Sebelum masanya media sosial, layar kaca menjadi idola seluruh masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Berbagai stasiun televisi pun bermunculan dengan masing-masing program andalan mereka. Apakah itu berita, sinetron, hingga reality show.

Jika kamu salah satu “pengabdi” televisi di tahun 2000-an, mungkin sudah nggak asing lagi sama cowok yang satu ini. Ia dikenal dengan petualangan dan atraksinya menaklukkan hewan-hewan buas. Program tersebut pun sempat menjadi salah satu yang favorit di mata masyarakat. Hingga akhirnya, sang penakluk nggak muncul lagi di layar kaca dan menjadi sebuah teka-teki yang melegenda.

Sejak tahun 2010, kabar mengenai meninggalnya Panji Sang Petualang menyebar di kalangan masyarakat

kabar dirinya meninggal dicabik-cabik Komodo via www.facebook.com

Advertisement

Muhammad Panji atau lebih dikenal sebagai Panji Sang Petualang dan Panji Sang Penakluk menjadi salah satu acara yang mendapatkan perhatian besar dari publik di akhir tahun 2000-an. Perjalanannya yang keluar masuk hutan, lalu menaklukkan hewan-hewan buas seperti ular, buaya, dan lainnya yang ia temui menjadi tontonan yang menarik kala itu.

Namun di pertengahan tahun 2010, kabar meninggalnya Panji merebak di masyarakat. Apalagi saat itu tayangannya sudah nggak muncul di stasiun televisi. Sebuah kabar berembus kalau Panji tewas dicabik-cabik oleh Komodo saat pengen menaklukkan hewan buas tersebut. Nah, sejak saat itulah, banyak masyarakat percaya jika Panji benar-benar telah meninggal.

Karena nggak sedikit yang termakan isu tersebut, akhirnya Panji membuat klarifikasi melalui sebuah video

banyak yang percaya via www.youtube.com

Bertahun-tahun berlalu, kabar kematian sang penakluk ular tersebut masih saja santer terdengar. Bahkan, Rachel Vennya melalui Instastories-nya bilang kalau sempat percaya Panji sudah meninggal. Karena itulah, melalui channel YouTube-nya, Panji melakukan klarifikasi. Dengan judul video “Maaf saya masih Hidup!”, Panji menjelaskan asal muasal kabar kematiannya mulai merebak di masyarakat. Jadi pada tahun 2010, seorang blogger menuliskan bahwa Panji tewas dicabik-cabik Komodo saat ia ingin menaklukkan hewan tersebut. Namun di akhir tulisan sang pemilik blog menyatakan kalau itu hanyalah sebuah mimpi.

Saat ini Panji lebih sering beraksi secara live alias off air. Namun kini ia sudah mulai mengabadikan videonya lewat channel YouTube-nya

lebih sering off air via www.facebook.com

Advertisement

Sejak beberapa tahun lalu, Panji memang vakum dari layar kaca. Ia ingin mencari ide-ide kreatif baru. Tapi bukan berarti ia berhenti bertualang dan menaklukkan reptil atau hewan buas. Selama ini, Panji ternyata menyibukkan diri dengan acara-acara off air seperti acara edukasi tentang dunia reptil hingga acara seni dan beladiri.

Untuk menjawab kerinduan masyarakat dengan berbagai aksinya, Panji pun mulai aktif di media sosial. Ia menyebarkan aksi-aksinya tersebut melalui akun Facebook-nya. Nggak cuma itu, kini Panji juga mulai merekam aksi-aksinya, lalu diunggah ke channel Youtube-nya.

Ini nih salah satu bukti bahwa hoax bisa dengan mudah dipercaya oleh masyarakat. Hanya berawal dari sebuah blog, isu tentang kematian Panji dengan mudah merebak di masyarakat. Jika Panji nggak muncul lagi ke publik, tentu kita akan selamanya percaya kalau dia sudah meninggal, bukan? Tapi, ada yang kangen Panji nggak?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya