Merasa gemas sama bayi yang baru aja lahir memang normal. Biasanya perasaan gemas itu diluapkan dengan memegang pipi bayi atau menciumnya secara brutal. Selama ini, banyak orangtua bayi yang menganggap kebiasaan itu wajar-wajar aja dilakukan. Malah mungkin, banyak orangtua yang senang dan bangga karena banyak orang yang gemes sama buah hatinya. Tapi nyatanya, kebiasaan itu malah bisa membawa dampak berbahaya bagi kesehatan si bayi lho.

Sepasang suami istri di Malaysia baru saja mengalami hal traumatis setelah si anak keseringan dicium dan disentuh sembarangan oleh para kerabat yang datang menjenguk. Anaknya yang masih bayi itu tertular bakteri dari orang dewasa sampai-sampai membuat kulit wajahnya melepuh dan keluar nanah. Di AS juga pernah ada kasus serupa, malahan si korban sampai meninggal karena tertular herpes. Bagi kalian yang punya atau akan punya bayi, atau mungkin punya adik masih bayi, simak yuk informasi penting yang udah Hipwee News & Feature rangkum berikut ini!

Ummi, seorang ibu di Malaysia yang anaknya menderita impetigo, membagikan kisahnya ini di media sosial, agar bisa jadi pelajaran untuk orangtua di luar sana

Advertisement

Wanita bernama Ummi, membagikan kisah mirisnya di media sosial. Bayi yang baru dilahirkannya terkena impetigo, infeksi kulit yang ditandai dengan lepuhan-lepuhan berisi nanah, Menurut dokter, kondisi itu diduga kuat karena si bayi keseringan dicium dan dipegang kerabat-kerabat yang datang menjenguk. Dokter kemudian memberinya krim kulit. Tapi sayang, penyakitnya malah makin parah dan menyebar ke seluruh area tubuh. Akhirnya Ummi kembali berkunjung ke RS. Setelah diberi antibiotik, kulit si bayi mulai mengelupas, sedihnya ia malah didiagnosis sindrom kulit staphylococcal scalded. Penyakit itu membuat kulitnya memerah dan melepuh seperti terbakar.

Beruntungnya kondisi si bayi saat ini sudah mulai membaik. Tapi ada lho kasus di Amerika yang bayinya sampai meninggal. Padahal baru umur 18 hari 🙁

Mariana saat masih dirawat via edition.cnn.com

Kalau dari keterangan Ummi, sekarang bayinya sudah berangsur membaik. Ia juga bersyukur infeksi kulit itu tidak sampai meninggalkan bekas luka permanen. Mungkin bayinya termasuk yang beruntung, karena tahun lalu di AS, ada seorang bayi bernama Mariana yang terkena kasus serupa dan harus berakhir kematian. Mariana terkena meningitis yang disebabkan virus HSV-1 saat usianya belum genap seminggu. Dokter mengklaim Mariana terjangkit virus itu dari ciuman yang diberikan orang-orang dewasa kepadanya. Setelah berjuang melawan penderitaan yang kompleks, bayi malang itu harus menghembuskan nafas terakhir di usianya yang masih 18 hari.

Kelihatannya mungkin wajar-wajar aja, tapi kita orang dewasa seringkali tidak sadar kalau tangan atau mulut kita banyak kumannya, terus asal aja pegang & cium-cium bayi

Banyak yang suka asal pegang bayi via www.parentingclub.co.id

Perlu dicatat dan diingat baik-baik kalau sistem imun bayi yang baru lahir itu sebenarnya belum terbentuk sempurna lho. Bahkan ia belum bisa membentuk antibodinya sendiri. Selama beberapa minggu pertama, bayi masih memanfaatkan antibodi ibunya yang diperoleh dari konsumsi ASI. Karena itu, bayi yang masih kecil belum bisa melawan penyakit yang menyerangnya. Wujud virus dan bakteri yang tak tampak sering bikin tidak sadar kalau sebenarnya bibir dan tangan kita penuh kuman, dan parahnya kita cuek-cuek aja pegang dan cium bayi-bayi lucu itu.

Bukan cuma sekedar ruam-ruam biasa, penyakit yang bisa ditularkan dari orang dewasa ke bayi baru lahir, bisa dibilang cukup beragam lho. Mereka bisa terkena infeksi paru-paru sampai kanker! Ngeri, ‘kan??

Hindari mencium bayi apalagi bibirnya! via lifestyle.okezone.com

Advertisement

Para orangtua seringkali tidak sadar kalau kerabat yang datang menjenguk buah hatinya sebenarnya sudah terkontaminasi virus atau bakteri. Dan dengan santainya, mereka asal pegang dan cium wajah si bayi. Kebiasaan ini bisa menyebabkan bayi tertular berbagai penyakit, mulai dari infeksi paru-paru, diare, gangguan saluran pernafasan, herpes, sampai kanker! Bahkan orang yang giginya berlubang dan kebetulan liurnya tertinggal di bibir bayi, bisa menularkan kuman streptococcus lho. Kuman inilah yang jadi penyebab gigi berlubang pada si kecil. Belum lagi kalau yang cium pakai makeup yang notabene mengandung banyak bahan kimia berbahaya. Duh gimana jadinya coba…

Kalau tahu dampaknya semengerikan ini, rasanya tidak heran kalau tahu ada ortu yang begitu protektif sama anaknya yang baru lahir. Mungkin selama ini kita mikir mereka lebay, sampai harus menyuruh orang-orang yang jenguk cuci tangan atau oles-oles hand sanitizer dulu sebelum gendong bayinya. Tapi ternyata, semua itu sangat bermanfaat buat kesehatan si bayi. Malah aneh kalau ada ortu yang membiarkan anaknya dipegang dan dicium sembarangan sama orang dewasa…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya