“Yang fana adalah waktu. Kita abadi.”

Pernah mendengar kalimat tersebut? Kamu mungkin pernah menemukan kutipan-kutipan tersebut dalam dalam sebuah status media sosial, poster, bahkan sampai sablonan pada kaos anak muda.

Advertisement

Betul, ialah Sapardi Djoko Darmono sang pemilik kata-kata familiar tersebut. Sapardia adalah seorang legenda hidup dalam dunia kesusastraan Indonesia. Sejak usia 13 tahun, ia sudah menulis puisi bertemakan kasih sayang dengan luar biasa. Dan kini, meskipun bisa kita bilang sudah sangat tua usianya, karya-karya tetap mempunyai tempat di hati masyarakat. Semakin sini, ia bahkan dinilai semakin matang dan mempesona dalam memainkan kata-katanya.

Daripada kelamaan intro, mending langsung simak petikan-petikan kalimat dari karya Sapardi Djoko Darmono yuk! Bisa kamu jadikan referensi untuk merayu kekasihmu juga lho…

1. Bukti kasih sayang yang tertuang dalam kata-kata indah ini pasti bakal membuat hati kamu berbunga-bunga.

b

Takkan pernah usai kumendoakanmu. via s3.amazonaws.com

2. Karena karya bisa membuat namamu menjadi abadi, meskipun raga telah hilang ditelan bumi.

c

Sajak ini khusus kamu. via static.pexels.com

3. Berdoalah selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup.

d

Merasa Tuhan sedang memandan. via cdn.youthkiawaaz.com

4. Bahagia itu sederhana. Cukup hanya ada tokoh aku dan kamu dalam cerita kita.

Processed with VSCOcam with m5 preset

Seperti awan kepada hujan. via thoughtcatalog.files.wordpress.com

5. Cintaku kepadamu bukan hanya kata dan nada. Cukup kusampaikan itu lewat Tuhanku. Biar Dia yang mengatur bagaimana baiknya.

f

Kupasrahkan semua dalam doa. via www.message4muslims.org.uk

6. Karena jalan terbaik untuk mencintai kamu adalah menjadi diriku sendiri.

g

Aku akan tetap menjadi aku. via static.pexels.com

7. Kekasih, kalau boleh mengutip kata Sapardi, aku akan bilang, “Yang fana adalah waktu. Kita abadi.”

h

Kita abadi, bukan? via static.pexels.com

8. Walaupun Jakarta sering dipandang miring. Bagiku, Jakarta punya cerita kasih sayang.

9. Untukmu yang sering merasa kesepian, pantaslah kamu membaca sebuah mahakarya yang satu ini.

j

Cuma ulat busuk yang tak mau berubah. via static.pexels.com

10. Lagi. Aku ingin mencintai kamu dengan sederhana. Meski tak sesederhana kisah cinta pertama di muka bumi.

a

Dalemmmm… via www.empowher.com

Waduhhh, rasanya tersayat-sayat hati ini kala membaca petikan karya Sapardi. Kamu boleh terbawa perasaan juga kok. Bebas sama kita mah. Namanya juga manusia, pasti punya perasaan ‘kan? Oiya, kutipan mana yang jadi favoritmu? Jangan malu buat isi di kolom komentar yak!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya