Dunia memang sepertinya sudah serba terbalik. Ketika warga kota metropolitan seperti Jakarta kesulitan membeli rumah dengan DP 0 Rupiah sekalipun, sebuah kota di Italia yaitu Ollolai justru baru saja mengumumkan menjual properti di sana hanya seharga 1€ atau 1 Euro saja! Hanya dengan uang setara Rp16 ribu, kamu bisa membeli rumah di kota cantik yang juga sangat bersejarah tersebut.

Berita yang sekilas terdengar ‘too good to be true‘ atau terlalu indah untuk jadi kenyataan ini nyatanya bukan hoax lho guys. Sebagaimana dilansir CNN, mengobral rumah dengan tarif nyaris gratis itu dinilai jadi satu-satunya cara menyelamatkan kota tua yang terletak di Pulau Sardinia, Italia tersebut. Bukan cuma Ollolai saja, sebenarnya banyak kota-kota lain di dunia yang sedang ‘jual diri’ supaya ada orang yang mau tinggal di sana. Meskipun sangat menggiurkan, ada beberapa fakta sedih yang harus kamu pahami soal tren yang sepertinya terbalik dengan realita di Indonesia ini. Berikut Hipwee News & Feature telah merangkumnya buat kamu. Simak deh~

Berbeda dengan kota besar yang makin sesak, kota-kota seperti Ollolai justru kekurangan penduduk. Dalam 10 tahun terakhir, warganya berkurang hingga 50%

Kota bersejarah yang ditinggalkan penduduknya via edition.cnn.com

Advertisement

Bisa sukses di kota besar tampaknya jadi tujuan hidup banyak generasi masa kini. Tak peduli di negara mana pun, baik di Indonesia maupun Italia. Iming-iming kehidupan kota besar yang modern, menyebabkan tingginya arus perpindahan orang keluar dari desa atau kota kecil untuk merantau. Seperti halnya yang terjadi di kota yang penuh sejarah dan tradisi seperti Ollolai. Dalam satu dekade terakhir, penduduk kota ini menyusut dari kisaran 2.250 jiwa menjadi hanya 1.300 jiwa.

Seiring berkurangnya penduduk, semakin banyak bangunan yang ditinggalkan begitu saja. Maka dari itu, daripada membiarkan kotanya ‘mati’ pelan-pelan, pemerintah lokal berinisiatif mengobral rumah-rumah tersebut dengan harga semurah-murahnya supaya ada yang mau bermukim di sana.

Permasalahan urbanisasi Ollolai diperparah dengan rendahnya angka kelahiran. Sedihnya masalah ini justru lebih banyak terjadi di Eropa atau negara-negara maju lainnya

Masalah serius di negara-negara maju karena generasi penerusnya semakin sedikit via edition.cnn.com

Ketika negara seperti Indonesia masih kesulitan mengontrol ‘ledakan’ penduduk, negara-negara di Eropa maupun negara maju di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan justru sedang getol memaksa warganya untuk memiliki anak sebanyak-banyaknya. Ollolai, kota kecil di Italia, juga terimbas tren di negara-negara maju di mana warganya semakin telat menikah atau memilih tidak memiliki anak. Maka dari itu laju pertumbuhan penduduk di kota ini sangat lambat, bahkan bisa jadi minus.

Advertisement

Urbanisasi dan lambatnya laju pertumbuhan penduduk, jadi alasan utama kenapa pemerintahnya akhirnya membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin pindah dan tinggal di sana.

Jadi rumah-rumah di Ollolai memang ditawarkan hanya seharga Rp16 ribu. Namun yang tertarik, harus memenuhi beberapa persyaratan lain

Salah satunya bersedia merenovasi rumah-rumah batu yang terbengkalai di Ollolai via edition.cnn.com

Sebagaimana dilaporkan Independent, penawaran ini dikabarkan berlaku hingga tanggal 7 Februari 2018 mendatang. Ratusan rumah-rumah batu yang terbengkalai di Ollolai memang benar-benar dijual seharga Rp16 ribu, tetapi siapapun yang membeli harus sanggup merenovasi rumah tersebut dalam kurun waktu 3 tahun dengan budget kurang lebih $25,000 atau sekitar Rp300 juta. Pasalnya, rumah-rumah di Ollolai memang kebanyakan sudah dalam kondisi rusak.

Rumah yang sudah dibeli juga tidak boleh dijual minimal 5 tahun ke depan. Tentunya dengan harapan orang-orang akan benar-benar tinggal di Ollolai. Meskipun ada ketentuan tersebut, nyatanya banyak orang tertarik. Hingga saat ini 3 buah rumah sudah dijual dan ada seratus request dari seluruh penjuru dunia. Mungkin cara kekinian untuk mengatasi masalah kependudukan ini memang bisa efektif di zaman global.

Bukan hanya Ollolai, banyak kota lain yang juga mengambil langkah ekstrem untuk menambah penduduk. Dari yang dibayar untuk punya anak, sampai digaji untuk pindah

Desa Bormida di Italia bersedia membayar Rp30 juta bagi yang pindah ke sana via www.lavanguardia.com

Pemerintah desa terpencil di Italia bernama Bormida, sampai rela membayar siapapun yang mau tinggal di sana dengan uang sebesar €2,000 atau sekitar Rp30 juta! Walikota Daniele Galliano menyiarkan pengumuman itu di beranda Facebooknya tahun lalu. Ini karena wilayah yang terletak 420 meter di atas permukaan laut dan berpenduduk sebanyak 394 orang itu kian mengenaskan sebab hampir semua anak muda di sana merantau ke kota terdekat, seperti Sanova dan sekitarnya.

Beda lagi dengan strategi di negara seperti Denmark. Di negara Skandinavia tersebut, sampai ada kampanye ‘Do It for Denmark!’ di mana pemerintah mendorong warganya untuk lebih sering ‘bikin’ anak demi masa depan negara. Siapapun yang berhasil ‘mengemban’ tugas negara tersebut, akan diberi berbagai fasilitas tambahan.

Langkah-langkah ekstrem yang sekilas terdengar tidak masuk akal itu jelas disebabkan karena kondisi dunia yang makin timpang. Ada negara yang kelimpungan karena kebanyakan penduduk, ada juga yang hampir jadi kota hantu karena penduduknya makin sedikit. Ya solusi untuk ‘mengundang’ orang untuk pindah ke tempat seperti Ollolai, memang nggak bakal serta merta membuat kota itu maju dan ‘hidup’ kembali. Tapi paling tidak, kini orang-orang tahu ada lho penawaran semacam ini. Jadi kalau memang ada yang sudah muak dengan penatnya kehidupan kota besar, penawaran seperti ini bisa banget dipertimbangkan….

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya