“Di mana bumi di pijak, di situlah langit dijunjung” kutipan itu mengingatkan kita bahwa kita sebaiknya mengikuti kebudayaan yang ada di tempat kita tinggal. Ya, paling tidak menyesuaikan lah.

Satu yang paling sulit dari proses menyesuaikan diri adalah menyesuaikan dengan bahasa yang digunakan di daerah itu. Contohnya nih, buat kamu yang berasal dari luar Jawa tapi tinggal di Jawa. Mau nggak mau terpaksa harus sedikit belajar bahasa Jawa. Proses ini jelas nggak mudah (dan kadang bikin kamu berdarah-darah.) Buatmu yang bukan wong Jowo tapi tinggal di Jawa — apakah hal ini juga yang kamu rasakan?

1. Ledekan klasik teman-temanmu: “Kalau ketemu orangtua itu bilangnya Segawon ya! Itu sopan!”

segawon itu permisi, ya, ingat baik-baik via blogs.psychcentral.com

Biasanya, prank sejenis inilah yang paling sering dialami oleh mereka. Mungkin bagi yang sudah bisa bahasa Jawa, ngerti lah ya segawon itu apa? Ya, segawon itu bahasa Jawa dari kata permisi, eh, anjing tetapi yang paling halus atau sopan. Kalau kasarnya ya tidak perlu disebut deh, hehe.

2. Sampai hari ini kamu nggak paham gimana caranya bilang KIDUL yang benar. Katanya sih ‘D’ mu kaku

susah banget bilang kidul via www.gimmecorn.com

Advertisement

Di Jawa, ada perbedaan bunyi antara “d” dan “dh”. Bedanya, kalau “dh” diucapkannya seperti mengucapkan “d” dalam bahasa Indonesia pada umumnya. Kalau “d” di Jawa diucapkan seperti bunyi “t”. Belum paham? Ya, memang susah sih dijelasin, makanya orang-orang luar Jawa yang di Jawa juga banyak yang bingung.
Biasanya mereka dipaksa mengucapkan kata “kidul”. Hasilnya pasti salah-salah sampai lidahnya keseleo.

3. Nggih, Nuwun Sewu, Sami-sami jadi jurus andalanmu. Sama…

pokoknya diiyain aja, nggih via sd.keepcalm-o-matic.co.uk

Ini dia jurus andalan kamu yang tidak paham jika diajak biacara sama orang Jawa, apalagi orang tua. Entah apa yang diucapkan, pokoknya jawabannya “Nggih”. Kalau ada yang bilang “matur nuwun”, jawabannya adalah “sami-sami”. Kalau ada mau bilang permisi, karena sudah tau artinya “segawon” itu apa, bilangnya “nuwun sewu”.
Persetan deh, mereka bilang apa, yang penting jawabannya “Nggih”.

4. Senyum kalau nggak tahu artinya apa

Senyum kalau nggak tahu artinya apa via giphy.com

Kok ora dimaem Mas? Ora enak po?

*senyum*

Mbok yo tanduk…..

*senyum*

Gini aja terus sampai lebaran semut.

5. Paling PR kalau udah nanya arah. Bukannya paham, yang ada malah kesasar

ini mah bukan Jogja via cloudsandtherain.files.wordpress.com

Pak, Ulen Sentalu di mana ya Pak?

Oh…Ngetan mawon dek. Teras ngidul sekedhik

Kemudian kamu berjalan seperti orang yang buta arah.

6. Waktu lagi ngumpul sama temen yang pakai Bahasa Jawa, kamu kayak YouTube lelet yang bufferingnya lama

Everyday im bufferin… via giphy.com

Paling menderita ketika teman-temanmu adalah orang Jawa, sedangkan kamu nggak bisa bahasa Jawa. Ketika mereka asyik ngobrol, mereka lebih prefer pakai bahasa Jawa, secara mereka kebanyakan orang Jawa. Rasanya semua yang mereka ucapkan bakal berubah menjadi bahasa makhluk entah dari dimensi apa. Dampaknya ya, nyambung ke poin selanjutnya.

7. Setelah lama tinggal di Jawa akhirnya kamu paham dikit arti bahasa Jawa. Tapi tetep bingung sih harus balesnya gimana

terus gue harus jawab apaan? via groundreport.com

Selamat bagi kamu yang sudah bisa bahasa Jawa pasif. Paling nggak kan bisa ngerti apa yang mereka ucapkan. Tapi, ya namanya juga bahasa Jawa pasif, kamu hanya bisa memahami saja. Kamu belum bisa untuk menyampaikan pikiranmu melalui bahasa Jawa. Jadi, kalau ada orang lain bertanya dengan bahasa Jawa, dijamin pasti kamu akan kebingungan dalam menjawab pertanyaannya.

8. Pas kamu usaha buat ngomong bahasa Jawa yang ada juga bakal diledekin. “Logatmu ra cocok, ndeees!”

ini juga lagi usaha ngomong Jawa via www.commentsyard.com

Ok, kekuatanmu telah terkumpul. Kamu mulai bisa lah sedikit-sedikit ngomong Jawa, walaupun masih bahasa yang kasar atau sehari-hari. Tapi, teman-teman di sekitarmu banyak yang ngeledekin caramu ngomong karena logatmu terdengar aneh. Biasanya mereka bakal bilang “Ilatmu kui dudu ilat Jowo” yang artinya lidahmu bukan lidah Jawa. Tenang saja, jangan berkecil hati, mereka hanya mengujimu.

9. Buatmu yang kuliah dan sempat KKN di Jawa kamu udah khatam kalau diumpankan buat ngomong di depan umum. Dengan Bahasa Jawa yang pas-pasan

Pidato? Pake Jawa? Challenge accepted via images.susu.org

Ini dia tantangan yang cukup berat terutama kalau kamu mahasiswa yang nantinya akan KKN di sebuah desa di Jawa. Ketika bahasa Jawamu sudah cukup lancar. Cukup lho, belum lancar-lancar banget. Kamu akan mulai dihadapkan untuk maju berpidato ketika ada kesempatan. Ingat, kejahatan itu bukan hanya karena niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!

10. Alhamdulillah, lama-lama bisa juga ngomong Ngoko. Eh hehe. Masih ada Jawa Kromo yang kamu nggak ngerti

yen ngendika ngagem basa Jawi ingkang alus via alpha.aeon.co

Sudah bangga nih bisa lancar bahasa Jawa Ngoko atau kasar. Jangan senang dulu, bahasa Jawa mengenal unggah-ungguh yang menuntut kamu berbicara dengan bahasa tingkat lebih tinggi atau yang lebih sopan, yaitu bahasa Krama. Sebenarnya masih ada sih yang lebih tinggi, yaitu Krama Alus (halus), tapi pembahasan cukup sampai sini saja daripada kamu pingsan.
Untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dituakan, kamu sebisa mungkin berbicara dengan bahasa Jawa.
Siapa bilang boleh pakai bahasa Indonesia? Tidak semua orang Jawa, terutama orang-orang tua yang tinggal di desa, tidak semua bisa berbahasa Indonesia lho.

11. Cobaan itu kalau kamu punya pacar orang Jawa. Senewen deh kalau harus kenalan sama orangtuanya….

Perkenalkan Om, nami kulo Segawon via malesbanget.com

Bagi yang punya pacar orang Jawa, hendak berhati-hatilah. Kenapa? Kamu nggak hanya akan berhadapan dengan pacarmu saja. Ingat, ada camer yang juga harus kamu dekati biar hubungan kalian direstui. Jangan sampai camermu nggak suka anaknya dekat-dekat sama kamu hanya gara-gara persoalan bahasa. Makanya, kamu juga harus bisa ngobrol dengan camermu dengan bahasa Jawa.

Yeah, namanya juga beradaptasi. Nggak mungkin bisa langsung selesai dalam sehari. Semangat yo! Kowe mesti iso!