Polos, lugu, riang.

Itulah hal yang identik dengan anak-anak. Masa anak-anak adalah momen yang paling menyenangkan bagi kita. Kita tentunya masih ingat hal-hal polos dan gila apa saja yang pernah kita lakukan di masa lalu. Kita nggak bisa menyangkal kalau yang kerap menjadi ganjalan bagi kita di masa kecil adalah PR pemberian ibu guru. Sisanya, hidup penuh dengan bermain, tertawa, dan lari berkejaran tanpa kenal lelah. Apalagi buat cowok nih, masa kecilnya biasanya lebih gokil.

1. Tanpa gawang sungguhan dan garis lapangan, kita bisa lupa waktu main bola. Peluit akhirnya adalah saat ibu ngomel karena azan Maghrib.

Sampe azan Maghrib :D

Sampe azan Maghrib 😀 via indoloversgame.files.wordpress.com

Advertisement

Kita adalah makhluk yang (pernah) penuh kreativitas. Dan itu terjadi waktu kita anak-anak. Ketika tempat tinggalmu jauh dari lahan luas untuk bermain, kita bisa menyulap jalanan sepi dan sempit di komplekmu sebagai arena. Kita cuma butuh bola (minimal bola plastic) dan dua pasang sandal untuk kita jadikan gawang. Garis luar pun kadang tak terlalu bermanfaat.

 

2. Ngerasa paling keren sendiri kalau koleksi kelerengmu paling banyak di antara temen-temen yang lain. Kaleng Kh*ng Guan penuh kelereng.

Fokusss...

Fokusss… via 1.bp.blogspot.com

Nggak hanya bola sepak yang terkenal waktu kita masih kecil. Tapi juga benda kecil dan keras berbentuk bundar satu ini. Kamu mungkin punya sebutan sendiri buat nyebut kelereng dalam bahasa daerahmu masing-masing. Mau kelereng, gundu, kaleci, neker, setin, atau apa pun kamu menyebutnya, benda yang satu ini sukses mewarnai hidup kita sebagai cowok di masa kecil. Nah sekarang, biasanya makin dewasa kamu, makin gengsi buat main permainan yang satu ini. Walaupun koleksi kelerengmu di kaleng kue masih tersimpan banyak di gudang.

Advertisement

 

3. Kepleset di sawah waktu berburu layangan kalah itu pengalaman yang konyol. Tapi mengajarkan kita untuk lebih hati-hati dalam melangkah di masa depan.

Berburu layangan itu seru~

Berburu layangan itu seru~ via ahmedsaifulloh.files.wordpress.com

Waktu jumlah perumahan masih belum sebanyak seperti sekarang, sawah adalah pemandangan sekitar yang tak sulit dihindari oleh mata kita. Dan kita tahu sendiri, salah satu lokasi favorit untuk bermain laying-layang adalah sawah. Soalnya, kita bisa bebas bermain tanpa banyak halangan – tanpa kabel dan bangunan yang mengganggu. Momen zonk-nya itu waktu kita lari-lari di pematang sawah, kemudian kita jatuh terpleset. Duhhh, pulang-pulang dimarahi emak. Pakean kotor penuh lumpur~

 

4. Kalau udah dewasa kayak sekarang, mana ada yang berani ngerjain temenmu kayak gini. Iya kayak gini~

Hahaha...

Hahaha… via cdns.klimg.com

Maaf kalau pada poin ini, Hipwee bakal sering menggunakan istilah ‘kayak gini’. Soalnya kita bingung mau ngasih nama apa. Oke, jadi soal tingkah yang satu ini cuma cowok doang yang tau. Dijamin nggak bakal ada yang kayak gini di pergaulan antar cewek.

Meskipun agak jorok, entah kenapa ngerjain temen kayak gini punya kenangan sendiri dan bakal susah kita kerjakan di usia ketika kita mulai beranjak dewasa. Ya, meskipun ini bukan sebuah permainan, tapi seru aja kalau ngerjain temen kayak gini. Apalagi kalau temenmu yang kita kerjain sampe ngecrit nangis.

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya