Kabar mengejutkan datang dari dunia kuliner. Kali ini restoran waralaba internasional – Pizza Hut, Pizza Hut Delivery (PHD), dan Marugame Udon diisukan memakai bahan-bahan kedaluwarsa pada makanannya. Informasi ini muncul sejak majalah Tempo dan BBC Indonesia mengeluarkan hasil investigasinya beberapa hari lalu. Sriboga Food Group – yang membawahi restoran-restoran internasional seperti Pizza Hut Indonesia, PHD, The Kitchen by Pizza Hut, dan Marugame Udon, saat ini menjadi sorotan publik lantaran merebaknya isu sensitif tersebut.

Para pihak terkait pun angkat bicara menanggapi hal itu. Untuk menjawab beragam pertanyaan kamu, Hipwee telah merangkum informasi dari berbagai sumber. Silahkan simak ulasannya berikut ini.

Berawal dari berita yang dibahas majalah Tempo dan BBC Indonesia, isu restoran waralaba memakai bahan kedaluwarsa ramai diperbincangkan

majalah Tempo via www.getscoop.com

Pemberitaan restoran terkenal ini marak diperbincangkan sejak majalah Tempo dan BBC Indonesia mengeluarkan hasil investigasinya. Berita digunakannya bahan-bahan kadaluwarsa oleh Pizza Hut, PHD, dan Marugame Udon menjadi “bahan” utama saat mengolah informasi. Dalam melakukan investigasi, kedua media meyakini segala sumber yang mereka dapatkan. Tak heran isu ini pun mereka angkat dengan sebelumnya menerima pesan dari mantan petinggi perusahaan yang terkait jaringan restoran internasional.

Sebuah pesan dari mantan petinggi perusahaan diterima Tempo dan BBC Indonesia. Berbagai dokumen dan foto-foto yang ia perlihatkan membuat kedua media memutuskan melakukan investigasi

bubuk bonito untuk Marugame Udon, yang diperpanjang masa kadaluwarsanya selama tiga bulan via www.bbc.com

Advertisement

“…ada dugaan penggunaan bahan yang lewat masa pakainya di dua jaringan restoran internasional. Ia mengaku sudah berusaha menghentikan praktik itu, dengan segala niat baiknya, namun gagal. Diperiksalah dokumen-dokumen yang dibawa dan diperlihatkannya, yang meyakinkan kami untuk melakukan investigasi, yang kami jalankan bersama Tempo,”  seperti dikutip dari bbc.com

Melakukan investigasi tentu harus didasarkan oleh bukti-bukti yang kuat, Tempo dan BBC Indonesia pun menyakini berbagai bukti yang didapatkan. Kedua media memperoleh beragam dokumen dan foto-foto dari seorang mantan petinggi Sriboga Food Group. Dalam pernyataannya yang disampaikan kepada Tempo dan BBC Indonesia, praktik memperpanjang masa kadaluwarsa secara tidak sah ini telah melibatkan manajemen tinggi perusahaan di Indonesia. Dia sendiri pun telah berusaha untuk menghentikan praktik yang telah dilakukan selama bertahun-tahun ini, namun tak ada hasilnya.

Dalam berita itu disebutkan terdapat perpanjangan masa simpan pada bahan makanan, apalagi telah disetujui oleh bagian Quality Assurance

salah satu bukti via www.bbc.com

Sumber Tempo dan BBC Indonesia mengatakan dia mulai menyadari ada keanehan saat menemukan galon-galon berisi saos Tempura yang ditempelkan stiker perpanjangan masa simpan. Pasca mencari tahu, ia mendapat jawaban kalau hal tersebut telah disetujui oleh bagian Quality Assurance. Tak hanya itu, tim investigasi Tempo dan BBC Indonesia juga memperoleh informasi adanya perpanjangan masa pakai bahan-bahan yang digunakan untuk Marugame Udon, Pizza Hut Indonesia, dan PHD.

Dalam berkas Summary Extension Shelflife 2015-2016  lengkap dengan kop surat Sriboga Food Group, diketahui dalam berkas itu terdapat daftar bahan-bahan yang diperpanjang masa kadaluwarsanya. Beberapa di antaranya ditujukan untuk Pizza Hut dan PHD, yaitu produk berbahan daging, seperti Veggie Chicken Sausage (sosis ayam dan sayuran), dan produk berbahan susu, Carbonara Sauce Mix -adonan saus karbonara. Selain itu juga termasuk bahan-bahan lainnya, misalnya Puff Pastry – bahan pembuatan kue, Brownies Mix -adonan brownies, bahan marinade Citrus Marinade, dan saus sate, Satay Sauce dan saus XO -XO Sauce. Sedangkan bahan-bahan dengan masa perpanjangan untuk Marugame Udon yang terdapat dalam berkas tersebut yaitu bubuk bonito, saos tempura dan sukiyake.

Menurut mantan petinggi Sriboga Food Group ini, sebenarnya pengolahan bahan makanan di restoran-restoran Pizza Hut sangat bagus. Hanya saja ada satu hal yang disayangkan, yaitu:

“Apa yang terjadi di warehouse sampai gudang-gudang kecil di daerah itu yang abu-abu,” kata narasumber,

seperti yang dikutip dari bbc.com

Pihak terkait angkat bicara. Mereka membantah pernah menggunakan bahan-bahan kedaluwarsa


Pernyataan PT Sarimelati Kencana – Pizza Hut Indonesia via twitter.com

“Kami tegaskan bahwa dugaan yang menyebut Pizza Hut Indonesia memakai bahan-bahan kedaluwarsa adalah tidak akurat dan berdasar pada asumsi,” tulis pihak Pizza Hut Indonesia via akun twitternya

Menanggapi kabar negatif ini, pihak restoran waralaba itu pun angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa restorannya tak pernah menggunakan bahan-bahan kadaluwarsa. Mereka sangat menjaga sekali soal keamanan makanan bagi konsumen. Apalagi hingga kini selama 32 tahun Pizza Hut beroperasi di Indonesia belum ada laporan dari konsumen yang keracunan atau sakit perut.

“Kalau benar buktikan mana korbannya? Selama 32 tahun dengan 4 juta pelanggan tidak pernah satupun yang lapor keracunan atau sakit perut setelah makan Pizza Hut. Ya karena kami tidak pernah menggunakan bahan makanan yang sudah kadaluwarsa,” tegas Alwin Airifin selaku Presiden Direktur Sriboga Raturaya – Pemegang Merek Pizza Hut,

seperti dikuti dari liputan6.com

“Mendapatkan untung tentu saja kami lakukan, karena kami adalah perusahaan. Tapi kami tidak pernah mengambil untung dengan berkompromi soal keamanan makanan” jelas Stephen McCarthy selaku Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana – Pengelola Merek Pizza Hut,

seperti dikutip dari kompas.com

Ada pernyataan lain bahwa perpanjangan masa simpan memang pernah dilakukan, namun dilakukan secara sah, yakni ada rekomendasi tertulis dari pemasok

katanya pernah, asalkan ada rekomendasi dari pemasok dan telah diuji oleh QA via www.bbc.com

“Perpanjangan masa simpan dapat disetujui oleh bagian QA dari pemegang franchise lokal, hanya setelah mereka menerima rekomendasi tertulis dari produsen atau pemasok untuk mengkonfirmasi bahwa masa simpan dapat diperpanjang, dan tidak ada resiko keamanan. Bagian R&D atau QA juga diharapkan melakukan uji sensorik internal,” tulis Pankaj Batra selaku Direktur Marketing Pizza Hut Asia,

seperti dikutip dari bbc.com

Pihak Pizza Hut Asia pun berkomentar terkait kabar ini. Mereka mengatakan bahwa masa perpanjangan bahan-bahan makanan memang pernah dilakukan, namun praktik tersebut dilakukan dengan sah. Menurut mereka, masa perpanjangan kadaluwarsa bahan makanan boleh dilakukan asalkan terdapat rekomendasi tertulis dari pemasok, yakni dapat diperpanjang dan aman digunakan. Ditambah lagi dengan bagian Quality Assurance yang melakukan uji sensorik internal.

Isu ini pun ditambah, sebelumnya terjadi penggerebekan oleh polisi di gerai Marugame Udon dan gudang penyimpanan bahan beku Sriboga Food Group

gerai Marugame Udon di Gandaria City via www.bbc.com

Sebelum kabar ini merebak, pihak kepolisian pada 26 April 2016 lalu telah melakukan penggerebekan ke restoran Marugame Udon yang berlokasi di Gandaria City, Jakarta Selatan. Tak lupa, mereka juga melakukan pemeriksaan dan menyita sejumlah bukti di gudang penyimpanan bahan beku milik Sriboga Food Group di Bekasi. Hingga sekarang, hal tersebut masih diselidiki pihak kepolisian.

Para netizen pun langsung menanggapi isu ini. Lucunya, bukan komentar berupa amarah namun lelucon yang cukup menghibur

banyak yang pilih gorengan sekarang via resepkuedankudapan.blogspot.co.id

“Kalo kamu nyari yang suka makan pizza HUT, aku mundur. Tapi kalo kamu nyari cowok yang suka makan remah-remah gorengan, aku paling depan,” tulis akun @dewahoya

“Pizza apa yang selalu ulang tahun? Iyap. PIZZA HUT. Mau Pizza HUT pake bahan kadaluarsa atau buayaluarsa juga guemah ga peduli, ga suka juga itu junkfood, lebih suka bala-bala #TeamBala2,” tulis akun @negativisme

Bukannya letupan amarah, namun netizen malah ramai mengomentari kabar ini dengan kalimat-kalimat yang cukup menghibur.Semoga kabar ini menjadi “bahan” evaluasi bagi para pihak terkait, terutama jaringan perusahaan restoran waralaba yang saat ini sedang berusaha mengembalikan citranya kepada publik. Dan untuk para konsumen kalau masih ragu makan di restoran itu, yah mungkin ini saatnya kalian sering-sering menikmati apa yang tersaji di meja makan rumah.