6 Fakta Menarik Film Nokta Merah Perkawinan, Bukan Cuma Tentang Orang Ketiga

Drama kehidupan pernikahan sedang banyak diminati dikalangan masyarakat Indonesia. Seperti halnya dengan film Noktah Merah Perkawinan ini. Film yang disutradarai oleh Sabrina Rochelle ini bukan hanya soal orang ketiga, melainkan juga pentingnya komunikasi dengan pasangan.

Advertisement

Apalagi dengan usia pernikahan yang sudah berjalan lama. Film ini bisa menjadi diskusi bersama pasangan untuk saling memahami batasan-batasan yang sudah dikategorikan sebagai perselingkuhan.

Seperti apa fakta menarik lainnya dalam film Nokta Merah Perkawinan ini?

1. Diangkat dari judul yang sama dengan sinetronnya

Film Nokta Merah Perkawinan ini merupakan adaptasi ulang dari sinetron yang pernah ditayangkan di Indosiar pada tahun 1996-1998 dengan judul yang sama. Pada versi sinetronnya, serial itu dulunya dibintangi oleh Cok Simbara, Ayu Azhari, Perdana Batangtaris, Niken Ayu, dan Teddy Syach. Versi sinetron Nokta Merah Perkawinan disutradarai oleh Bruce Malawau dan diproduksi oleh Rapi Films dengan jumlah total hingga 77 episode.

Advertisement

Pada masanya, sinetron ini pun sangat terkenal bahkan menjadi salah satu tontonan favorit yang dinantikan masyarakat. Kelarisan sinetronnya terbukti dengan dibuat versi film dengan dibintangi sederet artis papan atas seperti Marsha Timothy, Oka Antara, serta Sheila Dara.

2. Mulai tayang di Netflix 12 Januari 2023

Film Nokta Merah Perkawinan menjadi kalimat populer yang paling banyak dicari oleh warganet Indonesia di Twitter dan sempat menjadi trending topic. Hal ini tentu saja seiring dengan mulai ditayangkannya film tersebut di layanan streaming Netflix pada hari Kamis (12/01/2023).

Advertisement

Melansir dari Hypeabis (26/01/2023), tayang di bioskop pada 15 September 2022 silam, film ini memang sempat menuai respons positif dari sinefil hingga akhirnya ditayangkan kembali di Netflix. Sebelumnya saat tampil di bioskop film ini berhasil meraup sebanyak 88.324 penonton

3. Film Nokta Merah bukan bahas masalah perselikuhan saja, tapi komunikasi dalam rumah tangga

Sabrina selaku sutradara di film ini menyatakan, versi filmnya tidak untuk menekankan perselingkuhan antara Gilang (Oka Antara) dan Yulinar (Sheila Dara). Yuli tidak digambarkan menjadi sosok pelakor yang seksi dan doyan nyosor. Dia hanya jatuh cinta dengan orang yang salah, dan juga masih berempati sama kanan kirinya.

“Banyak orang merasa film Nokta Merah Perkawinan tetang perselingkuhan. Karena belakangan mereka terpapar kisah tentang orang ketiga dalam arti yang benar-benar nyata. Sementara menurut saya perselingkuhan itu definisinya lebar,” kata Sabrina dikutip dari Popmama (26/01/2023)

Film ini juga bisa menjadi bahan diskusi bersama pasangan untuk saling memahami batasan yang sudah bisa dikategorkan sebagai selingkuh.

“Sebenarnya kita bukan mau tekanin ke perselingkuhan. Banyak, kok, masalah yang bisa dirasain sama pasangan juga, dan mungkin pernah dialami. POV di sini sangat banyak. Tapi karena film ini lekat dengan orang ketiga, makanya orang mindset-nya anggap perselingkuhan, ungkap Sabrina.

4. Film ini diproduksi se-relate mungkin dengan pasangan yang sudah lama membina rumah tangga

Tentu dirilisnya film ini bukan untuk membuat orang-orang merasa takut untuk menikah. Justru dari film ini bisa menjadi pembelajaran bagi pasangan suami-istri; terutama bagi mereka yang telah menjalani kehidupan rumah tangga selama lebih dari 10 tahun, seperti dua karakter utama film ini.

“Ini bukan film buat nakut-nakutin orang tentang pernikahan. Tapi ini balik lagi ke bagaimana kita bisa memaknainya. Saya berharap penonton bisa merasa relate dan mungkin ada beberapa yang pernah mengalaminya. Buat diambil pesan moralnya seperti apa tergantung masing-masing orang melihatnya,” ucap Sabrina.

5. Marsha Timothy mengungkap bahwa Ambarwati dalam film ini bukanlah istri yang lemah

Sebagai aktris yang membawakan perannya, Marsha menegaskan jika tokoh Ambarwati bukanlah sosok istri yang mudah pasrah. Justru ia tetap berjuang; berusaha mempertahankan apa yang dimilikinya.

“Karakter Ambar di sini bukan perempuan yang tertindas. Dulu Mbak Ayu Azhari memerankan Ambar di sinetron bukan yang lemah. Dia bertahan dengan ada alasannya. Tapi akhirnya dia bisa ngomong apa yang dia mau. Gambaran Ambar di film ini juga seperti itu. Banyak yang mengira film ini istri yang tertindas, padahal tidak,” jelas Marsha.

6. Film Nokta Merah Perkawinan berkisah tentang pernikahan Ambar dan Gilang yang diterpa banyak masalah

Film Nokta Merah Perkawinan

Film Nokta Merah Perkawinan | Credit: IMDb via www.hipwee.com

Dalam film ini bahtera rumah tangga Ambar (Marsha Timothy) dan Gilang (Oka Antara) diterpa banyak masalah di usianya yang menginjak sebelas tahun. Hal itu juga diperparah dengan campur tangan kedua orang tua dalam urusan rumah tangga mereka.

Gilang yang bekerja sebagai arsitek tak sengaja berkenalan dengan Yuli (Sheila Dara), menjadi salah satu murid istrinya yang sering membantu workshop keramik. Pertemuan itu pun membawa kenyamanan baru bagi Gilang, terlebih saat dia mengerjakan proyek taman milik Kemal (Roy Sungkono), pacar Yuli.

Bagas, anak sulung Ambar yang begitu berempati dengan orangtuanya, hanya dengan tatapan atau nada bicaranya terlihat tahu kalau dua manusia yang paling dicintainya itu saling tersakiti dan menyakiti.

Dari film ini kita akan belajar banyak hal tentang bagaimana kebahagiaan pasangan suami-istri tidak bisa ditentukan dari lamanya usia pernikahan. Justru semakin banyaknya rintangan yang harus dihadapi berdua. Inilah beberapa fakta dari film Nokta Merah Perkawinan. Kamu sudah nonton?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Bukan sekedar hobi, melainkan memberi arti~

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE