Di tengah orang yang berbondong-bondong melakukan demonstrasi menuntut Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta dengan dugaan penistaan agama, banyak juga orang Indonesia yang memanfaatkan situasi ramai ini sebagai lahan meraup keuntungan bisnis. Salah satunya, Dana, sang penjual peci yang menggelar lapak di pelataran Masjid Istiqlal Jakarta.

Dana hanyalah salah satu dari sekian banyak penjual peci yang mendapatkan keuntungan besar dari demonstrasi besar-besaran 4 November. Sebagaimana kita ketahui, demonstran hari ini banyak memakai atribut islami, seperti baju gamis dan peci putih. Tak pelak, sejumlah pedagang peci melihat ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan dari situasi ini. Nah, penasaran pada kisah para penjual peci ini? Yuk ke bawah!

”Biasanya seharian cuma dapat kurang dari 500 ribu, Pak. Hari ini 3 jam saja bisa dapat 500 ribu”

Yanti, salah satu penjual peci yang menjajakan dagangannya di pelataran Masjid Istiqlal mengaku meraup untung besar dari demonstrasi 4 November ini. Biasanya, Yanti hanya mendapatkan laba 500 ribu rupiah dari penjualan sekitar 30 peci sedari pagi hingga malam. Tapi, hari ini, dalam kurun waktu 3 Jam saja, Yanti berhasil mengantongi jumlah pendapatan yang sama.

“Lumayan, dari tadi satu-satu ada yang beli, alhamdulillah. Biasanya kan enggak boleh jualan tiap hari di sini. Subuh sampai jam 6 pagi doang, habis itu enggak boleh jualan,” tukas Yanti via okezone.com. “Satu pecinya ada yang 15 ribu rupiah, ada yang Rp20 ribu. Kalau enggak ada (demo) sampai ‘gigi kering’ juga belum tentu bisa dapat segitu.”

Lain Yanti, lain pula Dana. Penjual peci ini malah sanggup meraup untung hingga 4 juta rupiah

Bang, langsung kaya ya? via duniamu.id

Advertisement

Sejak pagi, Dana sudah menjajakan peci untuk dijual kepada para partisipan unjuk rasa ini. Siapa sangka, sebelum jam 12 siang semua pecinya sudah laku dan pundi-pundi sebesar 4 juta rupiah pun tercatat masuk kantongnya.  “Lebih banyak(terjual) Hari ini dibanding hari biasa, manfaatin demo hari ini aja hehe,” ungkap Dana via Youtube CNN Indonesia.

Fenomena unik seperti ini mengingatkan kita pada para penjual sate dan kacang saat bom kuningan beberapa waktu lalu. Keuntungan mereka juga berlipat lho~

Fenomena semacam ini sebenarnya agak lazim sih. Mungkin kamu juga ingat bahwa sejumlah pedagang sempat jadi sorotan saat peristiwa Bom Kuningan beberapa waktu lalu. Ada Jamal dan Heni, penjual sate dan kacang yang tetap berjualan saat sedang terjadinya bom. Mereka tidak peduli terhadap hal apapun yang terjadi, pokoknya mereka tetap ingin berjualan seperti biasanya. Bonusnya, dagangan mereka habis saat itu juga. Dedikasi!

Alhamdulilah, biasanya jarang laku, tapi karena ada bom, jadi sate saya cepat lakunya.” Jamal via kabbarmakkah.com