Melalui sesi tanya-jawab yang di-stream dari markas Facebook Selasa (15/9), Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa media sosial kesayangan kita ini bakal segera dilengkapi dengan tombol “Dislike”; sebuah anti-tesis dari tombol “Like” atau “Suka” jika FB kamu kebetulan berbahasa Indonesia. YES!!! Akhirnya… Fitur tersebut masih dalam tahap penggodokan, sehingga belum tahu kapan bisa segera kita pakai.

Mungkin kamu belum tahu harus gembira atau sedih, jadi kami berikan kamu alasan untuk Like rencana tombol “Dislike” Facebook ini:

1. Selama ini, hampir 1,5 miliar pengguna Facebook “terpaksa” untuk nge-Like beragam posting, tak peduli betapa negatifnya postingan tersebut.

Thank you, Mark via www.aljazeera.com

Advertisement

Diperkenalkan sejak 2009, “Like” diciptakan agar pengguna FB bisa mengapresiasi status, foto, video atau posting lain yang mereka sukai. Pertanyaannya, kalau posting-an itu jelek dan negatif gimana?

2. Contoh kasus: Seorang teman menulis status bahwa orang tuanya meninggal dan mengekspresikan betapa sedih dirinya saat itu. Ada yang komentar “Turut berduka…” namun ada juga yang nge-Like. Itu maksudnya apa?!

3000-an orang “Suka” Lee Kuan Yew meninggal via jpnn.com

Like? Suka? Kamu suka bahwa orang tuanya meninggal atau suka bahwa dia bersedih?

3. Kita tentu gak bisa nge-Like posting teman yang baru saja mengubah Relationship Statusnya dari “In a relationship” menjadi “Single”.

Apa kamu tega nge-Like teman yang lagi patah hati? Dulu pas dia jadian kamu todong makan-makan, sekarang dia putus kamu “Like” di facebook. Teman macam apa itu?

4. Mengapa tombol “Dislike” sangat penting? Sebab FB sekarang sudah tak ‘sekeren’ dulu lagi.

Spam via gopego.com

Advertisement

Pertama kali menggunakan FB, motif kita murni untuk menjalin komunikasi dengan teman atau anggota keluarga. Lalu fungsinya bergeser sedikit ke media hiburan, oke gak apa-apa. Kini, sehari-hari kita akan berurusan akun spam atau scam yang selalu siap menguras dompet kita. Dengan tombol “dislike” diharapkan posting dari akun tak bertanggung jawab makin berkurang.

5. Dengan tombol “Dislike”, (mudah-mudahan) semua pengguna FB bisa membedakan mana informasi yang penting dan mana informasi gak penting.

Stop hoax via www.vox.com

Ketika kamu klik tombol “Like” pada suatu posting-an, hampir dalam sekejap post tersebut akan muncul di Newsfeed teman-teman kamu juga. Dengan “Dislike” filter untuk membagikan (share) info bermutu jadi makin apik, yang sering di-Like akan muncul, sementara yang sering di-dislike akan terbenam dengan sendirinya, semoga saja begitu.

6. Ada kemungkinan posting-an berbau SARA dan hasutan bisa lenyap dari Facebook, atau setidaknya lenyap dari Newsfeed kita.

Status yang rasis ini semoga bisa hilang via venombet.com

Secara tidak sadar, orang Indonesia terlalu sering membuat komentar rasis seperti (maaf): “Dasar cina lu, pelit amat!” atau menyelenggarakan event khusus Bule sehingga pribumi dilarang ikutan. Anggaplah “Dislike” ini sebagai tombol pengingat bahwa yang kita post tidak mengundang simpati, pengingat sederhana macam: “Bro, mungkin lo gak sadar, tapi itu rasis”.

Itu baru dari sudut ras, bayangkan pengaruh “Dislike” terhadap post yang berisi hasutan atau diskriminasi terhadap suku, agama, dan kelompok tertentu. Mungkin gak akan ada lagi akun FB yang tak bertanggung jawab.

Tombol “Dislike” memang masih dalam tahap pengerjaan, sehingga kita semua belum tahu pasti bagaimana imbas “Dislike” terhadap cara kita menggunakan Facebook secara keseluruhan. Setidaknya kamu sudah bisa membayangkan manfaat “kecilnya”, misal: kamu melihat artikel Hipwee di-copas mentah-mentah oleh situs lain (dan mengaku sebagai karyanya); mungkin kamu bisa laporin atau simply “Dislike”!

Yuk, kita bikin Facebook sebagai media sosial yang asik lagi!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya