Konflik kembali muncul di wilayah Timur Tengah. Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir baru saja memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Menyusul kemudian Yaman juga melakukan hal yang sama. Bahkan Maladewa yang terletak jauh di Asia Selatan sana, juga mengambil langkah yang sama. Sebagaimana dilansir dari CNN, beberapa ahli bahkan menyebut krisis ini bisa berkembang jadi krisis politik terburuk Timur Tengah sepanjang sejarah. Praktis, hanya dalam waktu semalam, Qatar langsung jadi negara terkucil. Padahal negara yang kaya minyak ini sudah terpilih jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022 mendatang. Waduh, kira-kira apa ya masalahnya?

Sederhananya, Qatar dianggap terlalu baik kepada Muslim Brotherhood yakni sebuah organisasi yang dicap sebagai teroris oleh Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Bukan saja dianggap terlalu ramah, bahkan Qatar juga dituduh memberikan bantuan pendanaan untuk grup tersebut. Karena sikapnya yang terlalu ramah terhadap organisasi ekstrimis (termasuk Al-Qaeda dan ISIS), Qatar akhirnya dikeluarkan dari aliansi negara-negara Semenanjung Arab.

Advertisement

Mendengar kata Qatar tentu kita langsung terbayang gedung-gedung megah, minyak yang berlimpah ruah, dan pastinya Piala Dunia 2022. Dengan pemutusan hubungan diplomatik oleh negara-negara tetangganya seperti ini, kira-kira apa dampaknya? Apakah Piala Dunia tetap akan diselenggarakan di sana? Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature selengkapnya.

1. Selain dianggap terlalu baik terhadap kelompok ekstremis, suasana tambah panas ketika pemimpin Qatar menyuarakan dukungan terhadap Iran. Negara-negara Arab lainnya tidak terima

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani yang memimpin Qatar via www.qatarliving.com

Awalnya Qatar bersama dengan Arab Saudi, Bahrain, UEA, Kuwait, dan Oman merupakan anggota Gulf Cooperation Council yang didirikan sejak tahun 1981. Belakangan situasi memanas antara Arab Saudi dan Iran. Nah, Emir Qatar sempat keceplosan menyebut Iran sebagai kekuatan muslim dan mengkritisi kebijakan Donald Trump mengenai Teheran (ibu kota Iran). Padahal sebelumnya, Iran sempat menyalahkan mencuatnya konflik di Timur Tengah ini karena seringnya kunjungan Donald Trump ke Saudi.

Gara-gara situasi yang terus memanas ini, Vladimir Putin dari Rusia dan Erdogan dari Turki menguasakan sebuah perundingan dengan mengajak negara-negara lain untuk berunding secara damai. Amerika Serikat yang jadi salah satu “masalah” pun turut mendukung upaya perdamaian.

2. Konsekuensi dari pemutusan hubungan diplomatik ini pun tak main-main. Semua orang Qatar yang tinggal di Arab Saudi, harus hengkang dalam waktu 14 hari

Selain warganya diusir, suplai makanan Qatar yang sepenuhnya tergantung impor juga terancam via edition.cnn.com

Advertisement

Aksi pemutusan hubungan diplomatik ini jelas super serius. Duta besar Qatar di Arab Saudi, Bahrain, UEA, dan Mesir cuma punya waktu 48 jam untuk hengkang dari sana. Sementara seluruh orang Qatar yang tinggal di Arab Saudi, diberi waktu 14 hari untuk pergi. Seluruh penerbangan dari dan ke Qatar dengan Etihad Airways ditangguhkan, sementara armada udara Qatar Airways dilarang melintasi jalur udara keempat negara.

Untuk Qatar, jelas pemutusan hubungan diplomatik ini bakal membawa dampak berbahaya. Meski kaya akan minyak, Qatar praktis nggak bisa memproduksi makanan sendiri. Seluruh bahan makanan diimpor dari Arab Saudi. Dengan boikot ini, Qatar harus mencari jalan lain untuk memenuhi stok pangan. Nggak heran, begitu tersiar kabar ini, warga Qatar berbondong-bondong ke supermarket untuk nyetok makanan sebanyak mungkin.

3. Meski nggak terlibat konflik secara langsung, krisis politik ini mungkin juga bisa berdampak terhadap Indonesia. Yang jelas harga minyak pasti makin mahal saja

Qatar adalah salah satu penghasil minyak terbesar di dunia via www.qatarliving.com

Tapi mari kita tinggalkan konflik Timur Tengah yang memang sangat rumit, adakah dampaknya untuk Indonesia? Secara geografis mungkin posisi kita dengan Qatar sangat jauh. Tapi jangan lupa bahwa Qatar adalah salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Dengan boikot jalur keluar masuk ke sana, ditambah dengan posisi Qatar yang terdesak, bisa jadi akan mempengaruhi stok minyak dunia. Jangan heran kalau nanti harga BBM naik lagi dan lagi, gara-gara konflik di Timur Tengah ini.

4. Belum lagi Qatar Airways adalah salah satu armada udara terbesar di dunia. Yang sering berpergian ke mancanegara dengan maskapai ini, mungkin harus mulai cari alternatif lain nih

Qatar Airways tidak boleh lewat wilayah udara negara-negara yang memboikot Qatar via www.connections.be

Qatar Airways adalah salah satu perusahaan penerbangan yang sangai dikenal di dunia. Kalau kamu sering keliling dunia, mungkin pernah beberapa kali memakainya. Akibat dari boikot ini, pesawat-pesawat dari Qatar Airways nggak boleh lagi melewati rute udara Arab Saudi, Bahrain, UEA, Mesir, dan Yemen. Padahal, secara kasat mata posisi Qatar memang dikelilingi oleh negara tersebut. Ini artinya, penerbangan dengan Qatar Airways harus mutar-mutar jauh kalau mau ke Amerika Utara atau Afrika. Dan itu juga berarti, harga tiketnya pasti lebih mahal karena cost-nya juga lebih besar.

5. Bagaimana dengan event Piala Dunia 2022 yang rencananya bakal digelar di Qatar? Yah, kita tunggu saja perkembangannya seperti apa

Salah satu stadion yang sudah disiapkan untuk Piala Dunia 2022 via www.qatar.to

Sejak tahun 2010 sudah diputuskan bahwa Qatar akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Dengan begitu, Qatar menjadi negara pertama di Timur Tengah yang menjadi tuan rumah piala dunia. Stadion-stadion utama di berbagai kota pun sudah dipersiapkan. Tapi kalau konflik ini terus berlarut-larut, kemungkinan besar akan berpengaruh juga pada penyelenggaraan Piala Dunia.

Konflik politik memang rumit. Meski tak sampai perang, boikot dan pemutusan hubungan diplomatik ini sangat besar dampaknya. Ironisnya, warga sipil lah yang akan paling merasakan dampaknya. Semoga saja dialog damai segera terlaksana dan konflik segera reda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya