Poster Ajakan Jumatan dari Prabowo Menuai Polemik, Memangnya Apa Tujuannya?

Prabowo salat jumat

Ada selentingan yang menyebutkan kalau lelaki yang melaksanakan salat Jumat itu akan bertambah kadar ketampanannya. Namun hal ini sepertinya tidak berlaku pada calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto. Pasalnya, beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa Prabowo akan melaksanakan salat Jumat saat kunjungannya ke kota Semarang. Nah, bukannya didukung karena akan bertambah kadar ketampanannya, orang-orang malah mempermasalahkannya. Kira-kira kenapa ya?

Kehebohan muncul setelah adanya poster elektronik berupa ajakan salat Jumat bersama Prabowo di Semarang

Poster asli sudah dihapus dari media sosial Mantaps via www.hanyatauaja.com

Advertisement

Pada kunjungannya ke Semarang 15 Februari ini Prabowo Subianto akan mampir ke Masjid Agung Kauman untuk melaksanakan salat Jumat di sana. Rencana tersebut kemudian dibuatkan sebuah poster elektronik yang berisi ajakan untuk berpartisipasi oleh Mantaps (Millennial Terdepan Prabowo Sandi) Wilayah Jawa Tengah. Poster yang itu kemudian tersebar ke media sosial dan mendapat berbagai respons dari banyak kalangan. Salah satunya adalah dari Juru Bicara PSI, Guntur Romli–dilansir dari Mojok.

“Salat Jumat kok pakai instruksi partai, undangan, dan pamflet, menggelikan. Nanti dianggap salat Jumat Perdana, seperti pemutaran film perdana, launching ‘Film Prabowo’…”

Karena banyak menuai polemik, akhirnya Mantaps sebagai pembuat poster elektronik buka suara

Perwakilan Mantaps memberikan klarifikasi via news.detik.com

Dilansir dari Detik, koordinator Nasional Mantaps Helda Alvi pun buka suara. Ia memberikan pernyataan bahwa pembuatan poster online tersebut hanya untuk diunggah ke media sosial saja, tanpa ada niatan untuk mencetak dan menyebarkannya. Ia pun juga membantah kalau ada edisi cetak dari poster ajakan salat Jumat tersebut.

Advertisement

“Dari kita sendiri di ID Mantaps Jateng kita sendiri yang bikin dan ngepost. Asal muasalnya ya kita reflek semangat sambut bapak yang datang ke Semarang.”

Alvi juga berharap agar niat baik mereka tidak diberitakan secara melebar. Pun Presidium Anti Pencitraan/Millennial, Rian D Subagio juga menambahkan kalau tujuan utama mereka membuat poster itu hanya untuk mengajak shalat Jumat bersama. Syukur-syukur bisa berdoa bersama agar Pak Prabowo sukses di Pemilu 2019.

Namun, tentu saja ada yang memberikan pembelaan, salah satunya berasal dari Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid

Advertisement

Tanggapan Hidayat Nur Wahid via news.detik.com

Dilansir dari Detik, ia menyatakan keheranan dengan orang-orang yang menentang poster ajakan salat Jumat bersama Pak Prabowo ini. Ia bingung, lha wong dulunya banyak yang mempertanyakan agama Pak Prabowo, kini giliran yang bersangkutan ingin terang-terangan beribadah justru malah dipermasalahkan.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, tak sedikit orang yang penasaran dan mempertanyakan agama apa yang dianut oleh calon presiden dari pasangan nomor urut 2 ini. Pasalnya Pak Prabowo jarang sekali (atau bahkan nggak pernah) mengunggah “bukti visual” dirinya ketika menjalankan ibadah. Lebih-lebih, ia pernah menolak wacana tes membaca Al-Quran bagi capres-cawapres.

Ya kita memang tidak tahu sih, tapi ya ibadah memang tidak perlu ditunjukan juga kan? Silakan menebak-nebak 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Not that millennial in digital era.

CLOSE