Hari ini (5/9), nilai tukar rupiah ke dolar Amerika mencapai Rp15 ribu setelah akhir-akhir ini terus anjlok. Hal ini langsung membuat heboh. Dengan lemahnya nilai tukar rupiah, bisa dipastikan harga barang yang selama ini diimpor dari negara lain juga akan naik. Lebih jauhnya, bisa terjadi inflasi besar-besaran deh. Apalagi memang sektor produksi negara Indonesia belum sepenuhnya memakai bahan baku lokal. Sebagian besar diperoleh dari impor.

Nah, lemahnya rupiah ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Di internal Indonesia sendiri, menurut Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adinegara, neraca perdagangan sedang mengalami defisit karena rasio impor dan ekspornya nggak seimbang. Tetapi, secara eksternal, perang dagang Amerika jadi penyebab mata uang negara berkembang jadi merosot. Dilansir dari Kompas, Amerika terus menaikkan suku bunga yang bikin investor menarik investasinya di negara berkembang untuk berpindah investasi ke Amerika yang suku bunganya tinggi dan minim risiko. Dolar Amerika jadi terus menguat sementara itu rupiah jadi melemah.

Sudah setahun ini sih rupiah melemah, salah satunya karena strategi Amerika via www.bloomberg.com

Advertisement

Ternyata nggak hanya Indonesia lho yang saat ini nilai mata uangnya sedang melemah. Negara berkembang lain pun juga mengalaminya. Nilai mata uang mereka pun merosot dan sedang pada tahap anjlok-anjloknya. Negara mana aja sih yang mengalaminya? Yuk cek bersama Hipwee News & Feature~

Ada beberapa negara yang kondisinya lebih parah dari Indonesia. Venezuela yang sedang mengalami krisis multidimensional ini mata uangnya jadi benar-benar nggak berharga

Yang paling parah Venezuela sih. Tahun lalu 1 dolar Amerika masih 10 bolivar, sekarang naik puluhan ribu kali lipat lho! via www.coolchannel.tv

Salah satu yang terparah adalah peso Argentina. Bulan lalu, nilai tukar peso Argentina ke dolar Amerika hanya 27,30 peso aja. Sekarang sudah merosot sampai 38,97 Peso!

Lemahnya nilai peso Argentina ini sejalan dengan krisis ekonomi masa pemerintahan Presiden Mauricio Macri via www.perfil.com

Lalu ada lira Turki yang juga menderita. Sepanjang tahun 2018 ini lira Turki sudah kehilangan setengah dari nilai mata uangnya, bahkan mata uang Turki sedang mengalami aksi jual besar-besaran

Ekonomi Turki melemah sejak deputi gubernur bank sentral Turki mengundurkan diri via timesofoman.com

Yang dialami oleh real Brazil nggak separah Venezuela, Argentina, dan Turki sih. Tapi, nilai tukarnya terhadap dolar Amerika anjlok dari 3,12 real jadi 4,16 real

Kalau diperkirakan, anjloknya dalam setahun sampai sekitar 30% lho via www.brecorder.com

Negara Afrika Selatan juga mengalami anjlok pada nilai mata uang mereka, rand. Bahkan penurunan nilainya mencapai lebih dari 10% lho

Awal tahun ini, mata uang Afrika Selatan sempat menguat tapi kemudian anjlok lagi via blog.continentalcurrency.ca

Seperti yang terjadi di Afrika Selatan, nilai mata uang rubel Rusia sedang merosot sampai lebih dari 10%

Negara seperti Rusia juga mengalami anjloknya nilai mata uang mereka via www.bloomberg.com

India juga nggak luput dari krisis ekonomi. Nilai tukar Rupee India pun merosot sekitar 10% dari tahun sebelumnya

India juga mengalami penurunan nilai mata uang seperti Indonesia lho via kalingatv.com

Tahun lalu, nilai mata uang peso Chili terhadap Dolar Amerika masih 620-an peso. Sekarang sudah mencapai 690-an Peso lho~

Seperti Afrika Selatan, mata uang Chili sempat menguat juga di awal tahun 2018 ini via panampost.com

Nah kalau mau dirangkum, ini daftar negara-negara yang mengalami penurunan nilai uang terparah saat ini. Kecuali Venezuela yang memang dari beberapa tahun belakangan, sudah krisis parah

Yang paling parah dalam grafik ini adalah peso Argentina via twitter.com

Indonesia nggak sendirian kok menghadapi krisis ekonomi yang bikin nilai mata uangnya anjlok. Kita bisa lho berkontribusi untuk membantu Indonesia bikin mata uangnya lebih kuat lagi. Caranya dengan membeli produk lokal dan juga menukarkan uang dolar yang kita punya ke rupiah. Karena nilai mata uang yang melemah nggak sepenuhnya salah pemerintah.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya