Berbicara mengenai cowok dan kebiasaannya, tentu nggak akan ada habisnya. Sebab cowok memiliki begitu banyak kebiasaan yang masih bisa dieksplorasi hingga ke akar-akarnya. Salah satunya adalah kebiasaan cowok minum bir. Nggak perlu munafik, cowok manapun pasti pernah minum bir atau minum minuman beralkohol lainnya, meski kadarnya berbeda.

Nah, kali ini Hipwee Boys akan mencoba mengungkapkan sejarah alkohol, minuman yang katanya bisa membuat orang menjadi hangat dan terbebas dari beban yang mendera. Ah, mitos!

Sebelum membicarakan sejarah alkohol, ada baiknya kamu paham akan definisi dari alkohol itu sendiri

Segelas via ageverify.co

Sebenarnya, alkohol dalam ilmu kimia mempunyai pengertian yang sangat luas. Tapi, alkohol yang terdapat dalam minuman, merupakan senyawa etanol. Senyawa inilah yang menjadi bahan dasar pembuatan minuman keras. Etanol dalam minol (minuman beralkohol) sendiri adalah bahan psikoaktif yang menyebabkan konsumennya mengalami penurunan kesadaran. Sementara alkohol yang digunakan sebagai bahan pengobatan, nggak bisa sama sekali kalau dikonsumsi. Karena kadar atau takarannya udah berbeda jauh. Jangan sampai salah, ya!

Sejarawan sains Barat mengklaim alkohol adalah penemuan terbaik bangsa Eropa. Konon, klaim ini nggak berdasar sama sekali

Dua gelas. via nypost.com

Advertisement

Awalnya sejarawan sains Barat mengaku bahwa penemuan alkohol dan asam mineral berasal dari Eropa pada abad ke-12 M. Dua senyawa ini konon tercatat dalam risalah sains oleh seorang ilmuwan asal Bath, Adelard dalam Mappae Clavicula, risalah pengolahan pigmen.

Selain itu, begitu banyak versi sejarah yang mengklaim sebagai pencetus minuman beralkohol kali pertama di muka bumi ini. Padahal, berbicara mengenai sejarah minol, sama halnya dengan membicarakan peradaban manusia. Sudah sangat lama sekali minuman ini ada. Nggak ada yang tahu pasti sebenarnya, dari mana asal muasal minuman ini lahir. Tapi, banyak sumber menyebutkan bahwa minuman ini berasal dari perkembangan sains di masa keemasan muslim di dunia.

Ternyata, alkohol ditemukan oleh ilmuwan Muslim di era keemasannya. Sudah ditemukan sejak abad ke-8 M!

Menurut Ahmad Al-Hassan dan Donald Hill dalam Islamic Technology an Illustrated History, cikal bakal alkohol berasal dari penemuan distilasi atau penyulingan. Sementara itu, seni distilasi lahir dan berkembang dari peradaban Arab (muslim) sejak zaman dahulu kala (abad ke-8 M). Seiring perkembangannya, seni distilasi yang digunakan sebagai cara pembuatan alkohol, dimanfaatkan juga untuk menghasilkan senyawa lainnya, seperti pengaplikasian untuk membuat obat-obatan. Penemuan terpenting dalam peradaban Arab.

Sementara, untuk membungkam klaim dari sejarawan sains dari Barat, Al-Hassan mengatakan bahwa ternyata Adelard adalah seorang tabib di Salerno yang menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab. Maka dari itu, buku Adelard yang berjudul Mappae Clavicula terpengaruh dari buku-buku yang dia terjemahkan.

Pada abad ke-14 M, alkohol mulai menyebar ke seluruh penjuru Eropa dan Asia. Dari sinilah awal mula lahirnya kata arak yang kita kenal

Nyebar ke seluruh penjuru dunia. via matadornetwork.com

Sejarawan Pegolotti mengatakan bahwa ekspor alkohol dan air mawar pada abad ke-14 M telah meningkat pesat. Bahkan, penyebaran distribusi alkohol ini nggak cuma sampai Eropa, tapi sampai ke Asia dan Mediterania Timur. Selain alkohol, teknik penyulingan anggur pun ikut menyebar ke seluruh wilayah tersebut.

Nah, penyebaran ini akhirnya melahirkan istilah-istilah baru yang digunakan sebagai penyebutan nama untuk minuman ini. Kata araq pun akhirnya diadopsi kedalam bahasa lain, seperti arak, araka, araki, ariki, atau bahkan arrack dalam bahasa Latin. Sementara untuk wilayah Asia dan Mediterania Timur, menggunakan istilah arak sebagai nama untuk alkohol ini, yang dipelopori oleh bangsa Mongol di abad ke-14 M.

Kembali ke definisi hakiki alkohol, kamu bisa mengerti seperti apa dampak baik-buruk yang disebabkannya

Koobaam! HAHA! via commons.wikimedia.org

Dari definisi pada poin pertama itulah, maka pembatasan distribusi dan pembelian minol dibatasi. Sebab, efek samping yang disebabkannya bisa memberikan GMO (gangguan mental organik), yakni gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berperilaku. Selain itu, mengonsumsi minol secara berlebihan juga dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh. Bahkan, alkoholik kronis bisa menjadi lebih rentan terhadap virus apapun, termasuk HIV! Paham?

Setelah mengetahui sejarah singkat dan dampak yang dapat disebabkan oleh alkohol, bagaimana pandanganmu sekarang, Boys? Ingat, alkohol yang sejatinya adalah untuk bidang farmasi, bukan sebagai minuman. Jangan berbicara mengenai hukum yang berlaku ketika kamu pengen meminum minol ini, sebab kamulah yang bisa mendefinisikannya sendiri. Kamu yang tahu baik dan buruk bagi dirimu sendiri.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!