Tayang di GoPlay, Serial Terbaru Karya Gina S. Noer Ini Hadirkan Pergulatan Batin Dua Perempuan yang Diam-diam Dipoligami 

Serial Saiyo Sakato

Platform video-on-demand (VoD) belakangan bermunculan karena makin digandrungi. Di Indonesia kemunculannya jadi jawaban untuk kamu yang selalu mager ke bioskop karena terkungkung kesibukan. Salah satu di antaranya adalah GoPlay. Berada di dalam ekosistem Gojek, GoPlay memiliki misi mengoptimalkan industri film Indonesia dan memberi panggung pada sineas dan film nasional agar lebih dikenal pasar yang lebih luas.

Advertisement

Meneruskan misi mulia tersebut, serial ‘Saiyo Sakato’ karya kreator Gina S. Noer tayang di GoPlay. Memuat elemen kedaerahan dengan isu nan sentimental, VP Marketing GoPlay, Sasha Sunu, mengatakan hasil kerjasama GoPlay dengan Wahana Kreator ini merupakan bagian dari komitmen masing-masing dalam menghadirkan tayangan berkualitas.

“Cerita keluarga dengan sentuhan lokal punya daya tarik tersendiri, yang membuat kita membaur dengan para karakter,” ucap Sasha dalam konferensi pers serial ‘Saiyo Sakato’, Jakarta, Jumat (24/01/2020).

Masakan Minang sebagai bumbu pertikaian dua perempuan yang diam-diam dipoligami suami yang telah mati

Ki-ka: Gina S. Noer (Kreator & Sutradara ‘Saiyo Sakato’), Salman Aristo (Showrunner ‘Saiyo Sakatao’), di acara konferensi pers Serial GoPlay ‘Saiyo Sakato’, Jakarta, Jumat (24/1) (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Nggak jauh beda dengan film ‘Dua Garis Biru’ yang memboyong dua Piala Citra 2019, kali ini Gina S. Noer mengangkat tema poligami sebagai isu yang dekat namun luput dari pandangan masyarakat. Dibungkus dalam 10 episode cerita dengan keluarga sebagai ruang tengah, Gina selaku kreator mengaku kehadiran serial sebagai medium bercerita lah yang membuat ‘Saiyo Sakato’ akhirnya diwujudkan.

“Dalam Saiyo Sakato, yang menarik adalah ketika hal-hal yang sebenarnya ada, tapi nggak pernah diomongin. Untungnya sekarang ada (serial) mediumnya (bercerita). Karena nggak cukup kalau ngomongin cerita seperti ini cuma dalam waktu dua jam seperti di layar lebar,” jelas Gina.

Gina mengatakan ide cerita Saiyo Sakato sudah ada sejak 2015. Bahkan pernah ada stasiun TV yang menawarkan stripping untuk dijadikan sinetron. Tapi alih-alih menyambut baik tawaran agar bisa bercerita sepanjang mungkin, idealismenya sebagai sineas menolak itu.

Advertisement

“Karena kita merasa proses kreatifnya belum tentu maksimal. Ini materi yang mungkin banget episodenya panjang. Tapi belum tentu prosesnya bisa maksimal. Belum tentu kami bisa punya proses reading yang baik, proses penulisan yang baik, kemudian menemukan para aktor yang benar-benar menghidupkan nyawanya,” terang Gina.

Adegan serial ‘Saiyo Sakato’ (Foto: dok. GoPlay) via www.gojek.com

Mengusung Minangkabau sebagai eleman lokal pengikat cerita, tiga orang sutradara yang terlibat, yakni Gina S. Noer, Aditya Ahmad, dan Arief Malinmudo berhasil menyuguhkan keutuhan karya dengan tidak terasa maksa. Setidaknya itu yang terlihat dari dua episode yang di tayangkan sebelum konferensi pers, Jumat (24/01/2020). Keotentikan Minangkabau dalam serial ini cukup diwakilkan oleh rumah makan Padang. Sementara para pemain nggak perlu terlalu keras berusaha menjadi “Minang” dengan bahasa atau atribut lainnya, melainkan berfokus pada pesan yang diangkat yakni poligami dan konflik keluarga.

Unik meskipun bukan barang baru, dalam beberapa adegan para pemain berdialog langsung ke penonton. Metode penulisan dan storytelling tersebut adalah usaha para sineas untuk ‘menyederhanakan’ penyampaian pesan dan rasa yang terpendam dalam diri karakter kepada penonton.

“Setiap orang yang jadi korban atas konsekuensi yang tidak jujur, punya perasaan terpendam. Saya ingin sekali penonton merasakan irisan hati itu, makanya dibikin (storytellingnya) seperti itu,” tegas Gina.

Cut Mini yang block interaksi dengan Nirina Zubir demi capai emosi terbaik dalam cerita

Adegan serial ‘Saiyo Sakato’ (Foto: dok. GoPlay) via www.gojek.com

Wajah-wajah pemain ‘Saiyo Sakato’ cukup dikenal sekaligus ‘asing’ bagi penonton film Indonesia. Sebut saja Cut Mini, Nirina Zubir, Lukman Sardi, Fergie Britney, Jourfy Pranata, Chicco Kurniawan, Gamaliel Elazar, dan Chandra Satria. Serta pemeran pendukung Dea Panendra, Indra Jegel, Upiak Isil, dan aktris senior Ida Leman. Masing-masing pemain nyaris belum pernah beradu peran dalam satu frame cerita. Seperti Cut Mini dan Nirina Zubir yang bertemu sebagai dua perempuan yang dipoligami.

Bukannya menciptakan kekakuan seperti layaknya orang baru bertemu, Cut Mini mengaku lebih leluasa untuk berperan dan mendalami emosi korban poligami ketika beradu dengan Nirina. Ia bahkan langsung block interaksi dengan Nirina sebagai lawan mainnya sejak hari pertama proses reading berlangsung. Hal ini menurutnya penting agar proses mengadu perasaan sang karakter bisa terjadi dengan lepas.

“Begitu saya masuk reading room, saya udah langsung block Nirina. Itu karena saya emang harus mengadu rasa apa yang (karakter) saya rasakan terhadap dia,” ucap Cut Mini.

Cut Mini (kanan) di acara konferensi pers Serial GoPlay ‘Saiyo Sakato’, (Foto: Luthfi Rahmadian/Hipwee) via www.hipwee.com

Cut Mini juga menjelaskan, keputusannya mengambil peran tersebut karena ingin merasakan berada di posisi orang yang dipoligami. Tidak sepakat dengan poligami secara pribadi membuatnya makin ingin mengukuhkan keyakinannya tersebut. Dengan berperan sebagai seorang istri yang tertindas atas konsekuensi tidak jujur sang suami, ia ingin menyampaikan kepada penonton bahwa emang nggak enak dan berat jadi istri yang dipoligami.

“Saya ingin tahu rasanya. Bisa dikatakan juga itu salah satu alasan mengambil peran ini, selain saya juga bisa lebih keluar untuk mengatakan apa yang saya tidak suka, dan apa yang terjadi di lingkungan saya. Saya mencoba untuk berada dalam posisi itu, dan saya ingin memberikan rasa itu kepada kalian bahwa hati saya itu sakit,” tegas Cut Mini.

Untuk kamu yang tertarik dengan drama komedi dengan isu sentimental karya sineas dan pemain peraih Piala Citra 2019 ini, ‘Saiyo Sakato’ tayang setiap hari Kamis dan kini sudah berlangsung 3 episode di platform GoPlay.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

lebih menyukai titik. ketimbang koma,

CLOSE