Belakangan ini, semakin banyak orang mendengar berbagai nama obat penurun berat badan berbasis hormon usus seperti, Wegovy, Mounjaro, Ozempic, namun sering kali tidak jelas apa perbedaan sebenarnya di antara obat-obat tersebut, atau bahkan mengira semuanya sama.
Simak ulasan mengenai dua golongan terapi yang sering dibandingkan, yaitu Wegovy dan Mounjaro di bawah ini!
Apa Itu Wegovy dan Mounjaro?

Wegovy (semaglutide) dan Mounjaro (tirzepatide) merupakan dua golongan terapi GLP-1 yang tersedia untuk pengelolaan berat badan, dengan mekanisme kerja yang berbeda.
Kombinasi dua jalur hormon ini menjadi ciri khas yang membedakan tirzepatide dari golongan agonis GLP-1 tunggal.
Perbedaan Mekanisme dan Indikasi

Secara teknis, perbedaan utama antara kedua obat terletak pada jumlah reseptor hormon yang disasar. Semaglutide hanya bekerja pada reseptor GLP-1, sementara tirzepatide bekerja pada reseptor GLP-1 dan GIP secara bersamaan. Kedua jalur ini sama-sama terlibat dalam pengaturan rasa kenyang, sekresi insulin, dan metabolisme energi, namun dengan pola kerja yang tidak identik.
Dari sisi indikasi, keduanya telah disetujui untuk pengelolaan berat badan pada orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan disertai kondisi kesehatan terkait, seperti hipertensi atau diabetes tipe 2.
Perbedaan mekanisme ini tidak serta-merta mengartikan bahwa satu obat “lebih kuat” atau “lebih unggul” secara umum. Efektivitas dan kecocokan suatu terapi tetap bergantung pada respons dan kondisi masing-masing individu, yang hanya bisa dinilai melalui pemeriksaan dan pemantauan medis langsung.
Manfaat Kesehatan di Luar Penurunan Berat Badan

Selain membantu menurunkan berat badan, semaglutide (Wegovy) juga memiliki data klinis yang menunjukkan manfaat kardiovaskular, sebagaimana dibuktikan dalam studi SELECT, serta manfaat pada kondisi perlemakan hati (MASH).
Sementara itu, data dengan desain uji klinis yang sama belum tersedia untuk tirzepatide. Meski demikian, tirzepatide telah dan masih diuji dalam sejumlah studi kardiovaskular dengan desain yang berbeda. Salah satunya adalah SURPASS-CVOT, yang dipublikasikan pada Desember 2025. Studi ini menunjukkan bahwa tirzepatide non-inferior (tidak lebih buruk) dibandingkan dulaglutide dalam mengurangi kejadian kardiovaskular utama pada pasien diabetes tipe 2 dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada. Namun, berbeda dengan SELECT yang menggunakan plasebo sebagai pembanding, SURPASS-CVOT membandingkan tirzepatide dengan obat aktif lain, yaitu dulaglutide.
Studi tirzepatide dengan desain plasebo-terkontrol pada orang dengan obesitas tanpa diabetes, yaitu SURMOUNT-MMO, masih berlangsung dan hasilnya diperkirakan baru tersedia sekitar tahun 2027.
Artinya, penelitian mengenai manfaat kardiovaskular kedua obat masih terus berjalan. Namun, bukti yang tersedia saat ini berasal dari populasi dan desain studi yang berbeda, sehingga hasilnya tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Bagaimana Menentukan Terapi yang Tepat?

Pemilihan terapi GLP-1 sebaiknya dilakukan melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan, tujuan pengobatan, serta hasil yang diharapkan, bukan semata-mata berdasarkan angka penurunan berat badan.
Kondisi penyerta, seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan hati, riwayat alergi, respons tubuh terhadap terapi sebelumnya, hingga preferensi pasien terkait jadwal dan cara pemberian obat, dapat menjadi bagian dari pertimbangan tersebut.
Karena setiap pasien memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, tidak ada satu pilihan yang berlaku untuk semua orang dalam menentukan penggunaan semaglutide atau tirzepatide.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Wegovy dan Mounjaro sama-sama merupakan terapi GLP-1 yang telah terbukti secara klinis untuk pengelolaan berat badan, namun dengan mekanisme kerja dan profil data klinis yang berbeda.
Alih-alih mencari mana yang “lebih baik” secara umum, langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi kondisi kesehatan secara menyeluruh sebelum memulai berbagai macam terapi.