Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Bahkan konon, seseorang akan lebih mudah bertahan hidup tanpa makanan ketimbang tanpa air. Namun seiring dengan ‘hingar bingar’-nya zaman, akses orang terhadap air minum yang bersih dan higienis justru semakin terbatas. Semakin mahal lebih tepatnya. Apalagi dengan semakin kotornya sumber air, banyak orang yang kini harus bergantung pada air galon atau kemasan untuk air minum. Belum lagi tren air mineral kemasan yang makin menggila!

Lihat saja deretan air mineral kemasan yang dijual di minimarket sekitar rumahmu. Bukan cuma beda nama mereknya doang, harga air putih pun sekarang sangat bervariasi. Dari yang ‘normal’ seharga Rp2.000 sampai ada yang dijual sebotolnya Rp10.000, padahal ya sama-sama air putih. Tahukah kamu kalau ada juga air putih yang harga sebotolnya sampai jutaan Rupiah?! Bahkan ada ahli air mineral yang dibayar keliling dunia hanya untuk mencicipi air putih! Emangnya apa sih bedanya? Apa air yang lebih mahal berarti lebih sehat?! Yuk cari tahu bareng Hipwee News & Feature.

Contoh paling gila dari tren air putih kekinian ini adalah Acqua di Cristallo. Dikemas dalam botol emas 24 karat, botol 750ml-nya dijual seharga US$ 60 ribu atau sekitar Rp80 juta!

Kalau tanpa botol emasnya, kira-kira harganya jadi berapa ya?! via www.funcage.com

Advertisement

Apapun yang terbuat dari emas 24 karat pastinya harganya bakal mahal banget, termasuk botol air minum kemasan. Kalau airnya sendiri?! Menurut perusahaan yang memproduksi air kemasan termahal di dunia ini, airnya diklaim berasal dari campuran mata air asli di Fiji dan Perancis. Ini cuma sekadar contoh aja sih seberapa gilanya tren air kemasan, soalnya harga bombastis itu jelas lebih berasal dari botolnya bukan airnya.

Nah kalau botolnya nggak pakai emas berlian tapi cuma plastik biasa, kira-kira apa sih yang membedakan komposisi air putih sampai bisa dihargai beda-beda banget?! Sebagaimana dilansir dari Business Insider‘sommelier’ (ahli minuman profesional) air mineral, Martin Riese, menjelaskan bahwa air ‘premium’ dibedakan dengan air biasa dari purity, kandungan mineraldan presentasi alias kemasannya. Meski dijual dengan harga yang jauh lebih mahal, nyatanya bisnis air premium ini naik dari tahun ke tahun. Makin banyak orang yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk sebotol air putih.

Zaman dulu mungkin air bersih bisa diambil secara bebas di sumber-sumber air. Sekarang sih kalau nggak dilindungi negara, ya dikelola jadi bisnis yang sangat menguntungkan

Punya sumber air bersih itu jadi standar kelayakan hidup utama yang harus dipenuhi siapapun via www.thoughtco.com

Kalau lihat film-film petualangan klasik atau sejarah, para petualang biasanya bakal minum air dari sungai atau aliran air di pegunungan. Sekarang sih kebanyakan orang udah nggak bisa lagi kayak gitu. Pasokan air utama masa kini berasal dari keran yang disalurkan oleh pemerintah atau mungkin pihak swasta. Kualitas airnya pun jelas tidak sejernih dan seaman dulu karena banyaknya polusi seiring perkembangan zaman. Ada pemerintah yang menyalurkan air saringan khusus yang aman buat diminum langsung oleh warganya. Tapi ada juga yang masih butuh disterilkan lagi, baik dengan cara merebus maupun pakai alat sterilisasi tambahan.

Saking minimnya sumber air bersih, masyarakat modern banyak yang akhirnya memilih untuk beralih ke air kemasan

Tersedia dalam berbagai kemasan sesuai dengan kebutuhan via allergyandair.com

Advertisement

Ya namanya juga bisnis, perusahaan-perusahaan akhirnya berlomba-lomba membuat air putih terbaik. Salah satu sering jadi senjata penjualan adalah purity alias kemurnian air. Makanya jadi penting banget untuk membuktikan bahwa sumber airnya bebas dari polusi dan masih alami dengan menyebutkan ‘berasal dari mata air pegunungan xxx‘ atau ‘tetesan salju glasier‘. Air yang berasal langsung dari sumber air alamiah inilah yang sebenarnya disebut air mineral. Tapi ada juga air kemasan yang tidak jelas asalnya tapi melalui berbagai proses purifikasi atau pemurnian. Ya logikanya ya berasal dari sumber asli biasanya dihargai lebih mahal.

Selain faktor kemurnian, ada juga masalah kandungan mineral. Makanya mulai banyak tuh produk air kemasan yang menyertakan kandungan pH-nya

Air pH tinggi atau alkali, beberapa tahun belakangan ini jadi tren kesehatan baru via pushjuice.com

pH adalah konsentrasi kandungan ion hidrogen dalam sebuah campuran. Nah air murni itu biasanya kandungan pH-nya netral mendekati angka 7, sedangkan yang kurang dari 7 dikategorikan asam dan yang lebih dari 7 disebut basa atau alkali. Dulu sih tidak ada perdebatan bahwa air yang paling baik itu adalah air murni dengan pH seimbang alias netral. Tapi beberapa tahun belakangan ini, mulai banyak yang percaya kalau air alkali ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan.

Kepercayaan itu berasal dari logika bahwa keasaman dalam tubuh itu harus dinetralisir jika tidak ingin menyebabkan penyakit. Namun masih banyak juga ahli kesehatan yang skeptis kalau pH dalam tubuh bisa semudah itu diseimbangkan dengan konsumsi air alkali saja. Selain pH, mulai banyak juga tambahan mineral lain yang ditambahkan dalam air dengan serentetan klaim kesehatan seperti ‘air hitam’ dengan kandungan mineral fulvic. 

Makin banyak kandungan mineralnya, makin mahal. Plus buat orang penasaran juga sih via noveltystreet.com

Sah-sah aja sih kalau industri air kemasan mau berinovasi segila apa, tapi semoga hak dasar manusia untuk dapat mengakses air bersih bisa tetap terjamin

Mau air kemasan semahal apa, warga harus tetap punya akses ke air bersih. Pemerintah harus berperan sih via Tribunnews.com

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” bunyi Pasal 33 (3) dari UUD 1945

Mengingat betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia, nggak heran kalau salah satu pasal dalam UUD 1945 kita sampai berikrar melindungi air untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Makanya meskipun makin banyak industri swasta yang berusaha meraup keuntungan sebesar-besarnya dalam menjual air kemasan, tugas negara deh kayaknya buat menjamin warganya tetap punya pilihan terjangkau untuk selalu dapat air bersih yang aman untuk dikonsumsi.

Yang punya duit lebih, mungkin bisa memilih air premium dengan segala klaim kesehatannya. Namun warga miskin pun harus tetap punya akses terhadap air bersih untuk menopang keberlangsungan hidupnya. Apalagi di negara yang berasas kerakyatan semacam Indonesia, seharusnya air bersih tersedia seluas-luasnya untuk kepentingan rakyat. Eh yang terjadi malah sebaiknya. Air bersih makin mahal dan tidak terjangkau bagi kelompok masyarakat miskin. Di daerah sulit air seperti Gunung Kidul, sebagian besar pendapatan warganya habis untuk beli air bersih. ‘Kan miris ya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya