Kebanyakan orang Indonesia mendambakan punya kulit putih dan cerah padahal nggak semuanya dilahirkan dengan karunia tersebut lo. Ternyata hal seperti itu nggak cuma dialami orang Indonesia aja, tapi juga di negara Asia lainnya. Punya kulit yang lebih putih dibanding orang lain jadi nilai tambah tersendiri. Asal diberi embel-embel bisa memutihkan, maka langsung laris di pasaran. Demi mewujudkan keinginannya tersebut, produk-produk pemutih kulit pun jadi populer. Industri kosmetik yang menjual pemutih kulit berkembang dengan sangat pesat.

Nah, boleh sih punya cita-cita berkulit putih, tapi jangan jadi asal pakai produk pemutih kulit. Apalagi yang dijual sembarang dengan klaim bisa memutihkan dengan instan. Nggak bohong sih, produk yang di iklan itu beberapa memang bisa memutihkan dengan cepat, tapi kita juga harus mewaspadai efek jangka panjangnya lo. Yuk pelajari lebih dalam soal pemutih kulit instan bersama Hipwee News & Feature!

Keinginan orang Indonesia buat punya kulit putih bikin produk pemutih kulit laris. Apalagi kalau produknya diberi klaim bisa memutihkan secara instan

Produk pemutih kulit banyak yang menawarkan hasil instan. via id.aliexpress.com

Advertisement

Sosok orang yang berkulit putih tampak cantik bagi kebanyakan orang Asia termasuk Indonesia. Nggak sadar, itu terbangun menjadi sebuah standar kecantikan. Orang-orang berlomba buat mencari cara untuk memutihkan kulitnya. Sampai-sampai, produk yang mencantumkan klaim dapat memutihkan wajah laris di pasaran. Bahkan, sebuah jurnal mengatakan kalau Asia jadi salah satu pasar terbesar produk pemutih kulit.

Agar bisa membuat kulit tampak lebih putih, produk pemutih kulit bekerja dengan mencegah terbentuknya zat pewarna kulit. Hasilnya, warna kulit seolah dimanipulasi

Krim pemutih memanipulasi kerja pigmen gelap pada kulit. via herbeautycream.com

Yang membuat warna kulit manusia berbeda-beda adalah zat warna yang disebut dengan pigmen atau melanin. Melanin ada yang berwarna putih dan ada yang gelap. Sebuah penelitian mengatakan bahwa tugas pemutih kulit adalah menghalangi pembentukan pigmen kulit gelap yang berlebihan. Caranya dengan memanipulasi pembentukan pigmen kulit di daerah yang diberi krim pemutih kulit. Mungkin ini deh alasan ada yang kulit wajahnya lebih putih dari kulit badannya.

Ada berbagai pilihan zat yang bisa ditambahkan untuk membuat kulit tampak lebih putih. Sayangnya, nggak semua aman bagi kesehatan, ada yang punya efek samping berbahaya

Ini adalah contoh krim yang mengandung merkuri dan masuk dalam daftar kosmetik berbahaya oleh BPOM. via bogor.tribunnews.com

Banyak pilihan bahan yang bisa digunakan untuk memutihkan dan mencerahkan kulit. Menurut dr. Monika Puspitasari kepada Radar Jogja, suplemen yang bisa mencerahkan kulit contohnya adalah glutation, kedelai, dan juga vitamin C. Tapi ada juga zat kimia lain yang biasanya ditambahkan ke produk pemutih kulit seperti hidrokuinon, steroid, dan juga merkuri. Padahal, zat kimia itu berbahaya lo. Misalnya aja nih, menurut penelitian, hidrokuinon ternyata bisa bikin penyakit kanker dan merkuri ternyata membuat keracunan. Wah ngeri ya!

Yang lebih mengerikan ya kalau produk yang digunakan ternyata abal-abal. Nggak jelas komposisinya dan nggak aman bahan-bahan yang dicampurkan

Racikannya nggak jelas dan belum dapat izin edar dari BPOM. Kita wajib banget curiga sama krim pemutih kulit seperti ini. via herbeautycream.com

Advertisement

Nggak mau kan berniat cantik malah hasilnya sebaliknya. Makanya hindari deh produk pemutih kulit instan yang komposisinya nggak jelas apalagi yang nggak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Banyak lo kasus kulit jadi rusak setelah pakai krim abal-abal. Sebaiknya sebelum membeli, cek dahulu produknya di website Cek BPOM.

Misalnya, memang awalnya saat pakai krim, kulit jadi mulus. Tapi dilansir dari Hello Sehat, lama-lama di kulit wajah muncul gurat-gurat berwarna merah keunguan karena krim ternyata mengandung steroid. Dan setelah dibawa ke dokter kulit, itu sudah nggak tertolong lagi. Padahal sebenarnya steroid itu digunakan di dunia kedokteran tapi harus dengan dosis yang sesuai.

Nggak semua krim pemutih itu punya efek jangka panjang yang buruk kok. Yang penting pastikan tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya serta sudah dapat izin dari BPOM ya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya