4 Teror Binatang Sepanjang Tahun 2019, Mulai dari Ular Kobra Sampai Harimau Sumatera!

Teror binatang tahun 2019

Tak terasa kita semua sudah berada di penghujung tahun 2019. Sebentar lagi kita akan kompak mengganti kalender di rumah dengan yang baru. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tentu ada banyak sekali hal yang terjadi di tahun ini, apalagi tahun 2019 dikenal sebagai tahun politik. Ini karena beberapa bulan lalu kita baru saja merayakan pesta demokrasi lewat penyelenggaraan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Sehingga tak heran jika di tahun ini banyak peristiwa politik yang mewarnai.

Advertisement

Namun ternyata, nggak cuma berita politik aja yang tahun ini banyak menyita perhatian publik, tapi juga teror hewan-hewan buas yang sukses bikin geger masyarakat di sejumlah daerah. Bahkan ada yang masih berlangsung hingga saat ini lo! Apa saja ya teror-teror yang meresahkan warga itu?

1. Sejumlah kota di Indonesia diramaikan dengan teror tawon ndas. Serangan binatang yang memiliki sengatan mematikan itu bahkan sampai memakan korban meninggal!

Petugas damkar sedang mengevakuasi sarang tawon via megapolitan.kompas.com

Tawon dengan nama ilmiah Vespa Affinis ini beberapa waktu lalu dikabarkan meneror warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Nggak main-main, serangan tawon ndas bahkan sampai menimbulkan korban jiwa! Salah satunya petani di Tuban yang tewas dengan 180 sengatan tawon ndas di tubuhnya. Sejak Januari hingga November kemarin, ratusan sarang tawon ndas telah dimusnahkan. Kasus-kasus sengatan tawon ndas di setiap daerah bisa mencapai ratusan kasus!

2. Belum lama ini masyarakat juga dibuat ngeri dengan kemunculan ular kobra di pemukiman. Nggak sedikit warga memergoki keberadaan hewan melata itu di rumahnya

Ular kobra meneror warga via www.tribunnews.com

Tak hanya tawon ndas, belum lama ini masyarakat khususnya di Jawa juga dihantui teror ular kobra. Nggak sedikit laporan warga soal temuan ular kobra di kampungnya, di rumahnya, bahkan di pasar atau pertokoan. Meski kebanyakan yang muncul adalah anakannya, tapi tetap aja ngeri, soalnya ada juga yang sampai dipatuk ular ini.

Advertisement

Kalau menurut peneliti dari LIPI, Dr. Amir Hamidy, kemunculan ular-ular ini cukup wajar mengingat sekarang memang sedang musim penghujan di mana jadi musim yang ideal bagi telur-telur kobra untuk menetas. Sedangkan induk kobra biasanya meninggalkan telur-telurnya sebelum menetas. Nah, ketika menetas, anak-anak kobra akan menyebar ke mana-mana, termasuk pemukiman penduduk

3. Ada juga harimau yang dilaporkan memasuki kampung-kampung di wilayah Sumatera. Penyebabnya kemungkinan dipicu karena rusaknya hutan dan lahan yang selama ini jadi habitatnya

Harimau menerkam warga hingga tewas via palembang.kompas.com

Lain lagi dengan yang terjadi di Sumatera, warga di sana diteror oleh keberadaan harimau yang memasuki pemukiman dan kebun penduduk. Sejumlah wilayah seperti Aceh dan Sumatera Selatan, tak terhindar dari serangan harimau ini. Sepanjang November-Desember 2019 ini bahkan di Sumsel sudah ada 6 korban meninggal diterkam harimau. Yang terbaru adalah seorang petani, saat ditemukan jasadnya sudah terpotong-potong menjadi beberapa bagian.

Harimau termasuk binatang yang memiliki wilayah teritorial sendiri sehingga hampir nggak mungkin ia keluar dari areanya kecuali memang terancam. Teror harimau ini diketahui karena habitatnya sudah semakin menipis akibat penebangan hutan dan alih fungsi lahan. Selain itu perburuan liar rusa, babi, dan kambing yang marak juga jadi alasan lain harimau menyerang manusia, padahal hewan-hewan itulah yang jadi makanan harimau selama ini.

4. Meski nggak tergolong hewan buas, tapi serangan laron di Kalimantan beberapa waktu lalu bisa dibilang cukup ekstrem, sampai bisa bikin kendaraan nggak bisa jalan!

Advertisement

Warga Tenggarong Kalimantan Timur dikagetkan dengan serangan masif laron di sepanjang jalan raya. Teror laron ini sempat diabadikan lewat video oleh warga sekitar dan viral di media sosial. Akibat ribuan laron yang beterbangan memenuhi jalanan, kendaraan jadi sulit melintas. Setelahnya, bangkai-bangkai laron juga dilaporkan menghambat aktivitas lalu lintas dan membuat jalan jadi licin, seperti dilaporkan Kapolsek Tenggarong Seberang AKP Rido Doly Kristian.

Kemunculan hewan-hewan di atas bisa dibilang nggak terduga sebelumnya sehingga masyarakat pun minim persiapan. Bahkan hingga kini teror ular kobra dan harimau di sejumlah wilayah masih terus berlangsung lo! Duh, ngeri ya, semoga di daerahmu aman-aman aja ya Guys~

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE