4 Alasan Kamu Wajib Ramaikan Tren Berfaedah dalam Tagar #ChallengeForChange. Mantul Banget nih!

#ChallangeForChange

Tren challenge di media sosial sudah menjadi rutinitas di dunia maya. Muncul, viral, banyak yang ikutan, lalu perlahan redup tertutup dengan challenge baru. Sayangnya, sering kali tren challenge justru banyak yang nggak berfaedah bahkan membahayakan. Untungnya belakangan muncul tren #ChallengeForChange yang layak untuk kamu kepoin. Challenge ini bukan sekadar ajang seru-seruan aja, ada faedah yang bisa kamu berikan kepada lingkungan.

1. Beda dari challenge internet lain yang murni sensasi, #ChallengeForChange ini mengutamakan esensi tentang mencintai alam

Tren bersih-bersih lingkungan. via www.facebook.com

Advertisement

#ChallengeForChange berawal dari unggahan warganet yang diunggah oleh akun peduli lingkungan, We Don’t Deserve This Planet. Unggahan itu berupa ajakan kepada para anak muda untuk memfoto suatu tempat yang perlu dibersihkan. Setelahnya, ambil foto sesudah tempat itu dibersihkan lalu bagikan ke media sosial. Unggahan itu akhirnya viral dan jadi tren challenge sendiri.

Challenge ini sedikit beda dari biasanya. Umumnya, challenge terfokus pada hal-hal yang seru atau sensasional, tapi #ChallengeForChange berfokus kepada kepedulian anak muda kepada alam. Ada pesan menyelamatkan lingkungan dari sampah yang dibuang sembarangan. Yuk, ikutan, biar gayeng!

2. Ikut challenge yang gokil kayak #KikiChallenge kemarin emang nggak salah, tapi tentu akan lebih baik jika seru-seruannya berfaedah kayak #ChallengeForChange ini

Pesan menyelamatkana lingkungan. via www.facebook.com

Nggak ada yang salah dari kemunculan challenge di medsos. Selain itu seru, juga jadi jalan pembuka interaksi orang lintas negara. Tapi mirisnya, belakangan muncul bebearapa challenge yang kelihatannya seru tapi membahayakan, sebut saja #TidePodChallenge, #SkipChallenge, atau #BirdboxChallenge. Nah, bukankah lebih baik ikutan #ChallengeForChange, seru-seruan sembari menyelamatkan lingkungan dari sampah-sampah yang sering memicu musibah.

Advertisement

3. Jika #ChallengeForChange ini nggak membuat kita viral, setidaknya kita telah ikut membagikan pesan positif di media sosial

Viralkan! via twitter.com

Orang tertarik ikut-ikutan challenge di medsos biasanya karena ingin viral. Tujuannya biar followers bertambah dan terkenal. Dengan ikut membagikan konten challenge ini bukan nggak mungkin kita akan viral. Kan, jarang tuh anak muda yang peduli sama isu pencemaran lingkungan. Dari situ ada peluang, jadilah beda biar kamu dilihat orang. 😀

Kalau pun gagal viral, tetap ada nilai positifnya. Setidaknya, kita telah ambil peran dalam kampanye menjaga lingkungan. Tentu saja, ini lebih bernilai dari sekadar terkenal.

4. Challenge ini harusnya jadi momentum kita untuk lebih peduli pada pencemaran lingkungan yang udah parah banget. Udah ada yang mulai nih di Indonesia, mantul!

Advertisement

Kebiasaan orang Indonesia buang sampah sembarangan itu sudah mendarah daging, terutama di saluran air atau ke sungai. Nggak heran kalau banjir selalu rutin datang di musim hujan. Nah, #ChallengeForChange ini bisa jadi momentum untuk turut andil dalam mencegah banjir atau rusaknya ekosistem lain gara-gara sampah.

Nggak usah bingung memulainya. Di dekat rumahmu pasti ada tempat yang penuh sampah. Nah, mulai aja dari situ. Pamerin kalau kamu udah bersih-bersih. Pamer demi kebaikan itu boleh. Siapa tahu banyak yang tertarik melakukan hal yang sama.

#ChallengeForChange membuktikan bahwa masih banyak kebaikan di medsos yang belakangan berseliweran. Idealnya challenge memang begini sih. Nggak cuma seru-seruan aja, mesti ada faedahnya bagi orang banyak. Setuju, kan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE