Satu Lagi Alasan Untuk Pesimis Akan Masa Depan Amerika dan Dunia, Cek Deh 5 Orang Pilihan Trump Ini

Meski Hillary Clinton mengalahkan Trump dalam pemilihan populer dengan lebih dari 2,8 juta suara, tapi ‘nasi sudah jadi bubur’. Donald Trump sudah resmi memenangkan pemilu dan menjadi Presiden Terpilih Amerika Serikat. Dengan mendapatkan lebih dari 50% Electoral College yaitu 290 suara elektoral, Trump memang tidak perlu memenangkan pemilihan populer. Kemenangan Trump sah secara konstitusional, meski jutaan penduduk menangis dan turun untuk protes di jalan. Empat tahun Kepresidenan Donald Trump adalah realita yang harus diterima rakyat AS. Mengingat besar pengaruh negara adidaya ini di dunia, orang Indonesia seperti kita juga perlu was-was akan perkembangan ke depan.

Apa yang sudah terjadi, tak bisa diulang kembali

Apa yang sudah terjadi, tak bisa diulang kembali via christianpost.com

Masih ada beberapa waktu sebelum Barack Obama menyerahkan pemerintahan AS secara resmi kepada Trump, tapi ada perubahan luar biasa yang sudah mulai terjadi. Salah satunya adalah pemilihan anggota kabinet. Tak seperti polisi kebanyakan yang jelas garis kebijakannya, Trump adalah seseorang yang tidak bisa ditebak. Namun pilihan awalnya untuk anggota kabinet, tampaknya tak kalah sensasionalnya dengan pribadinya sendiri. Ada pilihan yang mengundang tawa, membuat heran, dan memancing amarah. Ini beberapa diantaranya.

ADVERTISEMENTS

1. Produser film ‘Suicide Squad‘, Steven Mnuchin terpilih jadi Treasury Secretary. Jabatan setingkat menteri yang mengurusi urusan finansial dan pasar saham

khdos

Banker yang mendapatkan kekayaan dari investasi pembuatan film Hollywood via www.thewrap.com

Mnuchin adalah penasihat finansial Donald Trump semasa kampanye. Namun sebenarnya jika dibandingkan kemampuan analisis finansialnya, Mnuchin jauh lebih terkenal sebagai produser film-film Hollywood. Meski pernah bekerja selama 17 tahun di salah satu bank terbesar di dunia yaitu Goldman Sachs, nama Steven Mnuchin mencuat sebagai produser eksekutif dari film blockbuster yang berjudul ‘Suicide Squad‘.

ADVERTISEMENTS

2. Eks CEO World Wrestling Entertainment (WWE), Linda McMahon terpilih mengepalai Small Business Administration. Badan pemerintah setingkat kementerian yang mengurusi UKM

Trump pernah mencukur rambut suami Linda live di WWE

Trump pernah mencukur rambut suami Linda live di tv dalam acara WWE via crooksandliars.com

Jangan salah, menjadi CEO dari organisasi gulat-entertainment terbesar dunia seperti WWE itu sebuah pencapaian yang tidak bisa disepelekan. Namun tanpa pengalaman politik dan berstatus sebagai donor terbanyak dalam kampanye presiden Trump, membuat semua orang berpikir terpilihnya McMahon hanyalah kompensasi semata. Ya mungkin Trump berharap McMahon dapat menggunakan pengalamannya membangun WWE untuk mengelola dan mengembangkan industri kecil dan menengah di AS.

ADVERTISEMENTS

3. Andrew Puzder, CEO franchise makanan cepat saji Carl’s Jr terpilih sebagai Secretary of Labor. Posisi setingkat menteri yang mengurusi masalah ketenagakerjaan 

knosicn

‘Ugly ones don’t sell burgers’ , Puzder terkenal hanya menggunakan cewek cantik berbikini untuk iklan restorannya via jrn.com

Selain sama-sama CEO perusahaan, Puzder dan Trump mungkin memiliki kesamaan pandangan tentang perempuan. Tidak jauh beda dengan Trump yang pernah tersandung kontroversi karena pernyataannya tentang kaum hawa, kutipan-kutipan Puzder juga terkenal merendahkan perempuan. Sama seperti kebanyakan pilihan Trump untuk kabinet barunya ini, Pudzer juga belum pernah memegang jabatan apapun dalam pemerintahan. Satu-satunya pandang politiknya yang terkenal adalah bahwa dia menentang wacana untuk menaikkan upah kerja minimum.

ADVERTISEMENTS

4. Steve Banon mungkin adalah sosok paling kontroversial. Tak mungkin disetujui parlemen jika ditunjuk jadi menteri, Trump langsung mengangkatnya sebagai staf pribadi yakni jadi Chief Strategist 

obkh

Terkenal sebagai orang yang sangat rasis dan condong mendukung white supremacy  via www.churchmilitant.com

Sejak penunjukkan Banon jadi manajer kampanye pemenangan Trump saja, protes keberatan berdatangan dari seluruh penjuru arah. Di AS, sosok Banon identik dengan kata ‘white supremacy‘ yang merasa superioritas kelompok kulit putih harus selalu dijaga sehingga seringkali melontarkan cemoohan pada imigran atau kaum minoritas. Banon adalah pendiri dan pemimpin dari jaringan berita kontroversial Breitbart. Headline-nya seringkali berbau ‘sara’ sampai memancing hujatan dari masyarakat umum. Dan sekarang, orang dengan pemikiran berbahaya ini akan punya kendali besar di Gedung Putih.

ADVERTISEMENTS

5. CEO ExxonMobil, Rex Tillerson akan jadi Secretary of State atau jabatan setingkat menteri luar negeri. Tillerson juga diketahui sangat dekat dengan Vladimir Putin

khcswivw

Tokoh yang jadi simbol perubahan besar dalam hubungan luar negeri AS via nyt.com

Secara garis kebijakan, terpilihnya Tillerson jadi menteri luar negeri mungkin akan jadi perubahan yang paling besar. Perubahan yang banyak dikhawatirkan justru jadi kemunduran dan membahayakan stabilitas keamanan dunia. Perannya yang nantinya sangat besar dalam perjanjian-perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris tentang pemotongan gas karbon dunia atau yang hubungannya dengan perjanjian damai dengan Iran. Tillerson yang seumur hidupnya berjuang mengedepankan kepentingan perusahaan minyak, sepertinya tidak begitu tertarik melanjutkan perjanjian untuk beralih ke energi hijau.

Ternyata Trump memilih mengelilingi diri dengan orang-orang yang mirip dengannya. Baik dari segi kekayaan maupun kepribadian. 17 orang yang terpilih dalam kabinet bentukan Trump ini, memiliki uang yang lebih banyak dari kekayaan 43 juta atau sepertiga penduduk termiskin di AS digabung. Kalau tidak CEO, Trump memilih kelompok militer yang sepaham atau memang orang-orang terdekatnya selama masa kampanye. Bagaimanakah grup miliuner ini memimpin AS ke depannya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE