Memasuki 10 terakhir bulan puasa, biasanya undangan buka bersama akan datang bertubi-tubi. Dalam Islam, 10 hari terakhir di bulan puasa adalah penghindaran diri dari siksa api neraka. Tapi dalam budaya di Indonesia, sepuluh hari terakhir adalah momen dimana dosa bisa bertambah banyak gara-gara bukber. Mulai dari bukber temen SD, SMP, SMA, bahkan sampai bukber bareng komunitas, kita jabanin.

Namun ternyata, kalau kamu tahu 7 alasan ini, kamu bisa mikir-mikir lagi buat datang bukber. Ternyata banyak juga mudaratnya, makanya bisa kita bilang nggak penting-penting amat. Nggak percaya?

1. Setuju atau nggak, di balik acara buka bersama, ada misi terselubung pamer kekayaan dan pencapaian

"Sekarang dimana? Sibuk apa?"

Ilustrasi. “Sekarang di mana? Sibuk apa?” via www.zlvn.net

Advertisement

Dalam sebuah acara buka bersama bertajuk reuni, kita biasanya lupa soal ujuan utama. Acara buka bersama pun malah jadi ajang nambah dosa. Dan salah satu sumber dosanya datang karena kita bisa menyakiti perasaan orang lain soal karier, kekayaan bahkan keluarga. Dalam konteks apa pun sombong itu dilarang. Dasar manusia~

 

2. Tajuk utamanya sih buat sekalian silaturahmi, tapi nyatanya malah fokus sama gawainya masing-masing

Katanya kumpul~

Katanya kumpul~ via static.pulsk.com

Ini salah satu alasan kenapa bukber nggak terlalu penting buat kamu datangi. Soalnya, kita pasti tahu, apa tujuan dari sebuah acara bukber sambil reunian, yaitu menjaga tali silaturahmi satu sama lain. Namun, kini, bagaimana kamu mau bertukar cerita kalau nanti di sana cuma fokus sama gawainya masing-masing, sibuk bikin Instastory, dan sebagainya?

3. Bukber adalah momen tepat untuk bicara keseruan masa lalu, tapi ujung-ujungnya malah jadi ajang gibah!

Ilustrasi: Ngomongin orang

Ilustrasi: Ngomongin orang via 3.bp.blogspot.com

Advertisement

Acara bukber merupakan momen pas untuk mengenang dan memutar memori. Soalnya, kapan lagi kita bisa berbagi nostalgia lalu secara nyata. Iya nggak? Eh, tapi, isinya malah ngomongin orang lain. Apalagi kalau ada beberapa teman yang nggak bisa hadir. Bisa-bisa temenmu itu digibahin dan dikatain sombonglah gara-gara berhalangan hadir. Huft.

4. Acara bukber juga bisa bikin rasa gengsimu meninggi. Demi prestis kamu rela boros deh~

Waduh harganyaaa

Waduh harganyaaa via cdn.klimg.com

Fenomena timbulnya rasa gengsi ketika bukber-bukber bakal menghampirimu. Kamu yang biasanya ngerasa hidup itu ketika makan (nasi+lauk) seharga Rp10.000, bakal menilai, itu bukan apa-apa ketika bukber. Kamu dengan royalnya memilih menu yang mahal. Mending kalau duit sendiri, lha kalau duit orang tua? Mendingan makan di rumah bareng keluarga. GRATIS!

5. Bulan Ramadan harusnya jadi ajang memperbaiki diri, bukan malah melewatkan salat Magrib, Isya, dan Tarawih karena bukber

Ilustrasi: duhh nggak solat..

Ilustrasi: duhh nggak solat.. via ikaplusakti.files.wordpress.com

Ini nih yang kerap luput dari perhatian kita. Gara-gara acara buka bersama, kita sering melewatkan hal yang jadi kewajiban. Entah disengaja atau nggak, kamu akan melewatkan salat Magrib, bahkan Isya, yang mana harusnya lebih diutamakan dibanding puasa.

6. Kamu bisa mengecewakan ibumu. Padahal dia sudah masak makanan kesukaanmu supaya bisa melihat senyummu di meja makan

"Udah ibu masakin makanan kesukaanmu, nak."

“Udah ibu masakin makanan kesukaanmu, Nak.” via cdn-2.tstatic.net

Apa yang akan dirasakan oleh ibumu kalau kamu keseringan bukber adalah kecewa. Bayangkan saya, beliau sudah menunggu kedatangan kamu dari kota rantau semenjak suasana Ramadan mulai tiba. Ibu tahu kalau anaknya akan segera datang di penghujung akhir bulan Ramadan. Namun ketika kamu pulang ke rumah, dan lebih sering datang bukber daripada buka puasa bareng orang tuanya, akan ada hati ibu yang kecewa. Bijak-bijaklah mengatur waktu.

7. Kalau kamu pernah punya seseorang dengan cerita pahit di masa lalu, bukber juga bisa mengungkit luka lama

Ketemu mantan terindah

ketemu mantan terindah via cdn-2.tstatic.net

Ini saran buat kamu yang susah move on dari masa lalu. Hindarilah bukber ketimbang malah nambah galau. Lebih tambah galau kalau mantanmu itu sekarang ternyata jadian sama temenmu sendiri. Aduh, sakit! Mendingan buka di rumah saja deh, daripada mengungkit rasa sakit masa lalu.

Bagaimana? Masuk akal, kan, alasannya? Hipwee nggak melarang kamu buat ikut buka puasa bareng kok. Itu hakmu. Kalau pun kamu berhalangan hadir, ya, nggak usahlah sedih-sedih amat. Niatnya silaturahmi, eh, malah lebih banyak dosanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya