Sering Jadi Cita-cita Masa Kecil, Ternyata Ini Lho 5 Syarat Penting Buat Jadi Astronot

Persyaratan jadi astronot

Semasa kecil, kita memang diajari untuk bermimpi setinggi langit. Mungkin karena itulah, banyak anak kecil yang berceletuk ingin jadi astronot dan terbang ke bulan. Namun berbeda dengan dokter, tentara, atau cita-cita populer lainnya, sedikit sekali orang yang akhirnya bisa beneran jadi astronot. Bahkan banyak juga orang yang mungkin tidak tahu atau bingung kalau mau jadi astronot itu harus kuliah jurusan apa atau bagaimana proses pemilihan seorang astronot seperti Neil Armstrong yang pertamakali berhasil ke bulan. Alhasil, jadi astronot itu kebanyakan cuma berakhir sebagai mimpi masa kecil.

Sebelum bahas syarat-syaratnya, satu hal yang perlu kita pahami bersama : hingga saat ini, cuma ada tiga negara yang memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mengirim warganya ke luar angkasaKetiga negara itu adalah Amerika Serikat, Rusia, dan Cina. Nah badan-badan antariksa nasional dari ketiga negara itu memang biasanya hanya merekrut warga negaranya sendiri, tapi itu bukan berarti kesempatan jadi astronot tertutup bagi yang lain. Kini banyak kerjasama antar pemerintah yang memfasilitasi warga negara lain untuk menjelajah luar angkasa seperti ketika Malaysia mengirimkan angkasawan (istilah lokal untuk astronot) pertama mereka pada tahun 2007 lalu dengan menumpang pesawat Rusia. Bahkan perusahaan-perusahaan swasta seperti SpaceX-nya Elon Musk juga mulai mengadakan proyek luar angkasa-nya sendiri.

Perusahaan swasta pertama yang punya izin terbang ke luar angkasa via kokolife.ng

Advertisement

Nah bagi yang penasaran atau masih tertarik jadi astronot, simak deh rangkuman Hipwee News & Feature berikut ini~

1. Ada beberapa jurusan keilmuwan yang memang khusus diperuntukkan untuk calon astronot. Jurusan itu adalah teknik, biologi, fisika, ilmu komputer, dan matematika

Ilmu dasar jadi astronot ada di jurusan-jurusan itu via wondrlust.com

Di samping jadi warga negara Amerika Serikat, badan antariksa paling terkenal di dunia, National Aeronautics and Space Administration (NASA), juga mewajibkan peminat lowongan astronot-nya berasal dari jurusan teknik, biologi, fisika, ilmu komputer, atau matematika. Badan-badan antariksa dari negara lain kebanyakan juga memiliki syarat pendidikan yang hampir sama. Mungkin karena ilmu-ilmu dasar yang dibutuhkan untuk jadi seorang astronot memang ada di dalam bidang-bidang keilmuwan tersebut. Beruntunglah kalau kamu (kebetulan) memang berasal dari jurusan-jurusan di atas, mimpi jadi astronot masih bisa diupayakan~

2. Tidak cukup dengan punya gelar dari jurusan-jurusan di atas, calon astronot biasanya juga diwajibkan punya skill dan pengalaman menerbangkan pesawat jet. Inti pekerjaan mereka ‘kan memang menerbangkan pesawat ulang alik atau roket

Pada dasarnya, mereka adalah pilot luar angkasa via radiokameleon.ba

Pengalaman studi aja ternyata nggak cukup lho buat jadi astronot badan antariksa seperti NASA. NASA juga mengharuskan calon-calon astronotnya memiliki pengalaman profesional di bidang terkait selama minimal 3 tahun. Atau kalau nggak punya, asalkan pernah mengemudikan pesawat jet minimal 1.000 jam. Nah, poin pertama dan kedua ini cuma persyaratan dasarnya aja. Kalau dinyatakan memenuhi keduanya, calon astronot harus melewati wawancara intensif dan pemeriksaan medis terkait kesiapan tubuhnya menghadapi atmosfer luar angkasa.

3. Setelah dinyatakan qualified, para bakal astronot ini masih harus melewati pelatihan khusus selama 2 tahun. Biasanya misi untuk bertahan hidup di lingkungan yang sangat ekstrem

Latihan dasar di bawah air karena lingkungan luar angkasa yang sangat ekstrem via scientificgamer.com

Advertisement

Jika sudah dinyatakan lolos di persyaratan dasar, mereka masih harus menjalani pelatihan selama 2 tahun. Pelatihan ini termasuk pembelajaran teori tentang stasiun luar angkasa dan antariksa secara umum di dalam kelas serta sederet latihan fisik, mulai dari menyelam dan berenang, tes ketahanan air ala militer, uji fisik saat terpapar atmosfer rendah atau tinggi, mengemudikan pesawat terbang gravitasi rendah, hingga belajar bahasa Rusia. Setelah pembelajaran intensif itu, mereka akan menghadapi rentetan ujian.

4. Setelah dinyatakan lulus dari pelatihan ekstrem itu, calon astronot ini ternyata nggak langsung bisa terbang ke luar angkasa lho. Masih ada beberapa tahun lagi yang harus dilalui

Menjalani berbagai simulasi di bumi dulu~ via www.airspacemag.com

Mungkin mirip perjalanan karir dokter ya, setelah lulus kuliah ada koas, setelah koas masih ada program magang. Nah, astronot ini juga harus benar-benar mengasah skill-nya dulu sebelum turun lapangan. Seringkali mereka jadi back-up bagi astronot lain atau melakukan simulasi penerbangan di laboratorium NASA. Mereka juga harus dinyatakan mahir mengemudikan pesawat T-38 dengan memenuhi syarat minimal terbang pakai pesawat itu.

Ketika suatu hari ditunjuk untuk menjalani misi luar angkasa, para astronot ini masih harus melewati pelatihan intensif di kelas maupun luar kelas. Simulasi demi simulasi mesti dilewati. Nggak jarang pelatihan dilakukan di luar negeri. Mereka bahkan mendapat pembekalan mengenai pola diet di luar angkasa, sistem pembuangan sampah, penggunaan kamera, atau mengoperasikan peralatan di sana.

5. Namun seiring berkembangnya zaman, lebih banyak orang yang berkesempatan ke luar angkasa. Biasanya sih mereka dengan keahlian khusus seperti dokter asal Malaysia bernama Sheikh Muszaphar Shukor ini

Bukan warga negara Amrik, Rusia, atau Cina, atau jurusan wajibnya, tapi punya keahlian khusus via www.rojakdaily.com

Jurusan medis memang nggak masuk ke persyaratan dasar buat jadi astronot. Tapi seorang dokter asal Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor, 11 tahun lalu berkesempatan untuk menjelajah luar angkasa karena sebuah misi yaitu pengembangan bidang kesehatan pada gravitasi rendah di luar angkasa. Muszaphar, yang sekaligus orang pertama Malaysia yang pergi ke antariksa ini dipilih terkait dengan pembelian pesawat tempur Rusia oleh negaranya. Sebelum berangkat, Muszaphar tentu menjalani latihan ketat bersama pihak Rusia.

Di International Space Station (ISS), Muszaphar meneliti sel-sel kanker hati dan darah serta kristalisasi protein. Selain itu ia juga menganalisis efek radiasi dan mikro pada sel kanker dan gen manusia di luar angkasa. Hasil risetnya itu akan digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bumi. Indonesia sebenarnya juga punya (calon) astronot handal lho. Tapi karena suatu hal, rencana keberangkatannya tahun 1986 terpaksa harus dibatalkan.

Sudah dilatih dan siap berangkat via www.goodnewsfromindonesia.id

Pratiwi Pujilestari Sudarmono adalah doktor di bidang rekayasa genetik dan bioteknologi. Ia terpilih jadi astronot wanita pertama Indonesia yang akan menjalani misi Palapa-B-3 STS-61H. Misi itu bertujuan untuk mengirimkan satelit Palapa-B2P, Skynet 4A dan WESTAR 6S. Tapi sayang, rencana keberangkatannya 24 Juni 1986 itu terpaksa harus dibatalkan karena di saat yang bersamaan pesawat ulang alik Challenger meledak di detik 73 setelah peluncuran dan menewaskan 7 awak astronot.

Ke depannya, orang-orang yang bisa menjelajah luar angkasa akan lebih beragam. Mulai dari para ahli di bidangnya masing-masing sampai miliuner Jepang yang bisa beli tiket turis pertama ke bulan dari perusahaannya Elon Musk. Hmm.. meski kayaknya sulit banget buat jadi astronot, tapi kalau kamu merasa sanggup memenuhi berbagai tes persyaratannya itu, nggak ada salahnya lho dicoba. Siapa tahu kamu bisa jadi orang pertama dari Indonesia yang berhasil menjelajah luar angkasa, ‘kan keren~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE