Keinginan untuk mengabadikan momen-momen spesial mungkin merupakan salah satu sifat mendasar yang dimiliki tiap manusia. Semua orang pastinya ingin memiliki bukti yang dapat dikenang dari petualangan-petualangan ke tempat baru atau momen spesial dengan orang terkasih. Seiring perkembangan zaman, cara mengabadikan momen pribadi pun menjadi semakin canggih, praktis, dan dapat dilakukan sendiri- ditandai dengan lahirnya kultur selfie. Namun ironisnya, kultur selfie yang berlebihan kini justru banyak dianggap tidak berfaedah dan bahkan membuat banyak orang celaka.

Seperti kasus mengerikan yang baru saja terjadi di Nusa Tenggara Barat. Sepasang sejoli ditemukan tewas terhempas ombak ketika tengah asyik ber-selfie di Pantai Telawas, Lombok, NTB. Mirisnya, seperti yang diketahui bersama, ini bukan pertamakalinya selfie sampai berakhir dengan kematian. Bahkan naiknya angka kematian maupun kecelakaan karena selfie adalah fenomena yang sedang terjadi di seluruh dunia.

Advertisement

Pada tahun 2015 yang lalu, terdapat studi khusus yang mencatat kematian ‘selfie‘ secara global telah melampai angka kematian karena serangan hiu. Biar tambah waspada dan hati-hati, yuk simak ulasan Hipwee News & Feature selengkapnya.

Liburan romatis berubah menjadi tragedi bagi Dedy dan Eka. Keduanya ditemukan tidak bernyawa setelah terakhir diketahui sedang ber-selfie di pinggiran pantai

Dedy Suriadi dan Eka Darmayanti via regional.kompas.com

Saat tengah berlibur ke Pantai Telawas di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok sepasang kekasih terempas ombak dan ditemukan dalam keadaan tewas. Dilansir melalui Kompas, jasad keduanya ditemukan dalam waktu yang berbeda. Eka Darmayanti, ditemukan sudah tidak bernyawa pada Minggu (14/1), sedangkan kekasihnya, Dedy Suriadi baru ditemukan pada hari Selasa (16/1) dua hari kemudian.

Pada Minggu siang dua sejoli ini tengah menikmati suasana pantai di sebuah tebing bebatuan pinggir pantai. Tanpa diduga ombak besar pantai menghempas tempat dimana mereka tengah asyik mengabadikan momen. Eka dan Dedy pun sempat menghilang. Lalu tak berapa lama, tim rescue menemukan jasad Eka tidak jauh dari tebing bebatuan. Sementara jasad Dedy ditemukan dua hari kemudian.

Mirisnya, ternyata hal serupa juga pernah terjadi di pantai yang sama. Mungkin aparat setempat perlu memasang tanda peringatan supaya tragedi seperti ini tidak terjadi lagi

Tebing bebatuan yang dikelilingi ombak besar sering dijadikan spot selfie via regional.kompas.com

Advertisement

Dikenal sebagai pantai berombak besar, banyak wisatawan yang sengaja berkunjung. Bahkan tebing bebatuan dengan deburan ombak yang seolah memacu adrenalin itu sempat jadi tempat favorit untuk berselfie. Kasus nahas seperti Eka dan Dedy ini juga pernah terjadi di pantai ini. Seorang wisatawan asal Bandung, Febri Rafud Hadirman juga terempas ombak dan tewas di Pantai Telawas saat selfie. Alih-alih mengabadikan spot unik dan ‘menantang’, banyak orang yang terbukti celaka ketika sibuk mengambil foto diri.

Mungkin sudah waktunya pemerintah setempat juga memasang tanda larangan selfie di tempat-tempat berbahaya atau berisiko seperti ini.

Terlalu asyik berpose sambil memegang kamera atau tongkat selfie, memang membuat banyak orang seringkali kehilangan fokus dan tidak sadar dengan keadaan sekitar

Jika tidak berhati-hati, kultur kekinian ini terbukti bisa sangat berbahaya via lifestyle.kompas.com

Berlibur adalah saat yang menyenangkan. Apalagi mengunjungi tempat-tempat nan indah bersama orang terkasih. Tentunya berselfie dan berfoto ria sudah bak kewajiban yang nggak boleh dilupakan. Selfie bisa jadi bukti, sebuah achievement unlocked, kalau kita pernah berkunjung dan bersenang-senang di tempat tersebut. Namun yang perlu kita ingat, saat berselfie juga jangan sampai membuat diri kita berada dalam bahaya. Sedikit saja lengah maka nyawa memang jadi taruhannya. Usahakan tetap waspada ya guys, cari tempat yang paling aman dan nyaman untuk dijadikan spot foto. Kamu pun bebas berpose tanpa khawatir terancam bahaya.

Terlebih lagi di zaman yang terobsesi dengan segala sesuatu yang update. Meski kini kita dapat mengabadikan semua momen, tapi tetap harus tahu tempat dan waktu

Kepentingan update membuat banyak orang lupa diri via fortune.com

Intagram story, Whatsapp status, Facebook, Tweet, hingga path seringkali jadi prioritas dibanding dengan liburan itu sendiri. Seolah tanpa melakukan sebuah pembuktian ke follower jika kita sedang berlibur, maka sama saja nggak liburan. Padahal esensi sebenarnya dari berlibur adalah me-refresh kembali otak kita, menikmati keindahan alam di sekitar kita, baru lalu sesekali mengabadikan momen untuk bisa dikenang kemudian hari.

Namun kepentingan update tampaknya sudah menjadi obsesi tersendiri dari generasi millennial. Bahkan banyak selfie yang akhirnya hanya menunjukkan betapa egois dan narsisnya seseorang. Tetapi jelas yang lebih berbahaya adalah ketika orang kehilangan fokus saat ber-selfie dan mencelakai dirinya sendiri. Ber-selfie boleh guys, tapi bener deh harus hati-hati banget!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya