Berbicara soal hubungan memang tak ada habisnya. Mulai dari topik soal betapa hubungan itu bisa membuat seseorang sengsara sampai hubungan itu berpotensi membuat hidupmu jadi benar-benar bahagia. Saat berbicara soal kesengsaraan dan kepedihan dalam hubungan, semua itu tak bisa terlepas dari ekspektasi hubungan yang tak seindah kenyataan.

Biasanya sih jadi pokok permasalahan adalah banyaknya beban yang ditumpukan dalam sebuah hubungan. Untuk itu, selama statusmu masih pacaran, tolong hindari memberi beban-beban ini pada hubunganmu!

Membiarkan pacarmu mengatur dan membatasi kehidupanmu adalah awal dari segala beban dalam hubungan.

Ciye yang diatur-atur hidupnya

Ciye yang diatur-atur hidupnya via www.collegemagazine.com

Advertisement

Hal yang wajib kamu ingat soal menjalin hubungan dengan pasangan adalah jangan sampai membiarkan pacarmu mengatur soal hidupmu. Kamu dan dia adalah dua pribadi yang berbeda. Membiarkan pacarmu mengatur masalah hidupmu adalah awal dari segala beban yang mungkin mampir hubunganmu. Ketika beban ekspektasi dari pacar bahwa kamu bakal nurut hingga berubah demi dia sudah mulai menghinggapi hubungan kalian, pacaran yang semula menyenangkan bakal berubah jadi beban. Sebagai individu yang punya hak sendiri-sendiri, jangan sampai kamu terlalu membebani hubunganmu dengan membiarkan pasanganmu bertindak sesukanya!

Hal sederhana soal memberi panggilan sayang itu suatu saat bisa jadi beban.

Ciyee yang punya panggilan sayang

Ciyee yang punya panggilan sayang via %201000pluscoffees.tumblr.com

Sebagai pasangan yang baru berhubungan lewat status pacaran, sebaiknya kamu menghindari menggunakan panggilan sayang. Bukan berarti ingin membatasi cara kalian meluapkan rasa sayang, namun panggilan sayang itu mungkin bisa berubah jadi beban di kemudian hari. Kamu belum tau apakah hubunganmu dengan dia bakal sampai disini saja atau sampai ke pelaminan. Kalau sekarang saja kalian menggunakan panggilan sayang semacam ‘abi-umi’, ‘ayah-bunda’, hingga panggilan sayang berdasar fisik sang pacar, nanti saat kalian putus mau manggil gimana? Selain kalian jadi geli dan jijik duluan, panggilan sayang itu juga bisa jadi bahan ejekan teman-teman.

Terlalu sering mengumbar kemesraan di sosial media bisa jadi beban bagi hubungan. Ingat, sosial media itu tempat berkumpulnya banyak orang

Pamer nih ye...

Pamer nih ye… via weddingsutra.tumblr.com

Ingat, mengumbar kemesraan di sosial media bisa berdampak negatif pada hubungan kalian. Kala kamu masih berstatus pacaran, mengumbar kemesraan di media sosial bisa menjadi beban buat kamu dan pasanganmu. Kamu sadar kan kalau sosial media itu tempat berkumpulnya banyak orang. Mulai dari tipikal orang-orang yang baik sampai orang-orang yang jahat bakal ada di sana. Kalau kamu keseringan mengunggah postingan soal hubungan kalian yang masih pacaran, komentar-komentar netizen di postinganmu bisa jadi hal yang membebani hubunganmu. Mulai dari awalnya hubunganmu biasa aja, lama-lama bisa jadi pecah gegara komentar-komentar dari kumpulan orang-orang di sosial media.

Janji untuk segera menikahi pacar itu punya potensi tinggi untuk jadi beban.

Jangan janji nikahin dulu!

Jangan janji nikahin dulu! via nickfinochio.tumblr.com

Advertisement

Kamu harus benar-benar berhati-hati dengan beban yang satu ini. Urusan janji kepada pasangan sih memang urusan pribadimu. Namun kamu juga harus memperhatikan soal kemampuan dan kondisimu terlebaih dahulu. Jangan sampai kamu berjanji untuk segera membahagiakan dan menikahi pacarmu kalau kondisimu masih belum mentas dari zona pribadi. Kalau kamu masih ingin menikmati kebebasanmu ya jangan janji buat segera menikahi. Kala kamu masih belum siap finansial ya jangan sampai mengucap janji segera melamarnya. Ingat, semua cewek itu selalu ingin mendapat kepastian dari hubungannya. Kala kamu sudah berjanji menikahi, hal itu akan jadi beban gegara pacarmu yang pasti bakal menagihnya setiap waktu.

Kamu harus yakin dulu dengan hubunganmu sebelum kamu memutuskan ketemu orangtua pacarmu.

Ciye yang ketemu orangtua pacar~

Ciye yang ketemu orangtua pacar~ via youtube.com

Mengenalkan dirimu dengan orangtua pasangan itu memang perlu. Dengan memperkenalkan diri kepada orangtua pasangan, kamu akan dianggap sebagai cowok yang berani bertanggung jawab. Namun kamu juga harus tau timing dan kesempatan yang tepat untuk berkenalan dengan orangtua pacarmu. Kalau kamu masih belum yakin dengan status pacaranmu, ya mending kamu tunda dulu saja pertemuan dengan orangtuanya. Kamu harus ingat bahwa masa depan itu tidak ada yang tau. Kalau kamu terburu-buru memperkenalkan diri dengan orangtuanya, pasti akan ada pertanyaan soal mau dibawa hubungan kalian yang terucap dari mulut mereka. Hasilnya? Kamu jadi membebani dirimu sendiri karena memang kamu belum tau. Bukan berarti gak boleh ketemu orangtua pacar ya. Tapi sebelum ketemu, mending yakinkan dulu hatimu!


Memang sih tak selamanya hal-hal tersebut kalian anggap sebagai beban dalam hubungan. Namun apa salahnya jika kalian berjaga-jaga dulu. Toh hubungan kalian masih sebatas pacaran yang mana masa depan berdua kalian juga belum bisa diprediksi bakal jadi seperti apa. Kalau sudah yakin dengan pacarmu, baru deh kamu boleh melakukan hal-hal itu. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya