Kepergian mega bintang Cristiano Ronaldo ke Juventus menjadi sebuah kejutan yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Kabar tersebut seakan cepat beralih dari sekadar rumor, menjadi suatu kebenaran. Durasi waktunya pun berlangsung cepat, nggak seperti rumor-rumor transfer besar sebelumnya.

Kabarnya, dana sekitar 105 juta pound (sekitar Rp1,9 triliun) menjadi mahar Juventus menebus CR7 dari Real Madrid. Kabar ini selain menjadi pukulan telak bagi para Madritista, juga menjadi keheranan sebagian fans Cristiano Ronaldo. Namun mau nggak mau, kamu mesti rela atas kepindahan idolamu ini, sebab bagaimanapun semua telah terjadi. Nah, untuk membantu kamu agar lekas move on, Hipwee punya 6 alasan mengapa sejatinya kamu mesti merelakan idolamu bermain di klub berjuluk si Nyonya Tua.

1. Kekecewaan Ronaldo terhadap pemilik Real Madrid yang nggak kunjung menaikkan gajinya. Hmm, masa gajinya Ronaldo kalah dari Messi dan Neymar?

Kecewa dengan Perez via www.marca.com

Advertisement
Dilansir dari Sportskeeda.com, salah satu alasan di balik keputusan Ronaldo pindah dari Real Madrid adalah karena dia kecewa dengan presiden klub, Florentino Perez yang nggak menepati janjinya untuk menaikkan gajinya. Menurut kabar, setelah final Liga Champions 2016-17, Perez menjanjikan kenaikan gaji, namun kemudian dibatalkan seiring performa buruk Ronaldo pada awal musim 2017-2018.

Ronaldo terus menunggu dan lantas kecewa—mengingat gaji para kompetitornya yang membengkak. Lionel Messi dianugerahi kontrak baru dari Barcelona senilai €41 juta/tahun, sedangkan Neymar mendapat €35 juta/tahun dari PSG. Sebaliknya, Ronaldo hanya mendapat €21 juta, hampir setengah dari gaji Messi. Nggak mengherankan jika dia kecewa dan jengkel karena hal ini. Mungkin sejak saat itulah Ronaldo nggak betah lagi di Real Madrid.

2. Semenjak desas-desus ketertarikan Real Madrid kepada Neymar, rasanya Ronaldo seperti sudah terpinggirkan

Neymar atau Mbappe? via www.goal.com

Meski kembali mengantarkan Real Madrid juara Liga Champions, tapi nggak bisa dimungkiri, bahwa Ronaldo kian hari kian menua. Sekarang dia menginjak usia 33 tahun, usia di mana umumnya pemain sepak bola mengalami penurunan kualitas fisiknya. Boleh jadi, hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa desas-desus ketertarikan Real Madrid kepada Neymar atau Kylian Mbappe santer berkembang belakangan ini.

Advertisement

Padahal, secara statistik dan sumbangsih Ronaldo kepada klub sangat luar biasa jumlah golnya. Tapi, ya, bagaimana lagi, namanya juga Real Madrid. Sebelum Ronaldo, sudah banyak yang jadi korbannya, sebut saja Iker Casillas atau Raul Gonzales yang secara statistik dan loyalitas bagus, tapi masih tetap dijual.

3. Boleh jadi, Ronaldo pengen mencari tantangan baru. Jelas saja sih, kayaknya semua sudah dia dapatkan di Real Madrid

Peraih 4 kli Ballon d’Or. via larepublica.pe

Nggak bisa dimungkiri juga bahwa kontribusi Ronaldo kepada Real Madrid sangat besar. Selama 9 musim, dia mencetak 450 gol dalam 438 pertandingan, dalam urusan memenangi gelar dia mengantongi 15 gelar bersama Los Blancos termasuk 4 Liga Champions. Belum lagi ihwal pencapaian individunya saat membela klub kebanggaan kota Madrid itu; mulai dari pencetak gol terbanyak dalam semusim Liga Champions 2013-14 (17 gol), meraih 4 Ballon d’Or, dan lain sebagainya.

Dari semua capaiannya, boleh jadi Ronaldo pasti bosan. Maka dari itu, dia memilih pindah untuk mencari tantangan baru di Serie A Italia bersama Juventus. Mari tunggu bersama, apa lagi yang akan diraih Ronaldo di klub barunya.

4. Nggak perlu khawatir karier Ronaldo meredup. Juventus klub yang sempurna untuk Ronaldo menambah gemilang kareirnya di dunia sepak bola

Higuain dan Dybala via www.goal.com

Juventus adalah klub yang cocok untuk CR7 meraih kesuksesan lain dalam karier sepak bolanya, kenapa? Pertama, nggak kalah dengan Real Madrid, Juventus dilatih dan dihiasi oleh pemain-pemain bintang. Mulai dari pelatih, ada Massimiliano Allegri yang sudah malang melintang dan sukses di beberapa klub Serie A. Beralih ke pemain, si Nyonya Tua memiliki beberapa pemain hebat semacam Gonzalo Higuain, Pauolo Dybala, Cuardado, dan lain sebagainya.

Dengan pelatih dan pemain yang akan ditemuinya nanti di Turin, bukan nggak mungkin dia bakal menambah deretan pencapaiannya yang gemilang di dunia sepak bola.

5. Lagipula, Ronaldo akan sangat dibutuhkan oleh Juventus untuk membantu obsesi klub memenangi Liga Champions setelah dua kali gagal di final

Memenuhi target Juve juara Liga Champions? via www.sepakbola.com

Juventus mendominasi Serie A setelah memenangkan scudetto pada tujuh kesempatan berturut-turut. Selain itu, di bawah tangan dingin Allegri, Juve telah mencapai dua kali final dalam empat tahun terakhir Liga Champions pada 2015 dan 2017, sayang mereka gagal meraih kemenangan.

Dengan kedatangan Ronaldo, Juve seperti menemukan sosok yang tepat untuk membayar kegagalan kemarin. Allegri sekarang bisa fokus untuk mengotak-atik komposisi lini serang dengan kedatangan Ronaldo, si raja gol. Bayangkan saja, ada Higuain, Dybala, dan Ronaldo, bek mana yang nggak cemas saat melawan Juventus –khususnya di Eropa?

6. Alasan yang terakhir, mungkin Ronaldo bosan bersaing dengan Lionel Messi terus di Spanyol

cari rival baru via www.google.com

Nggak bisa dimungkiri bahwa perdebatan tentang siapa pesepak bola terbaik di dunia nggak bisa dipisahkan dari Ronaldo dan Messi. Terlebih di Spanyol, ada rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona yang semakin memberi bumbu siapa yang terbaik di antara keduanya. Meski pada kenyataannya rivalitas itu sebenarnya hanya ada di lapangan dan dibesar-besarkan oleh media saja—sebab di kehidupan nyata keduanya berteman.

Atas dasar itulah, barangkali Ronaldo bosan dengan ingar-bingar pembicaraan di media mengenai dia dan Messi. Boleh jadi dia pengen mencari suasana baru, kompetitor baru, yang mungkin bisa dia dapatkan di Serie A. Inzaghi, mungkin? Atau Batistuta? Eh, mereka sudah pada pensiun, ya. 😀

Itulah beberapa alasan mengapa kamu mesti ikhlas melepas kepergian pemain favoritmu berlabuh ke Juventus. Ngggak perlu sesedih itu sih. Tenang saja, Ronaldo pasti bakalan memecahkan rekor lagi kok di Italia—secara, kan, dia robot sepak bola. 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya