Tone e20 punya kemampuan yang sama dengan ponsel lainnya di pasaran. Dibekali pengaturan tiga kamera dengan besaran sensor 13MP, 12MP, 2MP dan kamera depan sebesar 8MP, dengan layar HD 6,26 inci dengan pemindai sidik jari di bagian belakang. Sementara untuk dapur pacu ponsel ini punya chipset Helio P22 dengan sistem operasi Android 9.0 Pie, memori internal 64GB dan baterai berkapasitas 3.900 mAh. Meski punya fitur canggih, ponsel ini tergolong murah dengan banderol harga 21.780 yen atau setara Rp2,9 juta aja!

Karena misi utamanya adalah melindungi anak-anak, maka untuk pengguna dewasa bisa menonaktifkan fitur Smartphone Protection. Tone Mobile bilang proteksi ini juga dikembangkan untuk melindungi setiap orang dari paksaan mengirim foto nggak senonoh. Jadi kalau penggunanya seorang dewasa dan sudah punya konsensus, maka bisa mengakses kamera tanpa batasan. Semoga aja tombol aktivasi fitur ini bisa disembunyikan biar anak-anak nggak bisa ngulik, ya~

Nah, sayangnya ponsel canggih harga miring dengan fitur berguna ini hanya dijual di Jepang. Semoga pengembang teknologi bisa memboyong inovasi ini ke Indonesia, agar kita juga bisa tenang memberikan ponsel ke anak, adik, atau keponakan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

An amateur writer.

CLOSE