Walau di kota besar sekalipun, pada umumnya kost memang terbagi jadi dua, menurut jenis kelamin penghuninya. Tapi, ada juga kost campur yang tak peduli apakah penghuninya putra atau putri.

Walau perbedaan antara kost khusus cowok/cewek dan kost campur hanya ada di jenis kelamin penghuninya, ternyata ini menghasilkan banyak konsekuensi yang nggak sederhana. Ada banyak hal yang cuma dirasakan oleh kamu penghuni kost campur semata. Hal-hal seperti apa aja sih?

1. Sebelum memilih tinggal di kost campur, kamu mesti berpikir lebih panjang apakah itu nggak apa-apa. Ada rasa bimbang karena kamu belum terbiasa

Kost-Putra-Putri-Dekat-Kampus-UISU-UMSU-ITM-Medan

Pilihan kost memang bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup via www.kostdankontrakan.com

Advertisement

Mungkin ada dari kamu yang dari awal tidak ada pikiran macam-macam soal memilih kost campur. Biasa aja, seperti kost khusus cowok atau khusus cewek. Tapi pasti banyak juga yang sempat merasa waswas saat hendak memilih tinggal di kost campur.

Macam-macam alasannya; bisa karena background tempat kamu tinggal sebelumnya, khawatir kata orangtua, atau berita di media yang sering menggambarkan kost campur sebagai tempat maksiat. Mau tidak mau, kamu yang baru pertama kali menghadapi kost campur jadi agak bimbang.

“Duh, ini tempatnya enak sih, deket banyak tempat makan lagi. Tapi kok kost campur ya?”

“Udah deket sama kampus, harganya juga murah. Tapi ya itu sih, cewek-cowok gabung…”

2. Tapi akhirnya, kamu pindah ke kost itu juga. Alasannya, sisi positifnya lebih banyak dari kemungkinan negatif yang ada

apt_41

Apalagi untuk yang butuh fleksibilitas tinggi, kost campur biasanya cocok via rajapindah.com

Advertisement

Walau awalnya sempat ragu, akhirnya kamu pindahan juga ke kost campur. Habisnya gimana? Kalau mau jujur kost campur memang memberikan lebih banyak kemudahan bagi kamu.

Contoh kecilnya, hampir tidak ada kost campur yang punya jam malam sehingga kamu bisa lebih fleksibel dalam beraktivitas. Gak ada batasan juga soal gender pengunjung yang boleh datang atau masuk, sehingga kamu bisa lebih leluasa dalam menerima tamu. Ini terutama berguna buatmu yang kerap mengerjakan tugas hingga larut atau lembur kerja sampai malam. Beberapa kost campur juga harganya relatif lebih murah dari kost khusus. Asal dilihat dari niat positif, berbagai kemudahan ini memang sangat membantumu.

3. Lagi-lagi karena belum terbiasa, awalnya kamu merasa kikuk. Takut ada lawan jenis yang melihat saat kamu ke luar kamar dengan daster atau rambut acak-acakan

tumblr_inline_nkw87ewfiy1rw7bz9

“Duh malu, nggak bisa koloran doang lagi di rumah…”

Setelah masuk dan tinggal di kost tersebut, awalnya kamu merasa sangat sadar diri dan mungkin agak kikuk. Pasalnya sebelum tinggal di sana kamu mungkin jarang berhadapan dengan lawan jenis yang bukan saudara atau keluarga.

Biasanya kamu tidak terlalu memikirkan penampilan saat di dalam rumah sendiri, tapi di sini kamu jadi agak gengsi. Mau keluar kamar mandi cuma handukan saja udah nggak bisa lagi… Bukan nggak bisa sih, kamu malu sendiri.

4. Kamu pun agak segan waktu pertama kali memberi tahu orangtua soal kost barumu

Kok... kost campur Kak?

Kok… kost campur Kak?

“Lho, kok di situ ngekost-nya? Emangnya nggak ada kost khusus cowok/cewek ya?”

Pertanyaan itu sempat membuatmu tambah segan untuk menjelaskan soal tempat tinggal barumu ke orangtua. Akhirnya kamu berusaha menjelaskan sisi positifnya. Harganya yang relatif lebih murah, lebih dekat kampus/kantor, anak-anaknya juga biasa aja kok, gak aneh-aneh. Kamu menjelaskan, sambil berharap air muka mereka gak terlalu berubah jadi masam. Hehe.

“Yah Ma, kalau emang mau maksiat nggak usah pakai tinggal di kost campur, kali. Di kost yang biasa juga banyak kok!”

5. Tapi sebenarnya tinggal di sini seru juga. Banyak fakta baru tentang lawan jenismu yang kamu pelajari setelah tinggal “satu atap” seperti ini

449383_201506020929451eSsQ

“Ini… cara makenya gimana ya?” via www.ehow.com

  • Melihat pakaian dalam lawan jenis dari jarak dekat saat sedang menjemur pakaian
  • Menemukan pembalut atau bekas cukuran jenggot di kamar mandi umum
  • Melihat perbedaan isi kamar cewek dengan cowok untuk pertama kalinya

Adalah beberapa contoh sederhana yang bisa kamu hadapi ketika hidup di kost campur untuk pertama kalinya. Buat kamu yang sebelumnya tidak terlalu aware soal kehidupan lawan jenis mungkin ini akan menjadi pengalaman yang mencengangkan pada awalnya.

6. Namun lambat laun, kekhawatiran dan kecanggunganmu luruh juga… kamu mulai bisa cuek dan akrab dengan penghuni lain.

kecilaplot-22

Akhirnya kamu akrab juga dengan teman-teman serumah via ndiethesmartass.wordpress.com

Setelah satu minggu… :”Waduh ada Masnya di ruang tamu. Keluarnya entar aja deh…”

Setelah 10 minggu… : “Eh bantuin angkat galon ke kamarku dooong. Lagi gak ngapa-ngapain ‘kan?”

Awalnya memang malu-malu kucing dan masih jaga gengsi, namun perlahan tapi pasti kamu mulai bisa terbuka dengan teman-teman satu kostmu yang lain. Sedikit demi sedikit jaim-mu dikurangi, kamu mulai cuek dan berinteraksi dengan akrab tanpa mempedulikan gender lagi. Toh tiap hari ketemu ini…

7. Biarpun kost campur bisa dibilang masih jarang, ternyata kamu dan sesama penghuninya adem-ayem aja. Kalian bahkan bisa saling membantu dalam simbiosis mutualisme.

91-600x400

“Mas, habis angkat galon tolong angkatin aku ya!” via couch-kimchi.com

“Yang cowok tolong angkatin galon dong. Yang cewek masakin makan malam deh…”

Karena keragamannya, para penghuni kost campur bisa saling melengkapi dengan baik. Yang cewek bisa minta bantuin temen-temen cowok buat melakukan hal-hal berat yang biasanya susah dilakukan cewek seperti benerin motor, ngangkat galon, atau benerin listrik di kamar. Sementara yang cowok bisa dibantu dengan dimasakin atau dibantu saat bersih-bersih kostan oleh yang cewek. Sip, saling bahu membahu dengan keahlian masing-masing.

8. Tapi masih ada aja orang-orang yang terkejut atau berpikir curiga ketika mengetahui kamu tinggal di kost campur.

giphxcy

“Ngekost di kost campur? Pasti mau aneh-aneh ya?” via giphy.com

“Hayooo… ngekost di kost campur berarti kamu pasti mau mencari kesempatan dalam kesempitan yaaa…”

Nggak heran kalau di sejumlah daerah, masih ada pandangan miring tentang kost campur. Sebab, nggak bisa dipungkiri, memang masih ada sejumlah tempat maksiat yang melabeli diri sebagai kost-kostan dan dibiarkan begitu saja hingga akhirnya digrebek dan diberitakan di media masa. Akhirnya nama kost campur sering terkena imbasnya.

Kamu mungkin masih akan menemukan teman atau kenalan yang terperajat waktu mendengar kamu tinggal di kost campur. Tapi ya, mau gimana lagi? Yang bisa kamu lakukan hanyalah menjelaskan bahwa kostmu adalah kost biasa saja yang aman dan tidak aneh-aneh.

9. Padahal kost campur juga punya aturannya sendiri… Malah biasanya, aturannya lebih tegas.

jdhfsjds

Tuh peraturannya menjujung tinggi dasar negara! via twitter.com

Berkebalikan dengan yang dipahami sebagian orang, kost campur (yang oke) biasanya malah punya peraturan yang lebih tegas lho! Memang tamu cowok maupun cewek bisa bebas keluar masuk sesukanya, bahkan bertamu sampai ke kamar. Tetapi semua selalu diawasi dengan seksama oleh penjaga maupun ibu/bapak kost.

Pengurus kost selalu meminta data diri yang jelas dari para penghuni dan orang yang menginap juga kerap diminta melapor dulu. Selain untuk menghindari kegiatan yang tidak menyenangkan, langkah pengawasan ini juga untuk menjaga keamanan lingkungan kost.

10. Meskipun, yah… drama cinta lokasi antar penghuni sesekali terjadi tanpa bisa dicegah.

hold_my_hand_by_aselatundra-d3ufiv2

Tanpa bisa dicegah, cinlok sama teman satu lantai… via esteraj.wordpress.com

“Witing tresno jalaran raono liyo soko kulino. Cinta tumbuh karena terbiasa”

Mau bagaimana ya, namanya juga tinggal serumah. Bisa hampir setiap hari bertemu dan berinteraksi. Nggak mustahil kalau pelan-pelan benih-benih cinta merekah di antara para penghuni kost. Kadang ada juga drama-drama a-la sinetron yang terjadi, tapi itu sudah menjadi bumbu kehidupan ngekost yang kamu nikmati.

11. Kalau sudah ada cinta lokasi, biasanya sang ibu kost jadi was-was dan memutar otak agar penghuni yang pacaran nggak berbuat aneh-aneh.

geiw5

“Yang pacaran harus keluar! Atau pisah jauh-jauh kamarnya!” via www.lunlinfang.com

Peraturan a la perusahaan pun dicanangkan:

Tidak boleh ada karyawan yang memiliki hubungan asmara/pernikahan. Kalau ada, salah satu harus memilih untuk keluar.

Kurang lebih rules yang sama juga diberlakukan di kostan kamu kalau sudah ada yang ketahuan menjalin hubungan. Kalau pun nggak dimita keluar, kamarnya bakal dipisah jauh-jauhan. Ada juga yang jadi dapat pengawasan penuh oleh ibu kost hahaha.

12. Tuh ‘kan? Tinggal di kost campur juga bukan berarti maksiat. Nggak tahu kenapa deh masih aja ada orang yang su’udzhan

41398-Emma-Stone-shrug-gif-cK4y

mm, beneran nggak paham sama cibiran orang-orang. via giphy.com

Padahal kamu sebagai penghuni ya selow-selow aja. Biasa menjalani hidup layaknya di kostan khusus pria atau khusus wanita. Nggak ada tuh kepikiran mau macam-macam atau melakukan hal aneh-aneh. Tujuanmu ngekost di sana hanya agar ada tempat tinggal layak selama merantau. Malahan kamu merasakan beberapa manfaat setelah tinggal di kost campur.

13. Tinggal di kost campur sebenarnya memberimu banyak pelajaran hidup, contohnya jadi lebih toleran dan menghadapi lawan jenis

tumblr_lilqnsXMNL1qa8nkp

Tukar pikiran dan musyawarah untuk kepentingan bersama via archive.kaskus.co.id

Akan ada banyak orang yang seliweran dalam kost campur, lebih majemuk daripada dalam kost khusus wanita atau pria. Berada di dalam lingkungan yang lebih beragam otomatis akan membuatmu belajar untuk lebih toleran dan open minded.

14. Bukan ngeles, kalau kamu bilang keterampilan komunikasi dan bersosialisasimu terasah dengan tinggal di kost campur ini

PC100007

Guyub, mempererat hubungan antar penghuni & menjalin silaturahmi

Kamu bakal lebih tertantang dan terlatih untuk berkomunikasi plus bersosialisasi secara umum. Apalagi kalau sebelumnya kamu termasuk orang yang pemalu untuk bicara dengan lawan jenis. Sedikit demi sedikit keraguanmu dalam hal bercengkrama dengan banyak orang akan luntur, berganti menjadi percaya diri.

15. Penghuni yang lebih plural juga melatihmu membawa diri di antara orang-orang dengan berbagai latar belakang

POL-6

Di kostan kita bisa bertemu dengan berbagai macam penghuni, Bhineka Tunggal Ika via balirumahkost.blogspot.com

Selain perbedaan gender yang menambah keragaman penghuni kost campur, masih ada lagi perbedaan latar belakang dan daerah asal yang akan menambah warna dalam kehidupan bermasyrakatan di kostmu. Dengan begini kamu jadi lebih terbiasa untuk membawa diri di sekitar orang yang latar belakangnya beraneka ragam. Menjadikanmu lebih luwes menghadapi berbagai macam orang.

16. Gak cuma itu saja, kost campur juga relatif lebih aman. Cctv dan sekuriti lazim ditemui di tempat tinggal ini

cctv-roof-garden

Nggak sedikit kostan campur yang dilengkapi CCTV segala via www.hipwee.com

“Kost campur? Nggak aman ah kayanya, Dek. Jangan ngekost di sana!”

Jangan salah, sebagian besar pengelola kost biasanya sudah sadar akan resiko keamanan dari kost campur yang aliran pengunjungnya lebih tinggi dibanding kost khusus. Banyak orang bisa datang dan pergi ke kost campur karena aturan tentang tamu yang lebih luwes. Untuk mengatasinya biasanya kost campur yang bagus dilengkapi dengan cctv atau penjaga dan sekuriti sehingga keamanannya lebih terjamin.

17. Pada akhirnya kamu yakin, kost campur itu nggak selamanya buruk dan kost khusus putra/putri juga nggak selamanya baik

4_Alasan_Untuk_Curhat_Sama_Cowok

Mau campur mau nggak, terserah kamu kok! via www.freeallimages.com

Baik-buruknya sebuah kosan ternyata tidak bergantung pada statusnya sebagai kost campur atau kost khusus cewek/cowok. Baik-buruknya sebuah kost itu ditentukan sama penghuninya. Walaupun kostnya nggak campur, kalau peraturan yang ada nggak dilaksanakan sebagaimana mestinya, toh banyak hal gawat yang bisa terjadi di sana. Sebaliknya, walaupun kamu tinggal di kost campur, selama penghuni lainnya baik-baik saja kamu tidak akan menemui masalah, kok.

Yang penting adalah menjaga tingkah laku dan kesopanan sehingga kehidupan selama ngekost menjadi kondusif dan aman. Dan tentu saja, tetap berteman dengan tetangga supaya ada teman ngangkat galon sampai tempat buat cerita. Sepakat ‘kan? 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya