Singapura Siap Tangani Covid-19 Layaknya Flu Biasa, Syaratnya 3 Strategi ini Harus Diterapkan

Singapura siap new normal

Pemerintah Singapura baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial. Pasalnya melalui Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Keuangan, serta Menteri Kesehatan telah mempersiapkan road map atau dokumen petunjuk warganya untuk hidup bersama dengan Covid-19.

Advertisement

Pemerintah Singapura meyakini bahwa virus corona tak bisa lenyap dan akhirnya menjadi endemik. Artinya virus akan konstan bermutasi, contohnya seperti Influenza yang terus ada di sekitar manusia selama beberapa tahun ke depan. Hal ini pun diumumkan baru sebatas rencana, dengan beberapa pertimbangan. Nah, berikut ini Hipwee berikan alasan yang mendasarinya.

Setidaknya ada 3 hal yang ditekankan; kuncinya vaksinasi, tes Covid-19 yang dipermudah hingga tanggung jawab sosial setiap individu

Vaksinasi mendukung Singapura untuk new normal | Credit: Mat Napo on Unsplash

Melansir dari laman The Straits Times, Singapura tengah mempersiapkan hidup berdampingan dengan virus corona. Belakangan vaksinasi ditingkatkan di tengah penurunan infeksi di Negara Singa tersebut. Kini mereka tengah menuju transisi ke new normal usai mencabut lockdown parsial yang sempat diterapkan sejak 16 Mei hingga 13 Juni.

“Sudah 18 bulan sejak pandemi dimulai dan orang-orang kami telah berperang. Semua bertanya: Kapan dan bagaimana pandemi akan berakhir? Kabar buruknya Covid-19 mungkin tak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin untuk hidup normal dengannya di tengah-tengah kita,” kata mereka.

Advertisement

Ada tiga strategi yang diyakini Singapura menghadapi new normal tersebut. Pertama, vaksinasi dianggap telah efektif mengurangi tingat infeksi dan penularan. Ditargetkan pada Agustus mendatang setidaknya 2 per 3 warga telah mendapat vaksin dosis kedua.

Selanjutnya mereka akan mempermudah tes Covid-19, memakai cara yang lebih praktis ketimbang PCR yang butuh waktu lama. Salah satu yang dilirik adalah breathalyser tanpa perlu swab.

Ketiga, ditekankan pada pelayan kesehatan dan tanggung jawab sosial masing-masing individu. Artinya semua orang tetap menjaga kebersihan, pekerja yang sakit untuk tetap di rumah dan para pemimpin perusahaan diminta tak menyalahkan pegawai tersebut.

Advertisement

Beberapa transisi pun nantinya dilakukan untuk hidup berdampingan dengan Covid-19

Rencana new normal Singapura | Credit: Annie Spratt on Unsplash

Nantinya penerbangan internasional akan dibuka dengan menerapkan travel bubble dengan sejumlah negara atau wilayah yang dianggap berhasil menangani penyebaran Covid-19. Pekerja asing seperti asisten rumah tangga hingga buruh kontruksi diharapkan bisa masuk lagi ke Singapura untuk meningkatkan sektor perekonomian.

Sejumlah acara yang melibatkan banyak orang seperti Hari Kemerdekaan, pertandingan olahraga, konser musik juga akan kembali digelar. Selanjutnya warga yang divaksin dapat berkumpul dan pasien Covid-19 akan difokuskan bagi pasien gejala berat, terutama yang dirawat di ruang ICU.

Menaggapi hal ini, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI, Zubaeri Djorban meminta masyarakat jangan latah dan membandingkan. Sebab pekerjaan rumah kita masih banyak

Sebagian masyarakat Indonesia senang mendengar kabar penanganan pemerintah Singapura. Tak sedikit yang membandingkan hingga mau memiliki kebijakan yang sama. Profesor Zubaeri Djorban, Ikatan Dokter Indonesia lantas memberikan tanggapan untuk fokus penanganan di negara sendiri.

“Jangan latah dan membandingkan kita dengan Singapura yang akan perlakukan Covid-19 seperti flu biasa. Pekerjaan rumah kita masih banyak: Varian Delta + tingkat vaksinasi masih rendah + testing rendah + rumah sakit penuh. Mari fokus penanganan di negara sendiri,” pungkasnya dikutip Hipwee dari Twitter, Senin (28/6).

Hal ini pun sejalan dengan masifnya masyarakat yang mulai abai untuk terapkan protokol kesehatan dan menganggap konspirasi atas pemberitaan Covid-19. Indonesia bisa seperti Singapura bila masing-masing punya kesadaran untuk menekan penyebaran.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE