‘Masuk angin’ adalah penyakit yang nggak kenal kasta. Mulai dari rakyat jelata, bangsawan, sampai pejabat, entah itu anak kecil, remaja, dewasa, muda, atau manula, pasti pernah mengalami penyakit ini. Gejalanya jelas sudah menjadi pengetahuan bersama. Mulai dari meriang, perut kembung, pusing, mual, dan pegal-pegal. Obatnya pun sederhana, cukup dikerok dan minum teh panas. Kalau belum cukup, pake koyo dan dibalur minyak kayu putih.

Dalam kehidupan berbangsa, penyakit ‘masuk angin’ adalah yang paling nasionalis dan merata ke seluruh pelosok negeri. Dari sabang sampai merauke, pasti semua paham bila kamu sebut soal ‘masuk angin’. Tapi coba saja bercerita kepada temanmu di luar negeri tentang penyakit satu ini, yang ada kamu hanya ditertawakan ramai-ramai.

Jadi apa iya, ‘masuk angin’ itu hanya penyakitnya orang Indonesia?

1. Meski hampir dialami oleh semua orang di Indonesia, penyakit masuk angin ini sebenarnya nggak ada dalam dunia medis

Duh, tiba-tiba nggak enak badan 🙁 via opexanalytics.com

Meskipun masuk angin sudah umum menjadi penyakit kita bersama, namun sebenarnya dalam dunia medis penyakit masuk angin itu tidak pernah ada lho. Yang dikenal dalam dunia medis adalah konsep malaise, yaitu ketika tubuh dalam kondisi tidak fit yang menyebabkan rasa tidak enak badan, seperti perut kembung, pegal-pegal, pusing, demam, pilek, mual ataupun kedinginan. Nah, masuk angin adalah konsep yang digunakan oleh orang Indonesia untuk menyebut sekumpulan gejala di atas. Dengan kata lain, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah tentang ‘masuk angin’.

2. Konsep yang selama ini tertanam di kepala, masuk angin berarti badan kita kemasukan angin. Padahal tubuh kita memang harus ‘kemasukan angin’ untuk tetap hidup

Advertisement

Kalau nggak ‘masuk angin’ gimana kita bernapas? via www.thewayofmeditation.com.au

Selama ini kita percaya bahwa masuk angin disebabkan oleh dalam tubuh kita kemasukan angin. Itu jugalah yang membuat perut kembung dan mengeluarkan bebunyian aneh. Turun temurun juga dipercaya bahwa dengan sendawa dan kentut keras-keras, gejala itu akan hilang sebab angin-angin yang ada dalam tubuh dibuang. Padahal untuk tetap hidup kita harus bernafas. Sementara bernafas artinya memasukkan ‘angin’ (oksigen) dalam tubuh. Kalau tidak ada angin yang masuk, tentu kita tidak hidup lagi. Penyebab pasti gejala ‘masuk angin’ itu beragam, yang jelas bukan karena angin masuk secara besar-besaran dalam tubuh kita.

3. Saat perut terasa kembung, yang terjadi sebenarnya bukanlah angin dari luar masuk ke dalam tubuh. Melainkan karena gas yang terbentuk dalam tubuh

Perut kembung via lifestyle.okezone.com

Konsep ‘masuk angin’ sama dengan tubuh kita kemasukan angin itu sebenarnya lumayan salah kaprah. Perut kembung dan bebunyian aneh yang keluar dari sana itu memang benar terjadi. Benar juga itu disebabkan oleh adanya gas dalam rongga perut. Tapi gas ini terbentuk di dalam tubuh dan tertahan di sana karena penyakit tertentu. Kamu yang punya riwayat penyakit maag, perut kembung bisa terjadi saat asam lambung meningkat. Hal ini bisa saja terjadi karena kamu salah makan, telat makan, ataupun makan terlalu cepat.

4. Demam dan pilek setelah kehujanan atau terlalu lama di ruangan ber-AC, sebenarnya itu bukan masuk angin melainkan gejala influenza

Bersin-bersin karena flu via www.today.com

Selain perut kembung, gejala yang umum dalam ‘masuk angin’ adalah meriang dan pilek. Dalam ilmu kedokteran ini disebut dengan ‘flu like symptoms’. Gejala ini umum terjadi bila kamu kehujanan atau terlalu lama berada dalam ruangan AC. Gejala ini bisa menjadi awal dari penyakit influenza. Tapi bisa juga sekadar tanda bahwa kamu harus istirahat, karena kondisi tubuh yang tidak fit atau malaise tadi. Nah bila malaise yang terjadi, kondisimu akan membaik dengan sendirinya saat sistem imun kita sudah kembali bekerja maksimal.

5. Salah satu obat yang terkenal mujarab masuk angin adalah kerokan. Tapi sebenarnya, kerokan nggak bisa ‘mengusir angin’ dalam tubuh lho

Itu bukan luka kekerasan, itu akibat kerokan! via flickrhivemind.net

Sebagai penyakit rakyat jelata, pengobatan masuk angin pun bisa hanya dengan kerokan. Konsep yang dipercaya adalah, dengan kerokan maka angin yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan melalui pori-pori yang dibuka. Semakin merah kerokannya, semakin parah masuk-anginnya. Memang kerokan akan membuat tubuhmu terasa hangat, karena gesekan koin di punggung bisa melebarkan pembuluh darah. Kerokan juga bisa memicu tumbuhnya hormon bahagia yang disebut beta morfin. Tapi karena konsep masuk angin sendiri masih membingungkan, kerokan nggak selamanya menyembuhkan ‘masuk-angin’mu itu. Gejala ‘masuk angin’ bisa terjadi karena berbagai sebab. Karena itu, pengobatannya harus disesuaikan juga.

6. Meski mudah diatasi, masuk angin bisa menjadi tanda dari penyakit lainnya yang mungkin bersarang di tubuh kita. Karena itu, penyebabnya harus dicari juga

Diare terus-terusan harus diperhatikan via meetdoctor.com

Karena masuk angin sebenarnya adalah kumpulan gejala, jadi tanda-tanda yang kita rasakan juga beragam. Tanda-tanda tersebut bisa muncul karena tubuh yang tidak fit, atau bisa juga menjadi tanda penyakit lainnya. Misalnya seperti bersin-bersin dan demam setelah kehujanan bisa jadi pertanda datangnya influenza. Atau mual, perut kembung, dan muntah, bisa jadi tanda penyakit maag. Diare dan sakit perut bisa saja jadi gangguan pencernaan. Karena itu, seharusnya menangani masuk angin juga perlu diketahui dulu penyebabnya. Serta apakah ada indikasi penyakit lainnya. Dengan begitu obat yang diberikan juga pas.

7. ‘Angin duduk’ atau yang sering dianggap masuk angin tiba-tiba, memang bisa sebabkan kematian. Tapi sesungguhnya itu adalah istilah awam untuk penyakit jantung

‘Angin duduk’ atau ‘Angina’ via meetdoctor.com

Berkaitan dengan ‘masuk angin’, kita akrab juga dengan istilah angin duduk. Masyarakat awam masih banyak yang menganggap angin duduk sebagai masuk angin mendadak. Orang-orang desa, bahkan masih banyak yang percaya bahwa angin duduk adalah kematian akibat dicolek makhluk halus.

Angin duduk dalam dunia kedokteran dikenal dengan Angina, yaitu salah satu dari penyakit dada (chest pain). Untuk dapat bekerja, jantung membutuhkan pasokan oksigen yang diantarkan oleh pembuluh darah koroner. Nah angin duduk ini terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan. Jadi sebenarnya, angin duduk yang seram itu adalah gejala sakit jantung yang perlu penanganan serius.

8. Konsep penyakit masuk angin ini bukan hanya ada di Indonesia. Tapi ternyata banyak negara lain juga punya istilah masing-masing untuk menyebut gejala serupa

Bule juga butuh kerokan via aldiseptian28.blogspot.com

Jadi kesimpulannya masuk angin hanya ada di Indonesia saja nih? Ternyata nggak. Di Vietnam, ada fenomena yang mirip dengan masuk angin. Namanya ‘trung gio’. Pengobatannya pun sama seperti di Indonesia, yaitu dengan kerokan. Kerokan sendiri di Vietnam disebut dengan ‘cao gio’. Sementara kalau di dataran Cina, kerokan disebut dengan ‘gua sha’. Kalau di Amerika dan Eropa, ya mungkin akan disebut cold saja.

Meskipun begitu, konsep masuk angin ini masih sangat kuat mengakar di masyarakat Indonesia. Soalnya kalau mau dibilang bukan penyakit juga, rasa nggak enaknya itu tetap terasa sih. Tapi setidaknya kamu harus mulai waspada kalau gejala ‘masuk angin’ itu nggak sembuh-sembuh. Karena jelas itu bukan karena anginnya bandel dan kerasan dalam tubuh, tapi bisa jadi memang ada masalah lain di tubuhmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya