12 Alasan Kenapa Slank Adalah Band Rock Indonesia Yang Bikin Bangga dan Layak Dipuja

Slank adalah suara yang tak pernah sumbang sejak berteriak tahun 1983. Konsernya selalu penuh sesak, bahkan konser apapun, yang bukan Slank juga penuh sesak oleh kibaran bendera Slankers. Ini bukti bahwa fansnya tak main-main soal mendukung idolanya di setiap pertunjukkan musik. Kami kira, Slank memang telah memberikan inspirasi lebih dan energi positif bagi generasi muda Indonesia. Dari tahun ke tahun, dari masa ke masa, sebagai Band Rock yang tak hanya bermaksud memekakkan telinga.

Kehadirannya di dunia musik Indonesia juga membawa masyarakat untuk ikut peduli pada bangsanya. Slank, adalah sebuah peristiwa musik yang terjadi bukan hanya saat bernyanyi, tapi sehari-hari – dalam riuhnya kota, segarnya desa, semangatnya anak muda, dan piciknya politik.

ADVERTISEMENTS

1. Perjuangan gonta-ganti formasi dan penolakan dari berbagai label rekaman membuat Slank makin berdikari. Inilah bukti mahalnya sebuah konsistensi.

Mahalnya konsistensi

Mahalnya konsistensi via jailcakild.blogspot.co.id

Slank berganti formasi selama 14 kali, sejak berdiri sampai hari ini. Terdengar sangat melelahkan. Namun, menunjukkan pada kita bahwa bongkar-pasang adalah salah satu cara hidup untuk mencari susunan visi yang terbaik. Nama “Slank” didapatkan dari teman-temannya karena Bimbim Dkk (yang waktu itu masih bernama Cikini Stones Complex (CSC) sering slenge’an kala membawakan lagu-lagu Rolling Stone dan Van Hallen.

Slank berdiri pada tahun 1983, namun album perdananya baru release pada desember 1990. Bayangkan, tujuh tahun bongkar-pasang; latihan di studio; menulis lagu. Sempat mengajukan demo ke berbagai label, namun ditolak. Itulah yang membuat Bimbim CS bertahan sampai sekarang di level teratas. Ada perjuangan yang mengubah keterbatasan menjadi kualitas.

ADVERTISEMENTS

2. Sempat menjalin hubungan dengan Narkoba namun berhasil lepas, Slank menunjukkan bahwa bangkit dari masa gelap membuat manusia semakin menapaki masa jaya. Lagu Gara-Gara Kamu adalah buktinya.

Mandiri itu pasti!

Bebas! via www.tumblr.com

Beberapa personil sempat menjajal narkoba. Dan dampaknya begitu luar biasa. Slank menjadi tak terkontrol dan masing-masing personil sibuk dengan dirinya sendiri. Bimbim selaku leader memutuskan agar SLANK vakum untuk beberapa saat untuk membangun kembali keserasian antar personil. Namun, upaya itu tak cukup berhasil. Akhirnya, Slank formasi 13 bubar jalan.

Ridho dan Abdi masuk sebagai angin segar. Kaka, Bimbim, dan Ivanka semakin termotivasi untuk berhenti mengkonsumsi narkoba. Bunda Ifet ikut masuk ke dalam management dan menemani Slank sebagai manager. Peristiwa ini diabadikan dengan lagu Balikin dan Gara-Gara Kamu yang berisi soal buruknya narkoba. Inilah sebuah contoh ketika komitmen bertemu dengan kemauan untuk berubah. Ada hasil fantastis yang dipetik.

ADVERTISEMENTS

3. Semangat berdikari semakin tercermin dari kepemilikan label sendiri. Slank Record membuat Slank mampu mengeluarkan karya secara mandiri.

Menapaki bukit kemenangan

Menapaki bukit kemenangan via rakyatku.com

Pada tahu 1994, Slank mendirikan label sendiri yang bernama PISS Records, lalu berubah menjadi Slank Records. Mulai saat itulah Slank meluncurkan karyanya secara mandiri. Kaka dan kawan-kawan telah melakukan apa yang dinamakan semangat indie, yang akhir-akhir semakin ramai terdengar. Inilah salah satu bukti kemandirian total yang dijalankan oleh Slank dari hulu ke hilir. Sikap ini sejalan dengan lepasnya mereka dari jerat narkoba. Slank juga ingin lepas dari ketergantungan dengan Major label.

Terbukti, meskipun berjalan di jalur indie, secara mandiri, Slank tetap menjadi band rock kenamaan. Tak hanya itu, di zaman yang serba brutal akan pembajakan ini, Slank tetap percaya diri mengeluarkan album.

ADVERTISEMENTS

4. Tak sekadar bikin musik, Bimbim dan kawan-kawan kerap mengkritik dunia politik dan mengajak kita untuk tak percaya pada segala intrik.

Lantang!

Lantang! via www.flickr.com

Slank yang trengginas semakin terbukti ganas ketika lantang mengkritik isu korupsi. Ini sebetulnya telah dirintis sejak pertengahan karier di mana lagu soal kekisruhan Jakarta; kritik pada pejabat; dan protes pada negara kerap dilayangkan melalui lagu-lagunya. Salah satu lagu kritik yang paling fenomenal adalah Orkes Sakit Hati.

Kebebasan yang kamu dapatkan
Bukan jadi kamu boleh sembarangan
Kamu sudah berjanji
Jangan ingkari janji
Mending Jangan berjanji

Ini adalah lagu romantis yang terdengar miris. Kami rasa, lagu ini dilayangkan untuk semua pemangku jabatan di pemerintahan. Slank mengkritiknya dengan lugas, dan berbahasa sehari-hari, meskipun tetap mengena di hati.

ADVERTISEMENTS

5. Bahkan, secara total pernah menggelar konser kritik fenomenal. Terbukti tak hanya lewat lagu, namun aksi yang benar-benar menantang mental.

hanya ada satu kata : Lawan!

hanya ada satu kata : Lawan! via pandawafive.wordpress.com

23 Maret 2008, Slank dinobatkan sebagai Duta Anti-korupsi. Mereka juga sempat menggelar konser di depan kantor KPK. Bersama Gigi, Slank bahkan mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk ikut bersama-sama mendukung KPK dalam menggasak seluruh koruptor. Konser mini di akhir tahun 2008 tersebut berjalan damai dan tanpa disertai kericuhan sedikitpun.

Ini membuktikkan kualitas Slank yang tak diragukan dalam menggelar protes elegan dan damai. Tak asal kencang dan lantang melainkan mengedepankan etika. Bahkan, motif dibaliknyapun adalah pendidikan. Kaka dkk ingin bahwa generasi muda ikut mengerti bahwa korupsi adalah tindak kejahatan dan harus terus dilawan.

ADVERTISEMENTS

6. Kritik dalam liriknya pun lugas dan tak terlalu banyak basa-basi. Apalagi ini jika bukan sebuah keputusan yang berani?

Lugas!

Lugas! via sidomi.com

Mau tau gak mafia di senayan

Kerjanya tukang buat peraturan

Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Gossip Jalanan-Slank

Jika Orkes Sakit Hati sedikit romantis, maka Gossip Jalanan memang cerminan keberanian. Slank secara lugas tanpa disekat batas, mengkritik, bahkan menunjuk dengan jelas perilaku pejabat negara yang kurang patut untuk dijadikan panutan moral. Walaupun sempat dilarang konser dalam beberapa kesempatan, Slank tetap maju terus pantang mundur! Inilah bukti bahwa Slank sedang memberikan contoh pada generasi muda, bahwa kebenaran harus dibela dengan segala resiko yang melekat di dalamnya.

7. Tak hanya politik, payahnya pengelolaan lingkungan juga menjadi sasaran kritik. Slank juga terjun untuk kampanye soal konservasi lingkungan hidup.

Kerja kerja kerja!

Kerja kerja kerja! via www.mongabay.co.id

Tak hanya politik. Slank juga tergerak aksi-aksi real untuk menjaga lingkungan hidup. Slank terlibat dalam program konservasi Yaki (monyet merah yang ada di Sulawesi Utara). Tak hanya itu, mereka juga ikut mendukung konservasi terumbu karang; dan dengan lantang menolak reklamasi Teluk Benoa.

Rock tidak hanya soal teriak di panggung; mencabik gitar dan menabuh drum sekeras-kerasnya. Namun, rock adalah kepedulian dan gaya hidup peka yang menaruh perhatian pada isu-isu sosial. Slank menawarkan nilai-nilai itu pada generasi muda, bahwa musik menyimpan sejuta etika dan tanggungjawab untuk peduli pada hal-hal yang berbahaya bagi kehidupan manusia.

8. Di dunia musik sendiri, Slank selalu vocal untuk melawan pembajakan. Bahkan sampai mendapat Penghargaan dari Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia sebagai Musisi yang Peduli pada HKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Kepedulian itu juga terungkap dalam cara mereka berjuang atas hak intelektual. Ini bukan asal bicara belaka. Slank berjuang mandiri dan berdiri sendiri dengan memiliki Slank Records. Melalui label itulah, Slank merelease berbagai karyanya dari Generasi Biru (1994) sampai album RESTART HATI (2015). Selama 29 tahun, Slank konsisten bergerak mengeluarkan album original dan yakin bahwa masyarakat Indonesia akan menghargainya dengan menghindari produk bajakan.

Konsistensi itulah yang membuat Slank diganjar penghargaan dari Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia sebagai Musisi yang Peduli pada HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Satu lagi bukti bahwa Slank sedang menawarkan sikap gentleman untuk menghargai karya orang lain yang telah dibuat dengan curahan waktu dan keringat yang tak sedikit.

9. Beberapa lagunya juga mengajak anak muda untuk terus berkarya tanpa banyak bicara. Mars Slankers menunjukkan bahwa semua penggemar Slank bukanlah pemuda tanggungan yang malas berkarya.

Selalu optimis!

Selalu optimis! via cafemusik.tumblr.com

Di sini bukan anak-anak malas

Tempatnya para pekerja keras

Di sini bukan anak-anak manja

Sedikit kerja … banyak mintanya

Mars Slankers-Slank

Lagu itu menunjukkan kelugasan dalam menyampaikan semangat pada generasi muda. Memang, kadang kala, kita tak membutuhkan nasihat, hanyalah semangat yang tepat. Tak perlu puitis, hanya kata lugas yang tak perlu manis. Inilah contoh otentik dari Slank, ketika yang lain sibuk hanya membicarakan cinta di atas panggung, Slank justru melemparkan lirik yang lugas dan mudah lekat dalam keseharian.

10. Lagu itu juga wujud pedulinya Slank pada para Slankers. Terbukti, banyak dari Slankers tak hanya mengumbar sikap slengek’an namun menunjukkan kemandirian untuk mengarungi kehidupan.

Lo harus grak Lo harus grak 

Oh temanku lo harus grak

Lo harus grak Lo harus grak 

Oh temanku lo harus grak

Loe Harus Grak!-Slank

Lagu itu berhasil membuat slankers se-antero nusantara bergerak untuk hidup mandiri. Salah satunya adalah Slankers Sidoarjo yang membuat distro, yang menjual pernak-pernik Slank. Selain itu, Slankers Pekanbaru juga membuka Warung Slankers sebagai wadah berkumpul, berkarya, dan berkreativitas. Belum lagi, Slankers PISS asal Makassar, yang meskipun baru terbentuk tahun 2011 telah berhasil membuat wadah jaringan solidaritas dan sharing soal bisnis. Inilah bukti berikutnya bahwa Slank memberikan energi baik dan positif bagi anak muda di Indonesia, tak hanya soal main musik keras.

11. Meski begitu, Slank juga tetap menulis lagu Romantis. Siapa sih yang enggak tahu lagu berjudul Terlalu Manis.

Tetap romantis

Tetap romantis via myinfobefun.blogspot.co.id

Ada yang menarik dari lagu “Terlalu Manis.” Kala itu, gitaris Slank formasi 13, Pay, kerap membantu musisi lain untuk mencetak karya. Kesibukannya itu membuat Pay ingin keluar dari Slank. Namun karena bujuk rayu para Personil SLANK yang lain, akhirnya Pay dapat mengubah niatannya tersebut, dan tetap berkarya bersama Slank. Hikmah dari kejadian tersebut adalah, terciptanya sebuah lagu SLANK yang sangat melegenda dan hingga saat ini ‘Terlalu Manis’.

Lagu itu yang selalu diperdengarkan dan dinyanyikan di sela-sela makrab kampus. Lagu yang juga menemani hati-hati kesepian, yang dilanda putus cinta. Liriknya romantis, nadanya melekat, dan nuansanya abadi. Ini bukti yang lain bahwa Slank tetap memiliki kelas soal membicarakan romantisme, yang tidak cengeng.

12. Dan segala kesuksesan mereka adalah doa dan cinta seorang Ibu. Bunda Iffet yang selalu membawa kasih dan semangat bagi Slank sejak dahulu.

Iffet Veceha Sidharta, atau yang kerap dipanggil Bunda Iffet adalah malaikat bagi Slank. Beliau adalah ibunda dari Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim). Saat Slank terjerat narkoba, Bunda Iffet dengan sabar menemani Bimbim dan teman-temannya untuk lepas dari ketergantungan itu. Beliau memiliki sikap yang tegas dan kesabaran tingkat tinggi untuk membebaskan Slank dari ketergantungan. Menurut Bunda Iffet, Slank sendiri yang harus menyadari bahwa di satu titik mereka harus meningglkan barang-barang itu.

Beliau berhasil. Slank kembali berjaya sampai sekarang. Dalam album VIRUS, Slank mempersembahkan satu lagu berjudul #1 khusus didedikasikan untuk Bunda Iffet. Beliau adalah sosok yang memiliki tiga peran : Ibu, Manager, dan Teman bagi Bimbim, Kaka, Ridho, Ivanka, dan Abdee. Beliau juga yang menunjukkan cinta dapat bekerja begitu hebat ketika ada rasa percaya. Di lain sisi, Slank memperlihatkan bahwa peran Ibu sangatlah besar bagi kehidupan anak-anaknya.

So, Slankers Indonesia!! Mana suaranya? Tos dulu satu-satu!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini