Kata Ilmuwan Soal Sisi Lain Coworking Space yang Jadi Tren. Ternyata Nggak Selamanya Positif, lo!

Tren Coworking Space

Beberapa tahun belakangan tren open office atau coworking space mulai menjamur. Kantor yang dulunya terdiri dari kubikel-kubikel kini mulai berubah lebih terbuka dengan hanya terdiri dari meja panjang, kursi berjajar, instalasi listrik, alat kerja seperti komputer, dan lainnya. Tren lingkungan kerja yang lebih santai ini berkembang seiring dengan maraknya pekerjaan freelance yang lebih fleksibel dan nggak menuntut harus ke kantor.

Advertisement

Banyak orang yang kemudian menjadikan popularitas coworking space ini sebagai peluang bisnis dengan membuka ruang kerja yang terbuka bagi siapa pun. Kantor-kantor juga nggak mau ketinggalan dengan menjadikan suasana kerja lebih fleksibel dan terbuka dengan open office. Tapi ternyata dibalik konsepnya yang santai dan less pressure, open office ataupun coworking space punya sisi negatif yang sudah dikonfirmasi oleh para ilmuwan. Hmmm, apa ya kira-kira? Yuk, simak bersama, terutama para generasi milenial yang biasanya demen banget kerja di coworking space.

Kata penelitian dari Harvard, open office dan coworking space terbukti menurunkan produktivitas dan kerjasama karyawan

Justru menurunkan produktivitas via www.idntimes.com

Dilansir dari Inc, ada penelitian dari Harvard yang menghasilkan temuan bahwa kerjasama antar karyawan menurun drastis dalam kantor dengan konsep open office atau coworking space. Ethan Bernstein dan Stephen Turban, dua ilmuwan yang meneliti, melakukan riset kepada 150 pekerja.

Konsep kantor yang terbuka ini membuat ada banyak distraksi sehingga pekerja sulit konsentrasi pada pekerjaannya. Tidak adanya sekat fisik juga membuat antar pekerja mudah untuk mengobrol satu sama lain. Alih-alih ngobrol dan kolaborasi soal pekerjaan, mereka malah ngobrolin hal-hal yang kurang penting. Sulitnya konsentrasi ini juga akan menurunkan produktivitas kerja.

Advertisement

Nggak hanya produktivitas yang menurun, kesehatan pun juga ikut terdampak. Konsep open office memungkinkan kita terpapar kuman di udara, lebih banyak dari yang kerja di ruangan tertutup

Terpapar virus dan kuman dari udara via www.shrm.org

Open office atau coworking space ini meningkatkan peluang tersebarnya kuman di udara. Nggak ada sekat antara satu orang dengan orang lainnya membuat udara bercampur menjadi satu. Padahal bakteri, kuman, virus, dan zat patogen lainnya mudah sekali ditransfer melalui udara.

Sudah ada juga kok penelitian tentang hubungan open office atau coworking space dengan kesehatan pekerjanya ini. Salah satu penelitiannya, dilansir dari Vice, menyebutkan bahwa 62 persen orang yang bekerja di kantor open office atau coworking space lebih mudah sakit daripada orang yang bekerja di kantor tertutup. Nggak heran kalau ada rekan kerja yang izin sakit, lalu nggak lama kemudian ada juga yang menyusul.

Open office dan coworking space ini menghilangkan privasi, kamu jadi kurang leluasa bekerja dengan laptopmu

Advertisement

Privasi hilang via business-review.eu

Tidak adanya sekat antar orang membuat siapa saja dapat melihat apa yang sedang kamu lakukan. Alih-alih bekerja dengan tenang di depan laptop, kamu justru harus berurusan dengan rekan kerjamu yang kepo. Suasana open office yang tidak kondusif membuat pekerjanya semakin susah mendapat privasi.

Dengan konsep yang terbuka orang bebas berlalu-lalang di belakang maupun di depanmu. Bisa saja mereka tidak sengaja melihat monitormu dan mengetahui apa yang sedang kamu lakukan dengan laptopmu itu. Kalau begini dimana privasinya?

Bagian terburuk dari open office atau coworking space adalah suara sekitar yang berisik. Suara-suara ini mengganggu dan bikin nggak konsentrasi

Photo by Daria Shevtsova from Pexels via www.pexels.com

Menurut studi yang diterbitkan oleh Tokyo Denki University, arah suara berisik di open office atau coworking space sangat berpengaruh. Katanya, arah suara berisik dari samping lebih mengganggu daripada suara berisik yang berasa dari depan atau belakang. Padahal open office atau coworking space kan tidak memiliki sekat sehingga suara dari samping terdengar jelas.

Itulah mengapa suara musik dari headset teman sebelahmu bisa terdengar jelas di telingamu. Nggak heran juga kalau suara ketikan keyboard orang di sebelahmu jadi sangat mengganggu. Belum lagi suara orang ngobrol yang memecah konsentrasimu.

Nah, itu dia sisi lain open office atau coworking space yang perlu kamu ketahui. Sebelum memutuskan bekerja di kantor dengan konsep semacam itu kamu perlu mempertimbangkan baik buruknya, jadi punya persiapan agar bisa meminimalisir dampak negatifnya. Jangan lupa share artikel ini ke atasanmu ya, siapa tau bisa jadi pertimbangan untuk memodifikasi sedikit konsep ruang kerja di kantormu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An amateur writer.

CLOSE