Beredar Chat tentang Cowok yang Bisa Masak, Malah Diledekin Temannya. Lah, Bukannya Didukung!

Cowok masak diledekin

Memasak adalah sebuah keahlian yang banyak gunanya. Bisa masak nggak cuma bisa bikin orang bahagia karena kenyang, tapi juga bisa melahirkan usaha yang menghasilkan cuan. Nggak sembarang orang bisa masak, hanya orang-orang yang giat belajarlah yang bisa menghasilkan makanan yang enak.

Advertisement

Baru-baru ini beredar potongan chat di Twitter yang berhubungan dengan masak-memasak. Potongan chat itu diunggah di akun base @AREAJULID. Potongan chat itu berisi ledekan si pengirim pesan kepada temannya yang diduga sedang belajar masak. Si pengirim pesan meledek temannya yang masak dan menyamakan dengan perempuan. Hadeeeh. Hipwee Hiburan nggak setuju dengan ledekan ini, simak ulasannya.

Masak identik dengan profesi cewek itu udah kuno banget, banyak kok chef cowok. Pengotak-ngotakan kayak gini perlu dihilangkan nih!

Dua dari tiga juri MasterChef aja cowok. | credit: (Instagram/renattamoeloek) via www.instagram.com

Di era modern hari ini pengotak-ngotakan profesi seharusnya udah nggak perlu ada. Profesi itu netral. Menggolongkan kemampuan masak sebagai pekerjaan milik satu gender sama saja membatasi kemampuan manusia. Nyatanya banyak kok chef yang laki-laki. Chef Rudi, Chef Juna, Chef Arnold, dan masih banyak lagi.

Advertisement

Menjadikan perempuan sebagai konteks ledekan juga keliru. Memangnya ada apa dengan perempuan? Laki-laki dan perempuan derajatnya sama, toh sama-sama manusia juga. Setiap orang berhak masak selama dia pengin masak.

Orang yang punya keahlian itu mestinya didukung, jangan malah dihina. Apalagi orang itu teman kita sendiri

Ngaku temen, harusnya didukung dong! | credit: medicalnewstoday via www.medicalnewstoday.com

Orang dihargai karena keahliannya. Cristiano Ronaldo, misalnya, tanpa kemampuan main bolanya, mungkin dia nggak akan menjadi pemain termahal dunia sekarang. Atau Chef Arnold, tanpa keahlian memasaknya mungkin dia nggak akan jadi juri acara pencarian bakat di TV. Punya keahlian adalah anugerah, maka ketika ada teman yang sedang belajar memasak mestinya didukung, jangan malah diledekin. Siapa tahu bakat dia memang di sana?

Punya temen bisa masak malah enak, kalau ada apa-apa bisa minta dimasakin. Apalagi kalau kamu anak kosan, hemat!

Advertisement

Malah enak kalau ada apa-apa bisa masakin. | credit: nowjakarta via nowjakarta.co.id

Agak aneh melihat perilaku si pengirim pesan. Ada temannya yang bisa masak, malah diledekin. Ngakunya sering nongkrong, tapi nggak paham konsep simbiosis mutualisme. Justru kalau ada teman yang bisa masak itu enak, kalau ada apa-apa bisa minta dimasakin. Misalnya pas ada wacana bakar-bakar, bisa tuh dia jadi juru masaknya.

Lagian punya temen chef itu enak. Kalau ada acara nggak perlu repot cari orang buat masakin, panggil dia aja. Enaknya pilih teman sendiri itu kalau ada apa-apa gampang komplainnya. ๐Ÿ˜€

Nggak jelas siapa dan awal mula percakapan itu muncul, namun dari informasi yang ada pada chat tersebut kita sudah bisa menerka situasinya. Si pengirim pesan begitu menyebalkan dengan arogansinya. Seolah-olah cowok bisa masak itu salah. Cowok bisa masak itu keren kali. Nggak banyak yang punya keahlian itu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE