5 Momen Berpikir yang Berujung Sia-Sia Karena Nihil Aksi. Manusia Emang Hobi Banget Buang Waktu

Buang-buang waktu

Ada kalanya kita perlu berpikir sebelum bertindak. Tepatnya ketika apa yang akan kita kerjakan berhubungan dengan nasib orang banyak. Jika hanya sekadar menyangkut hidupmu, kadang kala kita hanya perlu melakukannya saja tanpa banyak mikir. Sebab yang sudah-sudah, terlalu banyak berpikir justru malah menghambat.

Advertisement

Sering banget waktumu terbuang hanya karena kita kebanyakan mikir? Padahal yang sesuatu yang dipikirkan juga nggak penting-penting banget. Inilah 5 momen kebanyakan mikir yang kerap berujung sia-sia. Cekidot!

1. Momen kita bikin caption IG sering berakhir sia-sia. Udah mikir lama-lama, eh, nggak jadi di-posting~

Jangan banyak mikir! via crafters.getcraft.com

Sadar atau enggak kita sering membuang-buang waktu saat hendak mengunggah sesuatu ke medsos. Ambil contoh unggahan IG. Sering banget kita mikir lama cuma buat satu postingan yang ujung-ujungnya nggak jadi kita unggah. Milih fotonya lama, bikin caption-nya juga lama. Kita terlalu banyak mikir “ah yang ini gendut”, “upload ini nanti diledekin”, “captionnya cocok nggak, ya?”, dan lain sebagainya.

Ngapain sih mikir begitu? Buat apa mikirin pendapat orang yang nggak bisa kita kontrol. Santai aja. Unggah aja, toh cuma medsos ini. Kecuali kita tergolong figur publik yang unggahannya bisa berdampak pada orang banyak.

2. Saking banyaknya keinginan bikin kita nggak fokus cari barang di marketplace. Udah lama milih, ujung-ujungnya nggak jadi

Kemajuan zaman telah memberikan kita kemudahan untuk belanja online. Begitu banyak marketplace yang bisa kita kunjungi sambil rebahan. Sayang, seringkali kita justru menghabiskan banyak waktu hanya untuk melihat-lihat tanpa membeli. Fenomena ini terjadi karena kita nggak fokus pada satu tujuan. Awalnya mau beli sepatu, pas milih malah tertarik beli tas. Habis lihat tas, kepengen baju. Pengen ini-itu, ujung-ujungnya nggak jadi karena bujet terbatas.

3. Nggak ada yang lebih menyebalkan dari merancang wacana jalan-jalan yang ujung-ujungnya nggak jadi. Sering terjadi di tongkrongan yang nggak solid

Ujung-ujungnya nggak jadi via iqra.id

Nongkrong di kafe adakalanya menjenuhkan. Tongkrongan sesekali butuh destinasi tempat dan acara baru agar suasana lebih hidup. Akhirnya konsep digelarkan. Segala sesuatunya dipikirkan agar acara itu berlangsung spesial. Nah di momen inilah kerap terjadi tragedi. Rencana tiba-tiba batal karena satu dan lain hal. Momen yang nyebelin bagi mereka yang sudah antusias. Kadang acara yang asyik itu malah justru yang nggak direncanakan.

4. Milih menu lama, eh, ujung-ujungnya masa mi. Sering terjadi di era pesan-antar makanan 😀

Ujung-ujungnya masak mi. via www.tribunnews.com

Fitur pesan makanan semakin memudahkan orang yang mager. Beli makan nggak perlu lagi ke warung, cukup ambil ponsel semua menu bisa dicari. Lucunya, kemudahan ini kadang berujung lawak. Banyaknya pilihan kadang bikin kita jadi bingung sendiri mau makan apa. Sampai akhirnya kita nggak jadi pesen dan merelakan diri untuk mandiri, buat mi instan sendiri. Kebanyakan mikir sih. Tinggal pilih aja, bingung.

Advertisement

5. Udah mikir pickup line lama-lama tapi nggak berani kirim chat ke gebetan. Kebanyakan mikir yang bikin orang tetep jomlo

Kasihan jomlo terus via www.unsplash.com

Nge-chat gebetan itu memang nggak cuma butuh strategi, tapi juga keberanian. Strategi tanpa keberanian cuma bikin waktu terbuang. Sering banget orang berjam-jam mikirin pick up line doang, eh, ujung-ujungnya nggak dikirim. Takut bikin ilfeel-lah, takut nggak dibaleslah, dan lain-lain.

Di momen ini orang sering lupa kalau ketakutan itu hasil dari pikirannya sendiri. Belum tentu gebetannya nggak membalas, bisa aja dia lagi gabut. Belum tentu gebetannya ilfeel, bisa aja dia udah nungguin tapi malu nge-chat duluan. Kelamaan mikir justru membuka kesempatan dia dideketin orang.

Itulah beberapa momen sia-sia karena kita banyak mikir. Adakalanya dalam hidup kita cuma butuh berbuat tanpa berpikir. Gas, gas, gas, jangan banyak mikir! Salah langkah tinggal puter balik.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE