Selfie‘ atau menurut bahasa Indonesia yang baik dan benar disebut ‘swafoto’, kembali berakhir petaka. Mungkin banyak dari kamu yang belum menyadarinya, tetapi selfie semakin sering menyebabkan kecelakaan fatal dan korban meninggal dari tahun ke tahun. Seperti musibah yang terjadi kepada sebuah keluarga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada malam pergantian tahun baru kemarin. Sebagaimana dilaporkan Kompas, seorang ayah dan dua anak ditemukan tewas setelah diduga terpeleset ketika sedang swafoto di pinggiran sungai.

Kecelakaan seperti ini jelas bisa terjadi kepada siapa pun. Apalagi selfie sudah jadi bagian tak terlepaskan dari keseharian kita. Namun melihat bagaimana kecelakaan saat selfie seperti ini semakin sering terjadi, tampaknya kita semua wajib lebih berhati-hati ketika ingin ber-selfie. Bahkan beberapa tempat wisata mungkin sudah harus memasang larangan selfie khusus supaya kejadian seperti ini tidak terulang. Biar tambah waspada, yuk simak kisah selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Ingin abadikan momen pergantian tahun, keluarga asal Trenggalek ini berswafoto di bibir kolam sungai. Namun licinnya bebatuan yang jadi pijakan membuat Sang Ayah yang menggendong dua anak kembarnya terpeleset

Lokasi kejadian di Jurug Gue, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur via video.tribunnews.com

Advertisement

Sama seperti keluarga-keluarga lain yang ramai berlibur saat tahun baru, keluarga asal Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Trenggalek ini, berkunjung ke kawasan wisata air terjun Jurug Gue untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Sebelum meninggalkan lokasi, sekitar pukul 02.00 WIB, keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan empat orang anak itu ingin selfie bersama di pinggiran kolam sungai di sekitar Jurug. Masih menurut laporan Kompas, Sang Ayah, Joko Susapto (36) yang ber-selfie dengan menggendong kedua anak kembarnya Kalia (2) dan Kalista (2), tergelincir dan tercebur ke dalam sungai karena bebatuan yang dipijaknya licin.

Dua anak kembar itu dapat diselamatkan oleh ibunya. Namun sayangnya dua anak lainnya yang berusaha menyelamatkan ayah mereka, justru ikut tenggelam

Jenazah ketiganya langsung dievakuasi via www.tribunnews.com

Melihat kejadian tersebut, Sang Ibu, Dumani (36), dan anak-anaknya yang lebih besar Faiz (10) dan Arinda (11) — refleks ikut menyebur dan mencoba menyelematkan anggota keluarganya. Sang Ibu berhasil menyelamatkan kedua anak kembarnya, sementara Faiz dan Arinda justru ikut tenggelam karena diduga tidak dapat berenang ketika berusaha menyelamatkan ayahnya. Jenazah ketiganya langsung dievakuasi oleh pihak berwajib dengan bantuan warga, sementara ibu dan kedua anak kembarnya kini dalam perawatan di rumah sakit.

Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan fatal karena selfie atau swafoto. Tampaknya kini perlu ada larangan selfie khusus di tempat-tempat wisata yang kiranya punya potensi bahaya

Perlu ada zona khusus di mana orang-orang tidak boleh ber-selfie via www.jellyshare.com

Petaka yang terjadi kepada keluarga Joko Susapto di atas, sebenarnya bisa saja terjadi pada kita semua. Selfie kini seringkali jadi refleks utama ketika kita melihat pemandangan indah, makanan enak, sampai bahkan bencana. Keinginan untuk mengabadikan momen itu sebenarnya tidak salah, apalagi ada teknologi yang mempermudah kita untuk mengambil foto sendiritapi kita wajib berhati-hati dan tidak lupa untuk melihat situasi sekitar. Karena nyatanya kini banyak orang yang sampai kehilangan nyawa ketika ber-selfie. 

Advertisement

Ke depannya, pemerintah juga mungkin harus mendorong pemasangan tanda larangan selfie di tempat-tempat wisata seperti kawasan air terjun semacam Jurug Gue demi keselamatan bersama. Tempat wisata internasional seperti Disneyland pun sekarang sudah menerapkan larangan selfi-stick untuk para pengunjung.

Nah kalau menurut kalian, tempat-tempat seperti apa aja sih Guys yang perlu larangan selfie?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya