Serba-serbi yang Hanya Dirasakan Anak Kuliah Keguruan, Jalan Panjang Menuju Pengabdian

Setelah lulus SMA, mungkin kamu memiliki banyak mimpi yang pengin segera kamu wujudkan. Ada yang pengin masuk jurusan Kedokteran, Seni, Filsafat, Antropologi, dan sebagainya. Namun, bagaimana kalau seandainya kamu tersesat dan akhirnya terpaksa memilih masuk di jurusan keguruan? Bagi sebagian orang mungkin akan terasa membosankan dan kurang gaul. Tapi, jadi guru itu nggak buruk kok. Setiap tahunnya, profesi guru diprediksi bakal dapat sertifikasi yang lumayan. Belum lagi tunjangan yang lain. Lebih religius lagi, kamu bakal dapat pahala yang luar biasa, karena mendidik dan membagi ilmumu pada anak bangsa.

Advertisement

Nah, kali ini Hipwee pengin kasih kamu bocoran soal dunia mahasiswa keguruan nih. Nggak semua hal-hal berikut bisa kamu alami, cuma mahasiswa keguruan yang diyakini mengalami kejadian seperti ini.

Ilustrasi tenaga pengajar / Credit: Pexels Rodnae Production

1. Masuk di jurusan pendidikan untuk menjadi guru. Entah karena terpaksa atau karena keinginan keluarga

Ini hal pertama yang pasti kamu perdebatkan dan jelaskan ke teman sekelasmu. Alasanmu kenapa mau masuk di jurusan keguruan. Ya, entah karena daripada kamu nggak kuliah, atau karena keluargamu ingin punya penerus seorang guru. Tapi bisa saja bahwa kamu sendiri yang memutuskan untuk menjadi guru. Lebih baik jujur pada diri sendiri.

2. Peraturan pertama, dosen melarang keras baju yang nggak rapi

Peraturan pertama di jurusan keguruan adalah baju rapi. Jurusan ini mendidikmu untuk menjadi seorang guru. Mindset masyarakat kita tentang guru yang pertama kali adalah kerapian. Kamu nggak bisa menjadi guru kalau bajumu berantakan. Guru kencing berdiri, murid juga pasti akan kencing berdiri. Begitu maksud dosenmu untuk kamu memakai baju yang rapi.

Advertisement

3. Anak kuliah keguruan juga udah pasti nggak boleh gondrong! Sabar~

Buat cowok yang sebenarnya kecebur di jurusan kependidikan ini, pasti kamu merasa kecewa dengan peraturan yang dibikin oleh dosenmu. Menurutmu, kuliah nggak boleh gondrong itu sesuatu yang nggak bisa diterima akal sehatmu. Kamu ingin menuntut tapi tak berdaya. Ya, sudah, pasrah.

4. Harus rajin bangun pagi, kelas buat mahasiswa keguruan biasanya hanya disediakan untuk pagi hari

Kuliah pagi nggak jarang bisa jadi momok bagi mahasiswa. Apalagi buat cowok yang nggak terlalu bisa bangun pagi. Tapi apesnya, nggak jarang juga dosen bukain kelas pagi buat mahasiswa keguruan. Untuk apa? Ya, biar kamu bisa belajar terbiasa dengan profesi guru yang kelak bakal kamu

5. Kadang suka iri dengan mahasiswa non keguruan yang mempelajari ilmu murni secara mendalam. Padahal, kamu juga belajar banyak, meski nggak sedalam mereka

Kadang kamu suka iri nggak sih sama anak non-dik atau ilmu murni? Mereka bisa belajar banyak tentang ilmu murni secara mendalam. Sementara kamu yang anak keguruan cuma belajar dikit soal itu. Tapi yang jelas mereka nggak belajar sama sekali tentang ilmu pendidikan. Jadi, seenggaknya kamu masih bisa nimbrung obrolan merekalah, meski cuma dikit yang kamu tahu soal ilmu murni. Ya, masih nyambunglah, ya~

Advertisement

6. Tugas bakal lebih banyak dari jurusan non pendidikan. kurikulum, Silabus, RPP, SK, dan KD, akan menjadi sahabat yang terpisahkan

Sebagai mahasiswa, tugas yang harus kamu kerjakan kadang nggak sejalan dengan logika berterimamu.

Ini dosen nggak masuk akal nih, ngasih tugasnya! Banyak banget!

Ya, namanya juga mahasiswa. Tapi, yang membuatmu semakin berat menjalani kehidupanmu di kampus adalah semakin maraknya tugas dari mata kuliah keguruan yang harus kamu kerjakan. Hal-hal asing yang jarang atau bahkan nggak pernah didengar oleh anak ilmu murni. Apa itu? Kurikulum, silabus, RPP, SK, KD, dsb. Anak ilmu murni paham nggak nih?

7. Anak keguruan itu dilatih untuk menjadi panutuan. Kamu nggak bisa hidup apa adanya di masyarakat tempat kamu tinggal

Mau nggak mau kamu harus berperilaku sebagai guru di lingkungan tempatmu tinggal. Sebab tetanggamu tahunya kamu adalah calon guru. Mindset ini yang akan membuatmu berpikir ulang untuk tidak tampil semaumu sendiri. Guru adalah contoh teladan bagi muridnya. Paham?

8. Masa-masa yang nggak semua mahasiswa bisa rasakan. Semester menjelang akhir kamu harus rela mengajar tanpa ada imbalan, kecuali nilai

Mengajar tanpa dibayar tentu membuatmu berpikir ulang, “kok mau??” Tapi, buat anak keguruan, ini hal yang lumrah. Karena mengajar tanpa dibayar atau PPL/KKN ini merupakan macroteaching yang WAJIB dilaksanakan, demi nilai. Temanmu mungkin ngeledek, “Halah, demi nilai aja mau!” Kamu biasa akan menjawab, “semua untuk mencerdaskan anak bangsa, dan pahala.” Luar biasa!

9. PPL/KKN adalah bukti bahwa karma itu nyata. Apa yang telah kamu perbuat pada guru PPL/KKN saat kamu sekolah, kini dibalas oleh  murid-muridmu

Banyak-banyaklah mengelus dada buat kamu yang akan, sedang, dan telah menjalani PPL/KKN di sekolah. Kamu bisa percaya bahwa karma itu ada. Sebab, apa yang kamu lakukan dulu pada gurumu, kini dibalas oleh murid-muridmu. Dan kamu akan memahami, ternyata menjadi guru itu nggak semudah yang kamu bayangkan ketika masuk kelas keguruan.

10. Kembali ke sekolah untuk mencari data skripsi, membuatmu jadi lebih termotivasi. Karena kangenmu pada murid-murid terobati dan kamu ingin segera mengajar mereka lagi

Tentu bukan pekerjaan yang mudah; mencari dan mengumpulkan data untuk skripsi. Namun, beda halnya kalau kamu sudah tahu seluk beluk tempat yang kamu pakai untuk riset. Anak keguruan mengambil data dari sekolah, karena metode skripsi yang boleh dipakai hanya PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Artinya, kamu harus kembali ke sekolah. Di sinilah semangatmu mulai terpacu. Kumpulan rindu pada anak didikmu dulu semasa PPL/KKN mulai terberai. Kamu tentu kangen dengan mereka yang selama satu semester selalu bertatap muka denganmu, menjabat hangat salam di tanganmu, dan komunikasi sehari-hari bersamamu. Hal ini tentu membuatmu akan termotivasi untuk segera wisuda dan kembali mengajar di sekolah.

11. Setelah lulus dari kampus, kamu nggak cuma bisa jadi guru. Pekerjaan apapun bisa kamu lakukan dengan gelar S.Pd yang kamu dapatkan

Salah satu enaknya jadi mahasiswa keguruan. Setelah kamu dicetak untuk menjadi seorang guru, nggak selamanya kamu akan berprofesi sebagai guru. Dengan gelar S.Pd yang sudah kamu sandang sekarang, kamu bisa melamar kerja ke mana saja. Karena kamu telah dididik menjadi seorang guru, hal itu akan menjadi nilai tambah untuk kamu bisa melamar di perusahaan mana saja.

Ya, begitulah hal-hal yang akan, sedang, dan telah dilalui mahasiswa jurusan keguruan. Apapun yang kamu dapat dari kampus adalah apa yang akan kamu miliki kelak setelah lulus. Yang terpenting adalah mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang kamu miliki. Toh, itu bisa bikin kamu nambah pahala kok. O, iya. Kira-kira, apalagi yang bakal dialamin oleh anak keguruan, ya? Tulis di kolom komentar dong! 🙂

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senois.

CLOSE