Wali Kota Risma Tolak Tawaran Jadi Menteri di Kabinet Jilid II, Alasan di Baliknya Sungguh Mulia

Risma tolak jadi menteri

Momen-momen pelantikan menteri kali ini terasa begitu membekas di benak kita semua. Selain karena ada wajah-wajah baru yang nggak terduga sebelumnya, acara perkenalan menteri oleh Presiden Jokowi kemarin juga terlihat santai karena dilakukan di tangga undak-undakan istana sambil duduk lesehan, jauh dari kesan formal seperti pada umumnya.

Advertisement

Tapi, di tengah euforia pelantikan ini, publik seperti teringat pada satu nama yang sukses bikin bertanya-tanya, kenapa ia tidak ada di daftar menteri kabinet baru Jokowi ya? Yup, Tri Rismaharani, wali kota Surabaya yang terkenal galak dan tegas. Soal kinerjanya nggak perlu ditanya. Kota yang dipimpinnya jadi juara karena banyak perubahan dibuatnya. Bukan karena tidak dipilih, kabarnya Risma memang menolak tawaran Jokowi jadi menteri karena suatu alasan mulia. Memang apa sih alasannya? Mari simak bersama.

Dari sederet tokoh berpengaruh di Indonesia, Tri Rismaharani termasuk salah satunya. Tapi dirinya justru tidak ada di daftar menteri kabinet Jokowi jilid dua

Risma tolak jadi menteri via surabaya.liputan6.com

Bagi banyak orang, mungkin Tri Rismaharani bukan nama yang asing lagi di telinga mereka. Debutnya sebagai wali kota Surabaya yang tegas, galak, dan keras membuatnya banyak dikenal dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selama ini banyak video beredar di linimasa yang membuktikan kalau Risma memang juaranya. Mulai dari videonya marah-marah ke ASN, menindak tegas warga yang tak taat aturan, hingga momen saat ia sujud minta maaf ke takmir masjid, semua mampu membuat kita menaruh hormat padanya, setinggi-tingginya.

Kemampuannya memajukan Surabaya hingga mampu menggaet sederet penghargaan kota terbaik itu, ternyata mampu menarik perhatian presiden untuk memasukkannya dalam daftar calon menteri kabinet baru.

Advertisement

Namun, tawaran itu rupanya ditolak oleh Risma. Bukannya apa-apa, ini karena Risma punya alasan mulia di baliknya. Makin respect rasanya!

Masih ingin membangun Surabaya via www.lensaindonesia.com

Ditemui wartawan di kediamannya, Risma mengaku kalau ia masih memiliki mimpi di Surabaya yang ingin ia selesaikan sampai tahun depan. Risma ingin menyelesaian yang pokok-pokok dulu, seperti kebutuhan makan untuk masyarakat di kotanya. Ia masih mau melanjutkan programnya memberi makan anak yatim hingga bagi-bagi beras untuk orang miskin. Selain dikenal sebagai pemimpin yang tegas, Risma memang diketahui pro rakyat kecil. Wajar jika banyak programnya yang memang fokus ke masyarakat menegah ke bawah.

Meski menolak, Risma nggak bisa memungkiri kalau secara pribadi ia ingin menerima tawaran Jokowi. Tapi, balik lagi, mimpinya di Surabaya belum selesai

Ia tetap merasa rugi menolak tawaran Jokowi via www.beritasatu.com

Kalau hitung-hitungan untung rugi, menurut Risma memang akan lebih untung jika ia menjadi menteri. Ini karena jabatannya di Surabaya memang tinggal satu tahun lagi. Sedangkan kalau jadi menteri ia akan menjabat sampai 5 tahun ke depan. Tapi kembali lagi, masih banyak hal yang ingin ia lakukan, Surabaya masih harus dibenahi lebih baik lagi dan lebih maju lagi.

Mungkin nggak banyak orang yang bisa punya pemikiran seperti Risma, tidak tergiur jabatan –secara, siapa sih yang nggak ingin jadi menteri?– dan tetap mengutamakan kepentingan rakyatnya. Apa yang dilakukan Risma bisa jadi contoh bagi banyak orang, terutama yang memegang jabatan penting supaya tetap mendahulukan tanggung jawabnya di atas kepentingan lain yang mungkin lebih “menggiurkan”. Sekali lagi, salut deh buat Bu Risma. Sehat-sehat selalu ya, Bu!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE