Akhir-akhir negara kita memang sedang ‘diguncang’ dengan berbagai isu soal Pancasila, mulai dari artis yang menghina Pancasila dan justru dijadikan duta Pancasila, sampai berbagai diskusi yang mengangkat pemahaman dasar negara. Sebenarnya keresahan yang sedang kita lalui sama; kalau orang-orang tidak menghayati dasar negara, mau jadi apa negara kita?

Terlebih lagi sebagai pejabat dan petinggi negara, sudah seharusnya nilai-nilai Pancasila nggak sekadar dipahami saja, tapi juga diamalkan dalam bernegara. Bukankah Pancasila adalah dasar negara, akar dari segala aturan perundangan, falsafah negara, dan intisari perjuangan para pendahulu? Baru-baru ini beredar video seorang Gubernur Sulawesi Barat yang ‘salah baca’ teks Pancasila ketika jadi inspektur upacara. Hmmm… baca selengkapnya di uraian Hipwee News & Feature berikut ya!

Sebagai inspektur upacara, Gubernur Sulbar tentu membacakan Pancasila kemudian diikuti oleh peserta

Advertisement

Pada upacara peringatan Hari Pahlawan di Mamuju, 10 November lalu, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar berkesempatan menjadi inspektur upacara. Ketika membacakan Pancasila, tanpa diduga, gubernur tersebut salah membaca urutan Pancasila. Setelah sila pertama dan hendak menyebutkan sila kedua, ia justru menyebutkan “…keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia“. Peserta upacara pun riuh, sebagian menirukan apa yang dikatakan gubernur sebagian lagi mencoba menyebutkan sila yang benar. Begitu menyadari bahwa ia salah menyebut urutan, gubernur pun meralat dan kembali menyebutkan sila yang benar lalu diikuti peserta.

Meski mengaku salah menyebut urutan Pancasila, namun Ali Baal Masdar justru berargumen bahwa seharusnya sila pertama dan kelima berdekatan

Pada pidato yang ia sampaikan di kesempatan yang sama, Ali Baal Masdar justru memberikan argumen soal Pancasila yang tadi salah ia baca. Gubernur yang juga mantan Bupati Polewali Mandar ini beranggapan bahwa seharusnya sila pertama dan sila kedua Pancasila berdekatan. Ia juga menyinggung soal radikalisme, terorisme, dan komunisme yang bisa saja bersumber dari urutan Pancasila.

“Saya salah ucap, sila kedua di bawah sila kelima, kenapa? Karena saya selalu berpikir radikalisme, terorisme, komunisme, aksi demo, dan persoalan lainnya karena masih terlalu jauh antara sila pertama dengan sila kelima Pancasila,” ujar Ali Baal Masdar dilansir melalui Kompas.

Video dan berita ini pun viral. Banyak netizen yang menyayangkan sikap Gubernur Sulbar ditambah alasannya yang kurang masuk akal

Unggahan di media sosial via www.instagram.com

Advertisement

Video Gubernur Sulbar yang salah baca urutan Pancasila ini mendadak menjadi viral di media sosial. Banyak netizen yang mengomentari dan menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, Ali Baal Masdar merupakan seorang pejabat dan wakil rakyat yang seharusnya menjadi garda depan percontohan nasionalisme masyarakat. Jika urutan Pancasilanya saja tidak hafal, bagaimana soal pemahamannya?

@rante.89 Sa ae ngelesnye kaya petinju…hahha TENGSIN
@betok_27 Jadi radikalisme, terorisme dll, terjadi karen pancasila sila pertama dan kelima terlalu berjarak? Super sekali otak bapak gubernur ini 👍👏👏
@rickyfernaldiPancasila gak usah di baca aja harusnya ud hafal.. lha ini kok malah nyalahin urutan pancasilanya.. aneh bin ajaib…

Pendidikan Pancasila memang penting banget. Sebagai dasar dan ideologi negara, kita udah seharusnya benar-benar menghayati dan mengamalkan Pancasila

Nilai-nilai Pancasila yang makin terkikis via agungdwirahardjo.files.wordpress.com

Sedari kecil, kita selalu diberikan pendidikan Pancasila dan pemahaman soal dasar negara ini. Siapa nih yang waktu ujian TK dulu disuruh menghafal Pancasila? Bahkan setiap anak paling tidak harus menghafal Pancasila. Meski tidak dengan sengaja menghafalkannya, seharusnya kita bisa hafal karena setiap Senin mengikuti upacara bendera lho! Nggak hafal Pancasila memang nggak akan bikin kita masuk penjara, namun kalau nggak hafal Pancasila bagaimana bisa kita menghayati maknanya?

Nah kalau bangsa ini sudah nggak bisa menghayati makna dari Pancasila tentunya rasa memiliki dan mencintai bangsa ini makin terkikis. Tapi jangan sampai kita sibuk mengkritik dan menghujani orang lain dengan komentar pedas karena kurangnya pengetahuan mereka soal Pancasila. Coba sama-sama bercermin dan berbenah yuk! Coba deh sebutkan Pancasila dari sila pertama hingga terakhir tanpa nyontek dan browsing. Masih hafal nggak?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya