Siap-Siap Tahun Ajaran Baru, Bener Nggak sih Tahun Ini Sekolah Tatap Muka Dimulai?

Pelaksanaan PTM Terbatas

Tak terasa sudah hampir 1,5 tahun kita lebih banyak beraktivitas di rumah akibat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah kegiatan sekolah daring. Mungkin ada sebagian sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka, sedangkan sebagian yang lain masih full menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kondisi yang tidak memungkinkan. Namun, belakangan santer terdengar kabar bahwa tahun ajaran 2021-2022 ini akan menjadi momen kembalinya sekolah tatap muka.

Berarti sudah bisa sekolah seperti biasa sebelum pandemi menyerang, dong?

Eits, tunggu dulu. Menurut pengumuman dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang boleh dilakukan itu Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Nah, apa sih PTM Terbatas itu? Apa saja yang perlu diperhatikan tentang PTM Terbatas? Simak selengkapnya, yuk!

Apakah yang dimaksud dengan PTM Terbatas?

Ilustrasi: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas via www.hipwee.com

Harus diakui, pandemi memang membatasi banyak hal, salah satunya adalah proses belajar mengajar. Bagi yang sudah terbiasa, belajar dari rumah mungkin tidak ada bedanya. Tetap efektif dan maksimal. Namun,  tidak semua sekolah bisa menerapkan pembelajaran daring dengan maksimal. Kerena itu, pada bulan Maret lalu, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, pemerintah mendorong pelaksanaan PTM Terbatas, yang didasarkan pada serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi, baik oleh sekolah, pendidik, maupun siswa didik.

Intinya, PTM Terbatas ini diselenggarakan untuk mengurangi dampak negatif pandemi terhadap psikologi perkembangan anak serta learning loss, dengan pertimbangan utama yaitu keselamatan dan kesehatan lahir dan batin baik peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan. Jadi, meskipun sama-sama tatap muka, PTM Terbatas ini tidak berarti bisa menjalani kegiatan sekolah sama persis dengan sebelum pandemi, lo. Ada banyak perbedaan, mulai dari teknis pelaksanaan, pedoman materi, hingga kebijakan-kebijakan selama proses belajar mengajar. Pelaksanaan PTM Terbatas ini juga tidak serentak atau wajib untuk semua sekolah. Jadi, selalu ada kemungkinan sekolah temanmu sudah menerapkan PTM Terbatas sementara sekolahmu masih belajar secara daring.

Sekolah mana saja yang diperbolehkan menyelenggarakan PTM Terbatas?

Ilustrasi: ruangan kelas di sekolah via www.hipwee.com

Jika dulu peraturan biasanya diterapkan secara serentak dan berlaku untuk semua–misalnya, libur satu libur semua–PTM Terbatas tidak demikian. Penerapan PTM Terbatas ini sangat bergantung pada kesiapan sekolah dan kondisi daerah. Ada serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah sebelum diperbolehkan untuk melakukan PTM Terbatas. Persyaratan itu antara lain sekolah tidak berada di daerah yang menjadi zona merah covid-19. Selain itu, vaksinasi terhadap tenaga pendidik juga menjadi salah satu pertimbangan.

“Secara nasional mungkin tidak akan sama antara satu provinsi dengan provinsi lain, antara kabupaten dengan kabupaten yang lain, bahkan antar kecamatan itu juga mengikuti dinamika Covid-19 di wilayah masing-masing,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Jumeri, sesuai edaran yang Hipwee terima, Jumat (26/06/2021)/

Selain harus memenuhi persyaratan untuk dinilai siap untuk memulai PTM Terbatas, pemerintah daerah juga berwenang untuk menghentikan PTM Terbatas yang sudah berlangsung dan menutup sekolah jika terdapat kasus Covid-19. Selanjutnya, pemerintah juga akan melakukan protokol testing, tracing, dan juga treatment sesuai prosedur.

Jadi, apakah tahun ini kamu sudah bisa sekolah tatap muka atau masih daring? Semuanya tergantung dengan kesiapan sekolahmu dan juga situasi pandemi di daerahmu. Yang jelas, jika kamu tinggal di daerah zona merah Covid-19, tentu kamu harus bersabar dulu dan tetap melakukan PJJ, ya~

Kebijakan dan protokol kesehatan selama penerapan PTM Terbatas

Ilustrasi: physical distancing di sekolah via www.hipwee.com

Selain berpatok pada kesiapan sekolah dan kondisi daerah masing-masing, PTM Terbatas juga diterapkan dengan berbagai kebijakan baru yang berbeda dengan kebijakan sekolah semasa belum pandemi. Dari sisi sekolah, berikut beberapa kebijakan terkait penerapan PTM Terbatas:

  • Wajib untuk memberlakukan pembatasan jumlah peserta didik maksimal separuh dari jumlah siswa dalam satu kelas. Dengan demikian, physical distancing dapat diterapkan selama proses pembelajaran di kelas.
  • Sekolah juga diharapkan untuk memanfaatkan bagian lain dari sekolah yang memiliki sirkulasi bagus sebagai tempat belajar-mengajar. Jadi, bisa jadi kamu akan sering belajar di halaman atau di taman nih
  • Sekolah tidak perlu memaksakan untuk mengejar capaian materi pembelajaran. Yang penting adalah materi esensial saja, sedang sisanya bisa disampaikan dalam proses PJJ
  • Memanfaatkan minggu-minggu pertama PTM Terbatas untuk pembentukan karakter hidup bersih dan sehat
  • Sekolah juga bisa melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pemangku kebijakan setempat dalam pelaksanaan PTM Terbatas.

Kebijakan PTM Terbatas tidak hanya untuk sekolah, melainkan juga melibatkan siswa, guru, dan wali murid. Dari sisi murid dan guru, menjalankan protokol kesehatan wajib hukumnya. Harus menggunakan masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan, dan tidak perlu memaksa masuk jika merasa kurang enak badan. Begitu juga bila melakukan perjalanan dari luar daerah, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatanmu.

Sedangkan dari sisi wali murid, orang tua memiliki wewenang untuk menolak atau menerima PTM Terbatas. Jadi, jika orang tua belum yakin untuk mengizinkan putra-putrinya berangkat ke sekolah, opsi PJJ tetap bisa dilakukan dan harus difasilitasi oleh pihak sekolah.

Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) di Masa Pandemi Covid-19

Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran via www.hipwee.com

Dalam rangka menyukseskan proses PTM Terbatas ini, pemerintah melalui Kemendikbudristek dan Kementerian Agama juga meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaraan untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen). Panduan yang diluncurkan secara virtual pada tanggal 2 Juni 2021 dikeluarkan sebagai respons atas masukan dari para tenaga pendidik dan orang tua. Panduan ini diharapkan bisa jadi alat bantu bagi guru dan tenaga pendidik dalam menyelenggarakan PTM Terbatas selama masa pandemi, sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal.

Nah, sekarang sudah jelas bukan? Intinya, PTM Terbatas dilakukan dengan protokol kesehatan yang tegas serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan baik siswa, pendidik, dan juga tenaga kependidikan. Selain itu, tidak semua sekolah bisa menerapkan PTM Terbatas. Semuanya tergantung dari kesiapan masing-masing sekolah serta juga kondisi pandemi di masing-masing daerah tersebut. Namun, apa pun metode sekolahnya nanti, yang penting jangan lupa untuk jalankan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19, ya~

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.