Panduan Menulis – Cara Penulisan Judul Sesuai dengan PUEBI

Cara penulisan judul PUEBI

Konon katanya, yang menghambat orang dalam menulis skripsi adalah karena susahnya menyusun judul untuk diajukan pada dosen pembimbing. Jangankan skripsi, tulisan apa pun akan terhambat pada tahap pembuatan judul. Sejatinya menulis judul memang nggak mudah, bukan hanya perkara merangkai kalimat yang menarik dan kontekstual, melainkan juga harus rapi dan sesuai dengan kaidah yang ada. Sekilas memang terkesan sepele, tapi penulisan judul ini berkaitan dengan calon pembaca yang akan menilai isi tulisanmu. Kalau dari judul saja sudah nggak asyik, tentu tulisanmu bakal di-skip, kan~

Advertisement

Maka dari itu, kali ini saya akan berikan cara termudah untuk mengingat cara penulisan judul sesuai dengan PUEBI. Simak ulasan berikut, yuk!

1. Huruf pertama setiap kata harus kapital

Sebagaimana mestinya sebuah kalimat, huruf pertama harus diawali dengan kapital atau huruf besar dan diakhiri dengan tanda baca titik (.). Sementara untuk judul, semua kata harus diawali dengan kapital atau huruf besar.

Beberapa orang atau media ada yang menggunakan kapital untuk semua huruf dalam judul, ada pula yang membuat judul dengan mengadopsi sebuah kalimat tanpa tanda baca di akhir judulnya, seperti merdeka.com.

Advertisement

Contoh:

Cerita dari Blora (Pramoedya Ananta Toer)
Penulisan Tanda Baca Titik yang Benar, biar Nggak Bikin Salah Paham Melulu! (hipwee.com)

Advertisement

2. Ada lima jenis kata yang nggak perlu kapital

Sebagai pengecualian, ada lima jenis kata yang nggak perlu kapital dalam judul.

1) partikel: pun, per, demi

2) kata sandang: si, sang

3) kata depan: di, ke, dari, pada, bagi, untuk, buat, guna, oleh, kepada, terhadap, daripada

4) kata hubung: dan, serta, yang, karena, tetapi, agar, dan sebagainya

5) interjeksi atau seruan perasaan: ah, duh, oh, dong, ih, nih, tuh, dan sebagainya

Contoh:

– 10 Deretan Majalah Anak-Anak yang Eksis pada Masanya. Ini Jelas Bikin Kangen Zaman Kecil sih~ (hipwee.com)

– Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi (Yusi Avianto Pareanom)

Pengecualian huruf kapital dalam judul. via hipwee.com

3. Hanya kata ulang sempurna yang perlu menggunakan huruf kapital di setiap awal kata

Huruf pertama pada kata ulang sempurna harus tetap menggunakan huruf kapital di setiap katanya. Begitu pula dengan kata ulang semu yang sejatinya nggak mengalami perubahan, karena ia bisa berdiri sendiri.

Contoh:

– Seribu Kunang-Kunang di Manhattan (Umar Kayam)

Orang-Orang Bloomington (Budi Darma)

Kaidah ini nggak berlaku untuk kata ulang sebagian atau yang berubah bunyi.

Contoh:

Corat-coret di Toilet (Eka Kurniawan)

– Cintaku Kandas Gara-gara Orang Ketiga

Kata-katanya Tidak Bisa Dipercaya!

– Ia yang Menyia-nyiakan Kekasihnya

[CATATAN]

Judul nggak perlu diakhiri dengan tanda baca titik, tetapi masih berterima jika menggunakan tanda baca tanya atau seru

Bahkan Hipwee sering menggunakan tanda baca tilde (~), meski secara harfiah nggak berterima dalam sebuah kalimat atau judul. Sejatinya tanda baca tilde digunakan untuk menggantikan sublema yang terdapat dalam deskripsi kamus atau dalam contoh penggunaannya.

Dirangkum dari berbagai sumber.

_______________

Tentang penulis:

Penulis merupakan seorang bekas guru lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta yang kerap dijuluki polisi bahasa oleh masyarakat setempat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senois.

CLOSE