Cek 4 Hal Tentang Investasi yang Bikin Kamu Nggak Perlu Worry Soal Inflasi

Kenaikan harga BBM yang terjadi belum lama ini diperkirakan akan bikin inflasi Indonesia melonjak signifikan. Artinya, harga bahan-bahan pokok pun pada akhirnya akan ikut mengalami kenaikan. 

Dengan kondisi seperti itu, banyak orang khawatir. Namun, ada pula orang-orang yang nggak terlalu khawatir. Bukan karena mereka tergolong crazy rich, tetapi karena mereka berinvestasi. 

Mengapa bisa orang yang berinvestasi nggak terlalu worry soal inflasi? Yuk, kita cari tahu.

1. Investasi adalah cara mengamankan keuangan untuk masa depan yang lebih menguntungkan dari sekadar tabungan

Tips investasi

Ilustrasi uang bertumbuh karena investasi | Photo by Achisatha Khamsuwan from iStockphoto

Secara sederhana, investasi dapat didefinisikan sebagai upaya membelanjakan sejumlah uang pada sesuatu hal, yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. 

Berbeda dengan tabungan, investasi bisa mengamankan uang sekaligus membuatnya bertumbuh, dengan besaran bergantung pada jumlah dan instrumen investasi yang dipilih. 

Nah, investasi disebut bisa mengamankan uang karena kegiatan menanamkan modal ini dapat melindungi asetmu dari inflasi dan pengaruh waktu pada nilai uang. 

Sebagai contoh, nilai uang satu juta yang kamu miliki sekarang belum tentu bisa membeli hal yang sama pada tahun depan karena inflasi dan pengaruh waktu atas nilai uang

Dengan berinvestasi kamu bisa menjaga nilai uang yang dimiliki saat ini sama besarnya di masa mendatang. 

Nah, investasi disebut juga bisa membuat uang bertumbuh karena uangmu ditempatkan ke dalam aset atau objek yang akan membantu menghasilkan pendapatan seiring waktu. 

Karena hal-hal itu lah mengapa orang-orang yang sudah berinvestasi nggak terlalu worry soal inflasi yang sejatinya pasti akan selalu terjadi. 

Sederhananya, orang-orang yang berinvestasi sudah membekali dirinya untuk menghadapi inflasi dan kenaikan harga-harga. 

2. Investasi memungkinkanmu untuk bisa lebih fokus pada pengembangan diri hingga karier

Tips investasi

Ilustrasi fokus pada pengembangan diri | Photo by Sorrapong from iStockphoto

Nggak hanya soal inflasi, dengan berinvestasi kamu juga nggak perlu terlalu worry terhadap kehidupan yang semakin kompetitif, loh. 

Hal tersebut dimungkinkan karena kamu bisa lebih fokus pada pengembangan diri serta karier untuk memenangkan persaingan yang ada.

Yup, dengan berinvestasi kamu bisa lebih fokus melakukan hal-hal penting lainnya yang nggak mutlak soal uang, atau istilahnya melakukan investasi leher ke atas.

Sementara soal uang, melalui investasi pelan tapi pasti akan bercuan. Dengan kata lain, investasi bisa membuatmu dan uang yang kamu miliki produktif.

Nah, adapun investasi leher ke atas ini dapat diartikan sebagai bentuk investasi yang berupa ilmu, pengetahuan, skill, serta hal-hal lain untuk meningkatkan kualitas diri.

Investasi leher ke atas ini pada akhirnya juga bisa membantu kamu untuk berada di posisi karier yang diinginkan, tentunya dengan gaji yang diharapkan loh.   

3. Nggak ada investasi yang bebas dari risiko, tapi kamu bisa memilih instrumen investasi mana yang lebih sesuai dengan profil risikomu 

Tips investasi

Ilustrasi risiko investasi | Photo by Fokusiert from iStockphoto

Meski investasi punya banyak manfaat yang membuatmu nggak perlu terlalu khawatir soal uang dan masa depan, perlu dicatat bahwa nggak ada investasi yang bebas dari risiko.

Sejalan dengan itu, perlu pula dipahami bahwa risiko investasi sangat bergantung pada instrumen yang dipilih, yang mana dapat ditentukan dengan mengetahui profil risikomu. 

Namun, sebenarnya nggak perlu takut untuk berinvestasi hanya karena adanya risiko, loh. Sebab, tanpa disadari dalam keseharian kita hidup berdampingan dengan banyak risiko. 

Nah, profil risiko ini terbagi dalam empat kategori, meliputi Conservative, Moderate, Growth dan Aggressive. Profil risiko ini penting kamu ketahui sebelum memilih instrumen investasi. 

Jika kamu berinvestasi melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), maka sebelum pembelian kamu diwajibkan mengisi kuesioner yang terdiri atas 10 pertanyaan.

Setiap pertanyaan pada kuesioner tersebut memiliki nilai, di mana total nilai yang kamu dapatkan akan menentukan profil risikomu dan instrumen investasi yang cocok.

Dengan mengetahui dan memahami profil risiko, lalu kemudian memilih instrumen investasi yang tepat, tujuan finansialmu pun akan bisa tercapai. 

4. Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi minim risiko yang bisa kamu pilih 

Tips investasi

Ilustrasi mengakses instrumen investasi dari ponsel | Photo by PrathanChorruangsak from iStockphoto

Buat yang belum tahu, reksa dana adalah wadah dan pola pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia.

Nah, caranya adalah dengan membeli unit penyertaan reksa rana, untuk kemudian dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi.

Untuk yang baru akan memulai investasi, reksa dana seperti ditawarkan BSI adalah pilihan yang cocok karena mudah diakses melalui bank atau online, dan dapat dicairkan kapan saja.

Selain itu investasi reksa dana di BSI bisa kamu mulai dengan uang Rp50.000 saja, terpenting sesuai dengan prinsip syariah dan dikelola oleh manajemen yang profesional. 

Di samping keunggulan di atas, reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi dengan risiko cenderung rendah, loh. 

Risiko dari instrumen ini meliputi perubahan kondisi politik dan ekonomi, berkurangnya nilai investasi, penundaan pencairan dana, dan wanprestasi.

Nah, reksa dana ini juga terbagi ke dalam beberapa jenis yang bisa disesuaikan lagi dengan profil risikomu.

Untuk yang conservative dan moderate bisa memilih berinvestasi di reksa dana pasar uang, reksa dana obligasi, atau reksa dana terproteksi. 

Sementara untuk kamu dengan profil risiko growth bisa memilih berinvestasi di reksa dana campuran. 

Sedangkan untuk kamu yang aggressive dapat memilih reksa dana saham atau reksa dana indeks. 

Reksa dana pasar uang menjadi yang paling rendah risikonya, sekaligus juga paling rendah return-nya jika dibanding reksa dana jenis lainnya. 

Adapun syarat umum berinvestasi reksa dana di BSI adalah harus merupakan nasabah BSI. Kemudian tinggal ikutin alur yang sudah ditentukan.

Alurnya dimulai oleh Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) menjelaskan produk reksa dana dengan memperhatikan kebutuhan finansial serta profil risiko kamu. 

Setelah itu kamu hanya perlu mengisi Formulir Data Investor Reksa Dana untuk nasabah baru, Formulir Transaksi Reksa Dana, Kuesioner Profil Risiko dan Formulir Pembukaan Rekening jika diperlukan. 

Di BSI kamu bisa membeli reksa dana dari lima manajer investasi, yaitu BNP Paribas, Insight Investment Management, Mandiri Investasi, Manulife Asset Management dan Bahana TCW Investment Management. 

Menariknya, melalui BSI kamu bisa sekaligus melatih disiplin berinvestasi melalui fitur Reksa Dana Installment yang punya sejumlah keuntungan. 

Melalui fitur ini kamu bisa investasi melalui debet rekening otomatis setiap bulan (minimal 12 bulan) sesuai tanggal yang dapat kamu tentukan dengan minimal investasi Rp100.000.

Keuntungan lain fitur ini adalah tidak akan mengakumulasi di bulan selanjutnya bila dana tidak tersedia di tanggal pendebetan, dan dapat dicairkan kapanpun. 

Bagaimana, sudah siap untuk mulai berinvestasi reksa dana di BSI biar nggak perlu terlalu worry lagi soal inflasi? Kalau butuh informasi lebih lanjut kamu bisa mengaksesnya di sini, ya.  

Nah, biar kamu makin yakin untuk memulainya, perlu diingat bahwa investasi bukan hanya sebuah upaya bijak mengelola keuangan, atau langkah cerdas menyiasati keadaan. 

Lebih dari itu, investasi adalah salah satu cara mencapai keseimbangan yang penting dalam hidup. Dengan aset yang dimiliki kamu tidak hanya berfokus untuk hari ini, tetapi juga masa depan.

So, untuk kamu yang ingin mencapai lebih keseimbangan dalam banyak lini kehidupan, yuk follow Instagram @guegensy karena di sana akan ada banyak informasi menarik mengenai keseimbangan.  

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor