Kamu atau kita semua memang punya hak untuk mengutarakan pendapat pribadi. Tapi sayangnya pendapat ini belum tentu bisa terima oleh banyak orang. Sementara di dunia yang serba digital di mana bersuara lebih dimudahkan, justru makin riskan untuk berpendapat. Salah berpendapat sedikit saja, bisa panjang urusannya.

Dan jika kamu bertanya contohnya apa saja, rasanya sudah cukup banyak kasus-kasus seperti ini. Tapi yang paling baru dan sedang hangat-hangatnya itu adalah kasusnya Ernest Prakarsa. Karena kicauannya yang singkat di media sosial miliknya, komedian sekaligus sutradara ini  harus menanggung beberapa konsekuensi. Tapi kira-kira seperti apa juga sih kejadian sebenarnya yang sekarang dialami oleh Ernest?

1. Semua berawal sejak Ernest mengunggah sebuah tweet tentang Zakir Naik yang ditengarai mendanai ISIS

kicauan Ernest di twitter pribadinya via sidomi.com

Siapa yang sangka jika tweet-nya pada tanggal 5 Maret 2017 kemarin itu jadi malapetaka untuk dirinya. Berbekal artikel dari dailymail.com  Ernest dengan percaya diri membuat kicauan di akun pribadinya tentang pertemuan Jusuf Kalla dengan Zakir Naik yang di media tersebut dikatakan sebagai salah seorang yang mendanai ISIS. Sontak netizen yang tak membaca artikel yang dibaca Ernest pun menganggap kicauannya sebagai fitnah belaka. Ada juga yang membalas dengan komentar-komentar yang terkesan lebih SARA. Bahkan sampai kepada bullyan yang tak berhenti dalam hitungan sehari-dua hari.

2. Masyarakat yang terlanjur sensitif dengan isu SARA pun menanggapi dengan berbagai kritikan, sampai melabeli Ernest dengan anti islam

Dicap anti islam via profilbos.com

Advertisement

Sejak dulu urusan SARA memang cukup sensitif di Indonesia, hanya saja akhir-akhir ini rasanya lebih parah. Jadilah kicauan Ernest ini ibarat angin yang datang kembali menghidupkan bara yang sudah ada. Sekalipun niat awalnya hanya menyampaikan ketidakmengertian dirinya tentang pertemuan JK dengan Zakir Naik. Tapi tetap saja netizen mengkritik, mengecam sampai melabeli Ernest dengan istilah anti islam. Mengingat sebelumnya Ernest pun pernah membuat kicauan seperti “klo mimbar jumatan di politisir, kasian teman2 yg niatnya tulus mau ibadah.”

Sekalipun niatnya mengkritik sesuatu yang dianggap kurang pas. Tapi tetap saja Ernest justru dikritik balik bahkan dibully habis-habisan.

3. Sampai muncul tagar #boikottolakangin karena Ernest salah satu brand ambassador-nya

Ernest saat menjadi brand ambasador tolak angin via style.tribunnews.com

Sebenarnya agak aneh ketika seseorang dianggap salah berkomentar, lalu kesalahannya ini melebar ke hal-hal yang tak ada sangkut pautnya sama sekali. Dan seperti itulah yang selanjutnya dialami oleh Ernest ketika kicauannya dianggap menjelekkan islam. Posisinya sebagai salah satu brand ambassador Tolak Angin pun membuat tagar #boikottolakangin muncul. Sementara Sido Muncul sebagai perusahan dari Tolak Angin sendiri tak ada urusan dengan apapun yang ditulis Ernest di meda sosialnya. Tapi ternyata tetap saja tagar #boikottolakangin pun membawa dampak untuk Ernest.

4. Menyusul reaksi negatif dari mayarakat, Sido Muncul memutuskan kontraknya dengan Ernest lebih cepat

Klarifikasi Tolak Angin via showbiz.liputan6.com

Lewat akun resmi Irwan Hidayat selaku Direktur PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Tolak Angin tak hanya mengklarifikasi kicauan Ernest Prakarsa yang dianggap sebagai tanggungjawab pribadinya saja, tapi juga jelas menginformasikan mengenai pemutusan kontrak yang sebulan lebih cepat dari perjanjian awalnya. Sebab Sido Muncul Tbk mengatakan jika mereka, “sepakat untuk mendukung demokrasi di media sosial agar tercipta pikiran-pikiran positif untuk hal yang lebih baik.” Permasalahan Ernest ini juga dianggap sebagai pembelajaran untuk mereka agar lebih hati-hati menjalankan kerja sama dengan bintang iklan.

5. Tak berhenti di sana, film-film Ernest terancam tak laku karena beberapa penggemar ikut jadi kecewa

Film buatannya terancam tak laku via hello-pet.com

Setelah dikritik, dicap anti islam, dan diputus kontraknya sebagai brand ambasador, Ernest masih harus menyiapkan diri jika film-film buatannya terancam tak terlalu laku di pasaran. Pasalnya beberapa penggemarnya ikut kecewa dengan kicauan yang katanya memfitnah Zakir Naik. Padahal Ernest sediri tak kurang-kurang meminta maaf atas kicauannya yang lalai itu.

6. Padahal ia sudah meminta maaf kepada JK, Sido Muncul dan netizen

Teman2, izinkan saya mengungkapkan sesuatu. Tadi malam, dengan mengacu ke beberapa artikel di media asing, saya men-twit soal keterkaitan antara Zakir Naik & ISIS. Pada saat itu saya berpikir, karena medianya media terkenal maka beritanya valid. Tapi setelah banyak protes, saya jadi merenungkan bahwa apa jadinya seandainya yg mereka beritakan tidak benar. Maka saya sudah menyebarkan fitnah. Untuk itu, saya mohon maaf pada teman2 yg sudah tersakiti hatinya. Dengan tulus tanpa tekanan dari pihak mana pun saya ingin minta maaf, semoga ini jadi pelajaran bagi saya untuk lebih hati2 dalam menerima informasi di media. Bagi teman2 yg sudah terlanjur melabeli saya “anti Islam” dan sebagainya, saya pasrah 🙂 Saya lahir hingga remaja di lingkungan Betawi Muslim & mereka tidak pernah mempermasalahkan agama saya. Saya sering dibully krn Cina, tp tidak pernah dibully krn Kristen. Jadi apa dasar saya untuk membenci Islam? Sekali lagi, saya mohon maaf, dan berjanji untuk lebih berhati-hati. Dimaafkan atau tidak, saya serahkan pada teman2 sendiri. “Enak banget tinggal minta maaf!”. Iya sih bener juga, tapi namanya orang salah, bisa apalagi selain minta maaf? Sekian dari saya, terimakasih udah ngebaca postingan ini. 🙏🏻

A post shared by Ernest Prakasa (@ernestprakasa) on

JK dan pihak Sido Muncul memang sudah memaafkan kelalaian kicauan dari Ernest di Twitter pribadinya. Tapi sayang tak semua netizen mau memaafkannya begitu saja. Sekalipun kini muncul tagar #maafkanernest yang menjadi runner-up di trending topic Indonesia, komentar negatif masih saja berdatangan, bahkan terkesan menyudutkan sekali. Padahal kalau kita mau mengambil sisi baiknya, tak perlulah memperpanjang persoalan yang sebenarnya kesalahpahaman padangan saja.

Sulit memang rasanya jadi Ernest, tapi ya seperti inilah kekejaman hidup

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya