Generasi millenial adalah generasi yang paling rentan terhadap bahaya hoax. Begitulah inti pendapat yang disampaikan pihak Kementerian Komunikasi Informatika (Kemkominfo). Dewasa ini – beriringan dengan masa di mana banjir tak hanya lagi soal air, melainkan juga informasi – generasi milenial dijejali banyak konten hoax.

Sebagai cowok, nantinya kita bakalan menjadi kepala keluarga. Oleh karena itu, sudah semestinya kita para cowok ini lebih bijak lagi dalam menyikapi berita di internet yang semakin hari semakin nggak bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun beberapa contoh dalam artikel ini tentang berita yang terkait dengan Ahok, Hipwee Boys tidak sedang membicarakan politik atau menunjukkan pembelaan pada Ahok. Yang penting dari artikel ini adalah tentang bagaimana seorang cowok, yang merupakan imam di masa depan, harus lebih sabar dan bijak dalam menanggapi glontoran informasi yang memang makin hari makin tak jelas.  Daripada makin panjang, yuk langsung simak saja!

Kasus paling baru pasti bisa bikin kapok orang yang cuma bisa bikin dan nyebar informasi hoax

Hadeuuuh mas Eko via cdn2.tstatic.net

Belum lama ini, seorang cowok kedapatan menyebarkan hoax dengan nada informasi yang mengandung muatan negatif, bahkan rasis, di media sosial Facebook. Sebuah akun Facebook bernama Eko Prasetia mengunggah foto berisi kumpulan wartawan foto sedang duduk saat tengah menjalankan tugas peliputan sidang Ahok. Namun bukan foto yang jadi masalah, tapi caption foto yang provokatif dan menjurus kepada fitnah itulah yang jadi masalah. Dia menuding para wartawan foto tersebut sebagai buzzer Ahok.

Tak terima dengan hoax tersebut, Pewarta Foto Indonesia (PFI) melaporkan Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya. “Kenapa kita sampai ke Polda Metro, kami ingin ambil bagian dalam perang terhadap berita bohong itu. Awal tahun ini kita kerja sama dengan AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia), kampanye soal berita bohong itu, kebetulan ada momentum ini, jadi kami laporin dulu,” tuturnya dikutip dari Detik.com.

Advertisement

Meskipun pada akhirnya Eko Prasetia meminta maaf secara terbuka, proses hukum kasus ini masih terus berjalan. Kasus ini adalah pelajaran berharga bagi orang-orang supaya lebih rasional dan sabar dalam menyikapi kebencian di hatinya. Hal harusnya bisa menjadi pelajaran banyak cowok di luar sana yang merupakan calon pemimpin keluarga nantinya untuk lebih hati-hati dalam meyakini sebuah hal di zaman yang memang sudah gila ini.

Rekaman hasil CCTV yang tak sengaja menyorot sosok malaikat pun pernah bikin heboh. Padahal aslinya mah cuma rekaan buat promosi

September 2011, netizen dihebohkan dengan video mengenai munculnya objek bercahaya putih di kompleks pertokoan sebuah mal di Jakarta Selatan, Cilandak Town Square (Citos). Rekaman CCTV pada satu sudut pertokoan merekam sosok yang dipercaya sebagai malaikat. Sekilas, objek tersebut memang tampak memiliki sayap sih, tapi beberapa hari kemudian, kebenarannya terungkap. Netizen yang kadung menganggap itu sebagai kebenaran sudah membagikan konten tersebut ke mana-mana.

Namun mereka tampaknya mesti malu karena dengan mudah percaya dan membagikannya. Viva News melaporkan bahwa rekaman tersebut merupakan hasil rekayasa untuk kepentingan marketing sebuah produk parfum cowok (kamu pasti pahamlah merek yang bisa bikin malaikat lupa diri). Laporan tersebut dikuatkan dengan pernyataan dari staf Event Exhibition Citos.

Pernah tahu foto bocah yang viral satu ini? Ternyata fotonya hasil skenario dari pamannya yang bekerja sebagai fotografer

Ternyata hasil skenario via media.keepo.me

Beberapa waktu silam, tak sedikit netizen yang dibuat melawan rasa getir dan sedih tatkala menemukan foto anak kecil yang tertidur di antara makam kedua orangtuanya. Saking banyak yang tersentuh dengan foto tersebut, para penduduk dunia maya yang membagikan foto anak kecil tersebut.

Namun fakta terungkap di kemudian hari. Seperti dikutip Independent, foto tersebut memang asli bukan hasil editan. Namun, kenyataannya berbeda dengan apa yang dipikirkan para netizen waktu menyaksikan foto tersebut untuk pertama kalinya. Bocah tersebut ternyata keponakan seorang fotografer bernama Abdul Aziz al Otaibi yang memang sengaja diambil, yang memang mengambil tema fotografi seperti itu dan tempatnya bukan di Suriah melainkan di Arab Saudi.

Duhhhhh kok gini via i0.wp.com

Pada akhir tahun 2016, masyarakat internet ramai membahas tuduhan seorang netizen terhadap Ahok yang dianggap minum miras dalam sebuah jamuan. Dia menuduh Ahok memberikan efek negatif terhadap lingkar sosialnya sehingga orang-orang sekitarnya disuguhi miras. Tuduhan tersebut dia kuatkan dengan foto yang dikirimnya ke suatu forum di Facebook.

Namun beberapa waktu kemudian, Jack — si penuduh malah harus menanggung malu. Dia jadi bahan cercaan dan tertawaan netizen. Dia di-bully karena nggak tahu bahwa botol tersebut isinya Equil. Merek air mineral yang memang selalu dijadikan sajian dalam sebuah jamuan eksklusif. Niatnya menyudutkan Ahok, malah si pelaku sendiri yang jadi bahan bully.

Kisah-kisah tersebut menjadi bukti betapa pentingnya menjadi pengguna internet yang baik. Hanya karena hidup di era digital, bukan berarti hukum “berani berbuat, berani bertanggung jawab” jadi hal yang tak berlaku. Seperti pada contoh kasus yang pertama Hipwee Boys sebut, misalnya.

Teknologi mungkin memudahkan setiap orang untuk saling berbagi informasi, tapi tak berarti kita semua dihalalkan untuk memakan mentah informasi, dan membagikannya dengan tambahan bumbu-bumbu yang subjektif bermuatan negatif dan fitnah. Kalau sudah diperkarakan atau dibawa ke meja hijau, permintaan maaf bisa dikabulkan secara personal, tapi masalah hukum tetap berlanjut bila si pelapor tak mencabut laporannya.

Pada akhirnya, cowok sebagai calon orang yang akan jadi kunci penting bagi keluarga mestinya harus mulai pandai-pandai dalam mengkonsumsi dan memproduksi informasi. Pegangannya cuma satu, yaitu verifikasi. Saring sebelum sharing.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya