Apa sih yang terlintas di kepalamu saat berpapasan dengan mobil atau motor tua di jalan? Mungkin, kamu akan menganggapnya kuno, atau malah menyukainya?

Honda CB, Vespa, Mobil VW, Jeep, Fiat; beberapa merek atau jenis mobil dan motor tua yang masih banyak diminati hingga sekarang. Tak sekadar soal kendaraan tua yang unik, para pengendaranya pun tak kalah menarik untuk diulas. Apa saja sih kisah dibalik para penggemar mobil dan motor tua ini? Apakah memang mereka layak untuk diberi predikat setia, pemberani, dan jempolan?

Advertisement

Langsung simak, yuk!

1. Penyuka Mobil dan Motor Tua adalah Mereka yang Bisa Memantapkan Pilihan

mereka memantapkan pilihan

mereka memantapkan pilihan via suc.metrotvnews.com

Dari sekian pilihan mobil dan motor yang ada, mereka sengaja memilih yang tak biasa. Yup, penggemar kendaraan tua memang punya cita rasa yang berbeda dari kebanyakan orang. Kadang, mereka cenderung terkesan idealis atau sering dianggap fanatik. Mereka mantap memilih salah satu jenis atau merek kendaraan yang jadi kesayangan. Yang pasti, mereka tak pernah asal memilih. Mereka paham betul segala akibat dan konsekuensi dari pilihan yang diambil, seperti misalnya;

Cewek: “Kalau kamu masih pakai Vespa-mu yang sering mogok itu, kita putus aja!”

Cowok: “Maaf ya, Sayang. Aku lebih cinta Vespa-ku.”

Cewek: “KZL!!!” (Langsung ngeloyor pergi gara-gara kalah cakep sama Vespa)

2. Kesukaan pada Kendaraan Tua Jadi Caramu Merayakan Kesederhanaan

cara merayakan kesederhanaan

cara merayakan kesederhanaan via ulfauz.duniarsitek.com

Advertisement

Kamu mungkin sempat merasa terpaksa saat harus menggunakan mobil tua. Alasannya, mobil itu adalah warisan dari ayah atau mungkin kakakmu. Lantaran masih enggan membelikan mobil baru, orang tua pun hanya menyediakan motor dan mobil itu di rumah. Pikirmu, daripada harus kehujanan naik motor, lebih baik mengendarai mobil, ‘kan?

Namun, rasa terpaksa itulah yang kemudian membuatmu mengerti; bahwa tak harus membeli sesuatu yang baru selama yang lama pun masih bisa digunakan. Meskipun sebagian teman-teman akan menganggap mobilmu terlalu kuno atau jadul (jaman dulu), kamu pun tak terlalu peduli. Setidaknya, mobil tua mengingatkanmu untuk tak lupa bersyukur. Lama-lama bergaul dengan mobil tuamu, tak heran jika kamu mulai menyukainya. Cie…Cie…Mulai naksir mobil tuanya…Hehehe

3. Mereka Tak Mau Terlalu Peduli dengan Anggapan Orang: “Woles Aja, Broh!”

woles aja, bro!

woles aja, bro! via daivangelion.wordpress.com

Sudah jadi hal biasa jika mereka mendapat pandangan sinis dari pengendara lain saat berhenti di lampu merah. Dianggap sumber polusi atau penyebab kemacetan karena lajunya memang tak segesit kendaraan keluaran baru. Bahkan, tak jarang mereka mendapat tanggapan sinis seperti;

“Eh, emang masih tren ya pakai motor tua? Janji Joni sama Tarix Jabrix udah lewat, Sob!”

Terbiasa mendapati pandangan sinis atau komentar negatif dari orang lain membuatmu kebal. Kamu tak mau peduli atau memilih mengabaikan mereka. Sekeras apapun mereka berkomentar, toh kamu tetap mantap pada pilihanmu dan menikmati hari-hari bersama motor tuamu.

4. Kamu yang Menggemari Kendaraan Tua Cenderung Pemberani dan Percaya Diri

pemberani dan percaya diri

pemberani dan percaya diri via www.facebook.com

Yup, pilihanmu pada mobil atau motor tua sah membuktikan bahwa karaktermu adalah pemberani. Kamu paham bahwa dibalik pilihan yang kamu ambil sudah ada sekian kesulitan-kesulitan yang menantimu. Kendaraan sering mogok, susah cari spare part, perawatannya ribet; banyak hal yang sebenarnya membuatmu takut atau malas memilih kendaraan tua sebagai tunggangan.

“Aku suka soalnya unik. Bisa tampil beda dan melestarikan motor tua. Hehehe.”

Antonius Vandi Saputro, rider Honda s90z keluaran 1971

Namun, kamu tetap yakin pada pilihanmu; bahwa kesulitan hanya harus diatasi dan tak perlu ditakuti. Dengan pilihanmu, kamu pun terbilang punya rasa percaya diri yang tinggi. Banyak orang yang akhirnya mengurungkan niat menggunakan mobil atau motor tua lantaran merasa tak punya skill atau kemampuan di bidang otomotif. Selain itu, menghadapi komentar orang atas pilihanmu juga tak kalah menuntut kepercayaan diri yang tinggi, ‘kan?

5. Pecinta Kendaraan Tua adalah Pribadi yang Ramah dan Mudah Bergaul

ramah dan mudah bergaul

ramah dan mudah bergaul via www.facebook.com

“Motornya tahun berapa, Mas? Ini jenis apa, ya? Dijual nggak? Berapaan, Mas?”

Nah, gimana nggak gampang akrab jika harus sering-sering meladeni pertanyaan-pertanyaan seperti di atas? Bagaimanapun, dia tak akan merasa enggan untuk menjawab pertanyaan mereka yang tampak tertarik pada kendaraan tuanya. Bermula dari pertanyaan-pertanyaan singkat itu pulalah, obrolan akan berlanjut. Jadi, tak heran jika penyuka mobil atau motor tua memang terkesan mudah bergaul atau punya banyak teman.

6. Dia Pun Terbiasa Mandiri dan Tak Malas Belajar Hal-Hal Baru Seputar Kesukaannya

Kemandirianmu adalah kebahagiaan orang tua, mereka akan sambut hari tua dengan ketenangan. via www.pexels.com

Mogok mungkin sudah jadi langganan mobil tuanya. Dia pun sudah terbiasa menerapkan jurus-jurus andalan untuk mengatasinya sendiri. Pasalnya, tak sembarang bengkel yang ditemui di jalan bisa mengatasi perkara mobil tuanya. Saat bisa mandiri mengatasi perkara mobilnya, bukan tak mungkin dia pun mandiri dalam kehidupan sehari-hari, ‘kan?

Selain itu, situasi dan kondisi juga menututnya untuk tak malas-malas belajar. Setidaknya, dia paham bahwa mobil tuanya tak akan kuat jika dipaksa menempuh perjalanan jauh. Saat mesin mobilnya sudah mulai panas atau tiba-tiba berasap, dia pun tahu apa yang harus segera dilakukan. Berbagai pengetahuan didapatnya dari pengalaman, browsing, membaca, atau berbagi cerita dengan sesama penyuka mobil tua.

7. Terbiasa Menghadapi Berbagai Kesulitan, Mereka Sah Masuk Golongan Orang-Orang yang Sabar

mereka masuk golongan orang sabar

mereka masuk golongan orang sabar via fiksi.kompasiana.com

Mengurusi mobil mogok memang merepotkan, pun menghadapi komentar negatif orang lain tak kalah melelahkan. Kadang, mobil dan motor tua yang lajunya lambat harus rela mendapati suara klakson tanda tak sabar dari mobil atau motor lain.

Bahkan, kamu yang punya motor tua pun harus pasrah saat motormu mendadak ngambek tak mau distarter sekalipun sedang buru-buru hendak pergi kuliah. Dari berbagai kemalangan yang pernah kamu hadapi, bertahan dengan mobil atau motor tuamu menandakan kualitas kesabaranmu.

8. Mereka Tahu Cara-Cara Berkompromi dengan Tunggangan Tuanya

berkompromi dengan tungganganya

berkompromi dengan tungganganya via azkaazuar.wordpress.com

Penggemar kendaraan tua memang tahu betul caranya berkompromi. Saat perjalanan jauh atau touring misalnya, mereka pasti sudah baik-baik mempersiapkan segala “kebutuhan” tunggangannya. Kampas rem habis, kabel kopling tiba-tiba putus, mesin panas; banyak masalah yang mungkin mendadak mereka alami. Namun, antisipasi mereka hampir pasti tak kalah sigap; mereka akan siap membawa part-part yang memang dianggap rapuh.

Perkara waktu pun sudah jadi perhitungan mereka. Jika pergi dari rumah menuju kampus butuh waktu 10 menit dengan kendaraan “normal”, maka menunggangi kendaraan tua berarti butuh waktu ekstra. Harga BBM naik? Sparepart mahal? Semua sudah diperhitungkan dengan matang. Pengeluaran untuk kebutuhan lain bisa sedikit dikurangi demi menghidupi kecintaanya pada kendaraan tuanya.

9. Penggemar Mobil atau Motor Tua Biasanya Sangat Perhatian dan Detail

fokus pada detail

fokus pada detail via aquavintage.wordpress.com

Apa sih yang jadi rutinitas mereka setiap hari? Yup, jawabannya adalah mengotak-atik dan merawat kendaraanya. Mereka sangat perhatian pada “tongkrongan” kesayangannya itu. Memeriksa mesin atau mengelap body kendaraan sudah jadi kegiatan sehari-hari. Sedikit lecet atau tergores saja bisa membuat mereka uring-uringan. Nah, buat para cewek yang menyimak artikel ini, bisa lho memilih cowok-cowok penggemar mobil atau motor tua yang biasanya perhatian ini. Hehehe.

10. Mereka Menghargai Kebersamaan dan Ikatan Pertemanan

menghargai ikatan pertemanan

menghargai ikatan pertemanan via purwokertohondacbclub.wordpress.com

Sesaat setelah seorang pengendara motor Honda CB mengklakson saya dan teman yang berbocengan naik CB juga…

Saya: “Bro, barusan siapa tuh yang nglakson?”

Teman: “Wah, nggak kenal gw. Dia kira kita anak CB juga, jadi diklakson.”

Saya: “Lhah, lo anak CB, bukan?”

Teman: “Bukan. Ini ‘kan motor pinjeman.”

Saya: Bengong (Masih mikir kenapa sesama pengguna CB kudu nglakson).

Yup! Sesama pengendara mobil atau motor tua punya rasa kebersamaan yang luar biasa. Ketika berpapasan di jalan, mereka tak enggan saling menyapa dengan membunyikan klakson. Beberapa menyebutnya sebagai “salam tet tot”. Jika tak sengaja bertemu saat sedang di parkiran, mereka sudah pasti menyempatkan diri sejenak mengobrol. Sekadar berkenalan, mengobrol, berbagi pengalaman atau wawasan seputar kegemaran mereka. Biasanya, mereka pun tergabung dalam komunitas-komunitas yang punya ikatan solid.

11. Jiwa Solidaritas Mereka Juga Terbilang Tinggi

700-01082859
© Masterfile
Model Release
Man Consoling Woman on Beach

Termasuk pribadi yang mandiri bukan berarti mereka tak butuh bantuan orang lain. Ada kalanya mereka tak bisa mengatasi masalah kendaraanya sendirian. Bagaimanapun, sesama penyuka mobil atau motor tua adalah teman. Wajib hukumya untuk membantu saat melihat pengendara lain kepayahan mengurus kendaraanya yang mogok di pinggir jalan.

12. Bagi Mereka, Kualitas adalah Perkara yang Utama

kualitas itu penting

kualitas itu penting via biser3a.com

Salah satu pelajaran baik dari para penyuka tunggangan tua adalah prinsip mereka perkara kualitas. Mereka yakin bahwa umur kendaraan yang sudah belasan atau puluhan tahun bukanlah masalah. Segala kekurangan yang dimiliki mobil atau motor tua juga tak perlu dipersoalkan. Yang penting, mereka mau berusaha menemukan solusi.

Demi bisa tetap digunakan sehari-hari, mereka akan rajin-rajin merawat kendaraanya di rumah atau rutin membawanya ke bengkel. Meskipun tua, mereka berusaha agar kendaraanya tetap bisa diandalkan.

13. Dialah Penyuka Tantangan yang Enggan Berdiam di Zona Nyaman

dia enggan berdiam di zona nyaman

dia enggan berdiam di zona nyaman via koentoelsoerobojo.wordpress.com

Dia memang punya cara berpikir yang unik. Baginya, mengendari motor keluaran baru yang lebih praktis tak cukup menarik. Dia justru menyukai momen-momen bersusah payah dengan motor tuanya. Baginya, itulah cara menjawab tantangan; menempa dan menjajal ketangguhannya sendiri. Yup, baginya kenyamanan tak menawarkan hal-hal yang menarik. Justru zona tak nyamanlah yang membuatnya lebih bersemangat setiap harinya.

14. Mereka Percaya bahwa Sikap Teguh pada Pendirian Itu Penting

mereka teguh pada pendirian

mereka teguh pada pendirian via otomotifmtrvespa.blogspot.com

Mobil atau motor tua terbilang antik lantaran tak banyak orang yang memilikinya. Melewati berbagai cobaan dari kendaraan tuanya, mereka pun masih tak mau berpindah pada pilihan lain. Bahkan, saat ada orang lain yang menawar kendaraanya dengan harga mahal pun mereka tak mudah goyah.

“Imanmu memang kuat ya, Mazztt!”

15. Baginya, Sesuatu yang Jadi Kecintaan Memang Pantas Diperjuangkan

kecintaan pantas diperjuangkan

kecintaan pantas diperjuangkan via yafifabregas.blogspot.com

Berbagai remeh temeh kesulitan yang dialami para penggendara mobil atau motor tua sudah sedikit diulas di poin-poin sebelumnya. Tapi, beberapa teman-temanmu yang menyukai kendaraan tua tetap saja bertahan, ‘kan? Yup, urusan pilihan hati memang tak bisa ditawar-tawar. Ketika sudah menemukan yang jadi kecintaanya, mereka tak akan mudah berpindah pada pilihan lain. Mereka pun akan lebih bahagia saat mendengar komentar:

“Wah, motor lo langka, Bro! Keren tuh mending jangan dijual!”

Well…sedikit ulasan di artikel ini membuat para pengguna kendaraan tua terlihat lebih keren di matamu ‘kan? Nah, buat kamu yang memang sudah menggemarinya, semoga tetap setia dengan hobimu ini, ya! 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya